
Sesampainya ayah raina dirumah. Raina segera mengatakan apa yang dikatakan oleh suster tadi di telpon.
"Baiklah, sekarang bersiap-siaplah kita akna segerah kerumah sakit, tapi sebelum itu persiapkan kebutuhan di rumah sakit nanti" titah pak daniel.
"Baik yah" kata raina dan ibunya kemudian pergi ke kamar masing-masing.
Setelah beberapa menit raina dan ibunya telah selesai bersiap siap dan segera pergi menemui ayah di ruang keluarga.
"Ayah kami sudah siap bersiap mari kita pergi" kata aira.
"Iya ayah ayo pergi" kata ibu wina kemudian pergi lebih dulu menuju mobil.
Mereka segera berangkat menuju rumah sakit ***** ****** sesuai pemberitahuan suster tadi di tlpon.
---
Rumah sakit
Sesampainya mereka di rumah sakit mereka segera menuju meja informasi.
"Permisi sus, saya mau tanya?" Kata pak daniel. "Kamar pasien atas nama Aditya Desthril dimana yah sus?" Sambung pak daniel.
"Oh pasien atas nama adit. Sebentar saya carikan" kata suster.
"Pasien ada di kamar melati 03" kata suster." Tapi mohon maaf tuan dan nyonya jam besuk hari ini sudah berakhir "kata suster.
"Tapi kami ini keluarganya, dan rumah sakit baru mengabari kami beberapa menit yang lalu" kata ibu wina sedikit marah.
"Baiklah bu, silahkan anda ke ruangan melati. Anda silahkan lurus ke sana kemudian belok kana di sana ruang melati 03" kata suste rsambil menunjukkan arah kepada raina dan kedua ornag tuanya.
"Terima kasih suster" kata pak daniel. Dan segera menuju ruangan melati yang sudah di tunjukkan suster tadi. Sementara raina dan ibunya mengikutinya dari belakang.
Cklek. bunyi pintu terbuka.
Ibu wina segera masuk dan melihat ornag di kamar melati 03 it dan benar saja, seorang anak laki-laki sedang terbaring lemah dengan beberapa bagian tubuhnya luka.
"Adit" kata ibu wina sambil menangis segera menhampiri adit dan duduk di kursi sebelah kiri tempat tidur adit.
Adit langsung saja terbangun dari tidurnya melihat orang-orang yang ada di sampingnya itu.
"Ibu, ayah, kak raina" kata adit dengan suara yang terdengar sangat lemah.
"Nak kenapa bisa seperti ini?" Kata ibu wina masih menangis.
"Ibu, ibu jangan menangis" kata adit sambil menghapus airmata di pipi ibunya dengan tangan kananya.
Tangan kiri adit terluka dan saat ini masih degan perban.
"Nak kenapa kamu seperti ini" tanya pak daniel yang terlihat sedang menahan air matanya saat melihat anaknya yang memiliki banyak luka di tubuhnya.
"Ini tidak apa-apa ayah" kata adit.
"Permisi" kata seseorang yang datang dengan menggandeng anak kecil permpuan dan menenteng kantong plastik.
Raina, ibu wina dan pak daniel segera menoleh kepada ornag tersebut.
__ADS_1
"Iya, apa ada yang perlu kami bantu" tanya pak daniel kepada orang itu.
"Ayah ini pak Doni. dia orang yang membawa aku ke rumah sakit" kata adit.
"Oh. Terima kasih pak sudah membawa anak saya kemari" kata pak daniel sambil tersenyum.
Sontak saja orang itu tiba-tiba menunduk mendengar perkataan pak daniel.
"Ada apa pak? Apa perkataan saya ada yang salah?" Kata pak daniel merasa khawatir jika dia ada salah kata.
Raina dan ibunya hanya menatap pak doni dengan heran.
"Tidak pak, saya mau minta maaf ini semua terjadi karena kesalahan saya" kata pak doni masih dengan menunduk.
"Ada apa pak, apa yang terjadi? Kenapa bapak minta maaf" tanya ibu wina.
"Anak bapak kecelakaan karena kesalahan saya" kata pak doni.
"Apa?" Kata pak daniel marah.
"Tenang ayah jangan marah-marah" kata raina sambil memegang tangab ayahnya.
"Bagaimana bisa ini terjadi? Ceritakan padaku" kata pak daniel dengan masih marah.
"Begini pak" kata pak doni.
"Biar adit saja yang cerita om" kata adit.
"Jadi begini ayah, ibu, kak raina" kata adit.
Flashback
"Wa alaikum salam" kata adit.
