Celesta & Tuan Antagonis

Celesta & Tuan Antagonis
Tuan Antagonis, Jangan Membuatku Jatuh Hati Padamu!


__ADS_3

Hari ini adalah hari di mana pentas seni akan dilaksanakan, tentu saja aku ikut menonton. Anak kelas 1 dan 2 tidak belajar di kelas, jadi di sinilah aku sekarang berada, di aula tempat pentas seni dilaksanakan. Aku duduk di kursi paling depan agar bisa melihat Av dan Kai dengan jelas.


"Aku sudah tidak sabar melihat kak Av di atas panggung!"


Suara di sebelahku sangat berisik, Zurie, yang entah bagaimana beberapa hari ini selalu muncul tiba-tiba di sebelahku. Sekarang pun begitu, dia duduk di sebelahku sambil bertepuk tangan heboh setiap kali ada yang selesai tampil.


"Kamu akhir-akhir ini selalu mendekatiku ya? Kamu suka Kai?" aku hanya bertanya sih, tapi kalau dia jawab tentu saja aku akan senang. Sejujurnya beberapa hari ini aku sedikit senang karena ada teman yang bisa diajak bicara, biasanya aku akan merasa kesepian kalau Av dan Kai sibuk.


"Bukan seperti itu! Kai memang tampan, tapi aku bukan mendekatimu karena Kai kok"


Zurie menggeleng dengan cepat tapi tetap saja telinganya memerah, dia benar-benar tidak bisa berbohong ya. Aku menatapnya dengan tatapan menyelidik, seru sih menggodanya.


"Benarkah?"


"Iya!"


Sangat lucu! Aku bahkan berpikir bahwa Zurie bukanlah anak Sekolah Menengah, bagaimana mungkin ada anak Sekolah Menengah yang sangat mudah untuk digoda (Ps. dia nggak nyadar kalau dia juga gitu hahaha)


Saat pembawa acara mengumumkan bahwa Av yang akan tampil selanjutnya aku langsung mengeluarkan handphoneku lalu siap merekamnya, Av pasti bisa menggambar hal yang sangat menakjubkan!


"Kak, itu kak Avery sudah mau tampil!"


Zurie yang duduk di sebelahku tidak bisa diam, selalu saja banyak bergerak. Senggolan dari tangannya membuat handphoneku jatuh lalu layarnya retak, sialan. Aku memelototinya, Zurie yang merasa bersalah terus saja meminta maaf padaku dan bilang kalau dia akan menggantinya.


"Nggak perlu deh, nanti aku minta sama Kai lagi saja. Sini, mana handphonemu? Aku mau video-in Av"


Dengan wajah cemberut dan mata yang memerah karena hampir menangis, Zurie mengeluarkan handphonenya dan memberikannya padaku. Dasar anak kecil.

__ADS_1


"Sudah, jangan menangis, Kai punya banyak uang jadi dia tidak akan protes kalau aku minta belikan handphone baru"


Bukannya sombong, tapi memang Kai memiliki banyak uang. Oke, aku cukup terlena dengan kekayaan yang dimiliki oleh mereka, bahkan bisa dibilang tidak tau diri. Setiap kali menginginkan sesuatu, aku pasti akan meminta uang pada Av dan Kai.


Entah apa Celesta memiliki uang atau tidak, sejak aku datang ke dunia ini, tidak pernah sekalipun Papa memberiku uang saku. Jadi aku kira memang seperti inilah cara Celesta mendapatkan uang.


Av sudah berdiri di atas panggung dengan kanvas dan catnya, sangat cantik dan anggun, dengan gaun biru muda dia terlihat sangat, sangat, sangat cantik. Bayangkan saja ketika seorang gadis dengan rambut merah muda dan mata biru mengenakan baju berwarna biru mudah, pasti sangat indah kan, begitulah Av.


Dia duduk di kursi yang telah di sediakan lalu mulai melukis, aku tidak tau bagaimana caranya tangan Av bisa selihai itu dalam memegang kuas, meskipun itu hanya terlihat seperti dia sedang mencoret-coret tidak jelas, tapi hasilnya tetap sangat bagus.


