
---
----
-----
Beberapa hari berlalu setelah qaila dan pka doni mengantar raina pulang.
---
Tidak terasa hari ini adalah hari terakhir MOS raina. Hari ini merupakan hari sabtu.
Seperti biasa raina bangun subuh dan melakukan kegiatannya setiapa pagi. Mulai dari bersih-bersih sampai memasak mengingat ibunya juga masih di rumah saki.
---
Pagi hari ini sangat cerah ditambah dengan wajah raina yang berseri-seri karena bahagia dimana hari ini hari terakhir dari MOSnya. Raina berangkat ke sekolah dengan menaiki sepeda motonya sendiri. Yah, dia tidak berangkat bersama justin karena beberapa hari ini justin mulai berubah.
Sama halnya di rumah sakit beberapa hari ini qaila sudah jarang datang di rumah sakit. Ayahnya bilang qaila sering di ajak jalan oleh kakaknya jadinya qaila tidak ikut ke rumah sakit.
---
Sesampainya raina di gerbang sekolah, dia segera memarkir motornya. Bersamaan juga dengan justin yang datang dengan membonceng gadis. Yah dia adalah gadis yang sama yang dia gandeng sewaktu mereka baru jadian. Wajah raina yang tadinya berseri-seri seketika menjadi raut waja yang suram.
Raina yang terus memperhatikan ke arah justin dan gadis itu yang tertawa berdua. Sampai raina dikagetkan oleh yuni dan adel yang, sudah ada di sampingnya dan menepuk pundaknya.
"Hei na" kata yuni sambil menepuk pundak raian.
"He, kamu ngagetin aja" kata raina kaget.
"Abis kamu dari tadi di panggil-panggil nggaj jahut" jelas yuni.
"Oh. Maaf aku nggak dengar" kata raina masih terus memperhatikan justin dan gadis itu.
"Kamu lihatin apa sih" kata adel sambil melirik ke arah yang di lihat raina.
"Humzz, pantas saja" kata adel.
"Siapa sih cewe itu na? Kok dia sama justin lagi" tanya adel lagi.
"Gak tau, belum ku tanyai. Gak penting juga" jawab raina kemudian turun dari motornya.
"Loh seriusan gak cemburu lihat cowo loh sama cewe lain?" Tanya yuni.
"Sampai sekarang sih masih gak" jawab raina.
"Syukurlah berarti kamu belum cinta sama dia" kata yuni bahagia.
"Kok syukur sih? Kan dia pacar aku" kata raina sambil mengerutkan alisnya, bingung dengan perkataan yuni.
"Ya iyalah, kamu belum tau aja sifatnya dia. Aku udah tau soalnya pas SMP aku pernah sekelas sama dia makanya aku hafal banget sifat dia" jelas yuni.
"Benarkah?" Tanya raina penasaran.
"Iya dia itu..." perkataan yuni terhenti karena suara bel berbunyi.
__ADS_1
"Nanti aja ceritanya. Ayo kita ke lapangan atau kita akan di hukum" kata raina.
Mereka bertiga segera berlari ke lapangab dan untung saja belum ada osis di lapangan karena masih rapat.
"Huh, untung saja" kata raina ngos-ngosan.
"Iya syukurlah" kata yuni sambik mengatur nafasnya.
"Baris aja yok. Atua nanti kakak osisinya datang dan kita akan di hukum" kata raina lagi.
"Skuy" kata yuni kemidian meletakkan tasnya di twmpat biasa sebelum turun ke lapangan.
Mereka bertiga berbaris di kelompoknya masing-masing. Dan tidak lama kemudian para osis datang ke lapangan.
"Assalamu'alaikum. Selamat pagi semuanya" kata ketua osis di depan menggunakan mic.
"Wa alaikum salam, Pagi" kata semua orang di lapangan itu.
"Jadi hari ini kita tidak ada materi lagi, agenda kita hari ini game antar semua kelompok dan akan di lanjutkan dengan peresmian siswa baru sebagai siswa SMU Mawar Melati" kata kakak ketua osis.
"Semua kelompok silahkan mundur ke belakan dan berbaris sesuai garis tali yang telah di buat kakak osis. Laksanakan!" Titah kak ketua osis.
Semua siswa baru segera mundur dan mengikuti garis tali sebagai pembatas antars etiap kelompok dan pembatas untuk bagian depan tempat melaksanakan gamenya.