Adit mencari hpnya di dalam kantongnya untuk segera menonaktifkan karena sudha mulai memasuki kawasan sekolah, tapi adit tidak menemukannya. Kemudian adit mencarinya didalam tasnya. "Kok gak ada" gumam adit. "Loh kok bukuku cuma 2" kata adit.
"Astaga, bukuku ketinggalan. habis kerja tugas semalam aku letakkan di meja. Padahal hari ini hari terakhir kumpul tugasnya" kata adit.
"Sebaiknya aku suruh kak raina antar aku pulang sebentar" gumam adit kemudian berlari pergi ke sekolah raina.
Di tengah-tengah iya berlari dia berhenti ketika melihat seorang anak kecil sedang berlari-lari di jalan.
"Adek awas" teriak adit ketika melihat anak itu berlari sedangkan di arah berlawanan ada mobil menuju ke arahnya.
Adit segera berlari mengejar anak itu. Tapi sayangnya setelah mendorong anak itu ke pinggir jalan malah adit yang terserempet mobil itu sampai terlempar ke tengah jalan.
Setelah itu adit pingsan, saat beberapa jam pingsan dia baru tersadar dan dia sudah berada di rumah sakit.
---
"Maafkan saya pak, ini salah saya" kata pak doni.
"Tidak pak, ini bukan salah bapak" kata ibu wina.
"Tapi bu, seandainya saat selesai membeli sarapan saya memegang anak saya mungkin dia tidak akan berlari mengejar tukang ice cream itu smapai dia hampir tertabrak mobi. Dan anak bapak ibu tidak mungkin terserempet mobil itu" jelas pak doni.
__ADS_1
"Sudahlah pak ini tidak harus di sesali ini sudah terjadi" kata bu wina.
Pak daniel hanya terdiam sambil menahan amarah dan emosinya.
"Sekali lagi saya mohon maaf. Dan untuk itu saya akan menanggung biaya rumah sakitnya" kata pak doni.
"Terima kasih banyak pak" kata ibu wina dan hanya di balas anggukan oleh pak doni.
"Oh iya pak, siapa yang sudah menabrak anak saya? Dimana pelakunya?" Tanya pak daniel setelah amarahnya mereda.
"Maaf pak tapi pelakunya sudah melarikan diri. Tapi saya sudah melaporkannya kepada polisi dan sekarang sedang di selidiki oleh polisi" jelas pak doni.
"Baiklah kalau begitu, semoga pelakunya cepat ketangkap" kata pak daniel.
"Oh iya pak, tadi apa kata dokter?" Tanya pak doni.
"Kata dokter, adit akan baik-baik saja tapi dia harus tetap di rumah sakit selama beberapa hari sampai keadaannya benar-benar membaik" kata pak dokter.
"Baiklah kalau seperti itu, sebaiknya bapak pulang saja dulu kasihan anak bapak harus dirumah sakit seharian ini. Lagipun ini sudah malam" kata pak doni.
"Iya pak, besok kami kesini lagi" kata pak doni.
"Kakak ganteng, qaila pulang dulu ya" kata anak kecil imut itu setelah menghampiri adit.
"Iya adek imut. Ati-ati yah" kata adit sambil tersenyum.
"Makasih yah kakak ganteng udang nyelamatin qaila. Qaila cayang ama kakak ganteng" kata qaila dengan mata berbinar-binar membuatnya semakin cantik dan imut.
"Iya qaila imut" kata adit tarsenyum ke arah qaila.
"Ayo qaila kit pulang" kata pak doni.
"Sebentat daddy, qaila mau kiss kakak ganteng" kata qaila. "Kakak cantik bantui qaila dong, dendong qaila. Qaila mau kiss kakak ganteng" kata qaila kepada raina.
"Baiklah qaila syantik" kata raina kemudian menggendong qaila.
"Ummach" qaila mencium pipi adit. Orang-orang yang ada di ruangan adit tertawa melihat tingkah qaila.
"Kakak cantik, turunin qaila. Qaila mau pulang cama daddy" kata qaila.
"Oh, jadi qaila nggak mau cium kakak, seperti kaila cium kakak adit" kata raina pura-pura merajuk.
"Kakak cantik jangan marah cama qaila" kata qaila kemudian mencium pipi raina.
Raina yang sangats enang kemudian mencium pipi chubby qaila dengan gemesnya sampai merasa resah.
"Kakak canti sudah qaila mau pulang" kata qaila.
"Iya sayang sudha kasihan dia" kata ibu wina.
"Abis qaila gemesin bu" kata raina dan segera menurunkan qaila dari gendongannya.
-------------------------------------------
Terima kasih kepada para pembaca π ikuti terus kelanjutan ceritanya π€βΊοΈ
__ADS_1
Jangan lupa like, komen and vote yahπππ
Terima kasih π