Andai saja aku memiliki keterampilan seperti itu, tapi sayang sekali, diriku yang sekarang dan diriku yang dulu sama-sama tidak memiliki keterampilan. Celesta sebenarnya sama denganku, dia memiliki nilai yang tidak rendah namun juga tidak tinggi, tidak berbakat, dan juga tidak memiliki minat. Bedanya dia kaya dan aku miskin, menyedihkan.


Celesta memiliki kedua kakak yang menyayanginya, sedangkan aku memiliki tante dan sepupu yang menyebalkan. Terlihat perbedaan yang sangat jauh bukan? Kami sama, tapi kehidupan kami berbeda.


"Huuu! Kak Av hebat sekali Cel, sangat cantik! Bagaimana bisa ada manusia secantik dia"


Zurie yang berada di sebelahku terlalu banyak bicara, dia terus saja menyoraki Av dan bertepuk tangan dengan semangat, pasti hasil videonya sangat jelek karena ada suara Zurie yang berisik.


Sudah cukup lama acara pentas seni ini berlangsung, tapi penampilan Kai adalah yang paling terakhir. Zurie sepertinya kehausan karena terus berteriak sedari tadi, lagian sih kenapa harus pakai acara teriak segala coba?


Dia menawariku ingin titip minum apa, tentu saja aku tidak menolak rezeki, aku langsung memesan air dingin agar tenggorokanku segar.


"Nanti uangnya minta sama Kai saja ya"


Zurie menggeleng saat aku bilang minta sama Kai, telinganya kembali memerah. Hah, sangat malu-malu ya, kalau aku jadi dia sih ini sudah bisa jadi kesempatan untukku bermodus-modus dengan Kai.


"Ya sudah, nanti minta Av saja deh"

__ADS_1


"Nggak perlu, cuman air dingin nggak perlu diganti uangnya"


Aku hanya mengangguk, terserah orang kaya saja deh. Zurie akhirnya pergi menyebabkan kursi di sebelahku kosong. Tidak lama kemudian ada seseorang yang duduk di kursi di sebelahku, baru saja aku ingin mengatakan bahwa ada orang yang menempati kursi ini, tapi akhirnya tidak jadi ketika melihat siapa yang duduk di sana.


Robin.


"Di sini kosong kan?"


Kenapa baru nanya waktu sudah duduk? Bukannya itu berarti ada atau tidaknya orang yang duduk di sana kamu akan tetap duduk kan? Dasar Tuan Antagonis yang menyebalkan.


"Ada, Zurie duduk di sana tadi. Dia sedang beli minuman"


Robin memandangku lalu mengangguk, dia tidak juga berdiri dari duduknya padahal sudah aku katakan kalau kursi itu sudah ada pemiliknya. Benar kataku kan, dia tidak perduli.


"Aku hanya duduk sebentar, tidak akan lama"


Ya sudah deh, itu urusan Zurie nanti mau mengusirnya atau tidak. Memang sih aku tidak perduli jika dia mau duduk dimana saja, masalahnya sekarang ini dia terus memandangiku dan membuatku tidak nyaman!


"Kamu kenapa sih? Ada yang aneh ya di wajahku?"


Dia mengangguk dan terus menatap wajahku, aku sedikit panik saat dia mengangguk. Apa benar-benar ada yang aneh? Aku langsung mengambil cermin yang ada di dalam saku rokku lalu melihat bahwa tidak ada yang aneh.


"Aneh, kenapa sangat cantik"


Oke, aku mungkin akan mati kalau detak jantungku tidak juga berdetak dengan pelan. Sialan, Robin. Bagaimana bisa dia mengatakan hal seperti ini dengan wajah datar seperti ini?! Rasanya ingin aku remas mukanya itu.


"Kamu yang aneh, bukannya kamu suka Av ya? Kalau begitu jangan menggangguku deh, nanti kubantu"

__ADS_1


"Mau membantuku mendekatimu?"


Robin kenapa deh? Sangat aneh! Tolong tuan antagonis, jangan membuatku jatuh hati padamu!


__ADS_2