"Baiklah, untuk game pertama yaitu game kursi goyang" kata kakak osis.
"*Wah sepertinya bakalan seru"
"Aku gak bisa joget"
"Aku gak gercep"
Suara-suara dari siswa baru yang saling berbicara dengan temannya.
"Untuk peraturan dan cara bermain akan di bacakan oleh salsa" kata ketu osis sambil mempersilahkan salsa. Lalu memberikan micnya keoada salsa.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh" kata kak salsa.
"Wa alaikum salam" jawab semua orangd i lapangan.
"Langsung saja. Cara bermainnya dan peraturannya yaitu setiap jadi sebelum itu kakak osis akan menyediakan kursi dengan membentuknya menjasi sebuah lingkaran, dimana kursi itu akan kurang satu dari jumlah peserta. Setiap kelompok memilih 2 perwakilan 1 cewe dan satu cowo. Lalu kakak osis akan memutarkan musik dan setiap peserta harus joget seheboh mungkin kemudian jika musiknya berhenti peserta harus menduduki kursi yang telah di siapkan dan bagi yang tidak mendapatkan kursi akan mendapatkan hukuma dan begitulah seterusnya hingga hanya tersisa satu pemenang" kata kak salsa menjelaskan.
"Sekian, saya kembalikan kepada ketua osis" kata kakak salsa mempersilahkan kak osis kemudian memberikan micnya.
"Baiklah, dipersilahkan kepada setiap perwakilan kelompok untuk maju kedepan" kata kakak ketua osis.
"He, kelompok kita siapa nih?" Tanga raina.
"Kamu aja na sama justin" kata Dila.
"He? Aku" kata justin kaget.
"Iya, kamu kan ketua kita" kata ilham.
"Haihz, aku gak bisa joget" kata raina.
__ADS_1
"Gak papa na" kata justin kemudian menarik raina kedepan.
Pipi raina seketika memerah karena malu. "Haduh, bagaimana ini aku gak bisa joget. malu lagi banyak orang" gumam raina dalam hati.
"Gak papa na, santai aja" bisik justin di telinga raina. Raina langsung menoleh ke arah justin sontak saja justin memberikan senyumannya. Tetapi raina masih saja tetap gugup.
"Wah apa ini, sepertinya terlalu banyak dan akan memakan waktu lama" kata kakak osis berbisik-bisik.
"Mohon maaf kepada para peserta, sepertinya kita hanya bisa bermain dengan 1 perwakilan saja karena untuk mempersingkat waktu juga" kata kakak ketua osis menjelaskan.
"Syukurlah. Aku saja yang mengundurkan diri" gumam raina dalam hati sambil tersenyum.
"Dan untuk salah satu perwakilan kelompok silahkan kembali ke kelompok masing-masing" kata kakak ketua osis.
Raina hendak melangkah untuk kembali ke kelompoknya, tapi justin telah duluan berlari ke kelompoknya.
"Kenpaa malah dia sih yang mengundurkan diri kan aku gak mau main" guman raina dalam hati dengan sangat kesal kepada justin.
sehingga raina hanya bisa pasrah dan terpaksa mengikuti gamenya.
Semua peserta membuat lingkaran sesuai dengan lingkaran kursi, kemuadian kakak osis segera memutar musik dan semua peserta mulai berjoget sambil berjalan.
"Ayo didit kamu pasti bisa"
"Ayo raina kamu bisa"
"Raina, raina, raina"
"Semangat bela"
"Ayo dodi"
"Agnesss"
"Ririiiii"
"Nunu, nunu nunu"
"Aldi aldi aldi"
Teriak semua siswa baru mendukung temannya masing-masing.
Tak lama kemudian kakak osis mematikan musiknya dan peserta segera menduduki kursi terdekatnya. Syukurnya raina bisa gercep dan mendapatkan kursi.
Salah satu dari peserta telah di diskualifikasi karena tidak mendapatkan kursi.
Kemuadian kakak osis mengeluarkan salah satu kursi dari lapangn sekarang hanya tersisa 11 orang dan 10 kursi.
Permaina terua berlanjut hingga yang tersisa hanya satu orang.
-------------------------------------------
Terima kasih kepada para pembaca π
Ikuti terus kelanjutan ceritanya ππ
__ADS_1
Jangan lupa like, komen and vote yahβΊοΈππ€
Terima kasih π