
Saat jam makan siang, Rani keluar dari ruangan kebesarannya, dia berniat untuk makan siang di suatu restoran
"Naina, antar aku ke restoran biasanya!!" perintah Rani kepada Naina
"Miss Rani, tunggu sebentar!!" Naina menghentikan atasannya yang ingin melangkah pergi
"Ada apa Naina, apa kau keberatan, untuk mengantar ku?!!" kata Rani dengan nada datar
"Bukan begitu Miss!!" jawab Naina
"Lalu?!!" Rani menatap Naina dengan penuh menyelidik
"Miss Rani, ada seseorang yang mengirimkan anda makan siang hari ini!!" kata Naina kepada Rani
"Apa itu dari Shanti yang mengirimkannya?!" kata Rani dengan nada sungkan
"Sepertinya ini bukan dari nyonya Shanti, Miss!!" jawab Naina
"Lalu dari siapa?" tanya Rani dengan nada yang agak bingung
"Lebih baik Miss Rani melihat sendiri, siapa yang telah mengirimkannya!!" kata Naina sambil memberikan paper bag berisi kotak makan siang kepada Rani
Rani pun mengambil paper bag itu dari tangan Naina dan melihat siapa yang mengirimkan makan siang untuk dirinya, raut wajah Rani langsung berubah menjadi sangat muram ketika mengetahui siapa yang mengirimkannya
"Panggil Reza untuk ke ruangan ku!!" perintah Rani dan hendak berjalan kembali memasuki ruangannya
"Tapi Miss, Reza sudah pergi setengah jam yang lalu bersama Lidya!!" jawab Naina
Rani pun menjadi semakin muram dan dia kembali masuk ke ruangannya
"Miss, apa..."
BRAKK...
__ADS_1
Belum selesai Naina berbicara Rani sudah membanting pintu ruangan kebesarannya itu, sedangkan Naina tidak banyak berpikir tentang atasannya yang kelihatan muram itu dan dia pun kembali melanjutkan pekerjaannya.
Malam harinya tepat jam sepuluh malam, Rani sudah tiba di bandara, dia akan pergi ke China tanpa memberitahu Shanti terlebih dahulu, sedangkan di mansion Shanti sangat menantikan kedatangan Rani
"Sudah jam sepuluh malam, kenapa dia belum kembali, tidak seperti biasanya, biasanya jam delapan dia sudah kembali, aku masih penasaran dengan ucapannya tadi pagi, apakah ucapannya itu serius atau tidak!!" kata Shanti sambil terus saja mondar-mandir menunggu Rani, dan memikirkan perkataan Rani tadi pagi
"Nyonya Shanti, ini sudah malam, untuk apa anda masih di sini, kenapa anda belum tidur?!!" tanya Lidya yang tiba-tiba mendatangi Shanti yang sedang mondar-mandir itu
"Apalagi, jika bukan menunggu atasan mu, si ratu es itu!! apa kau tahu kemana dia pergi, kenapa jam segini dia belum kembali juga?!!" tanya Shanti
"Nyonya Shanti, lebih baik tidak usah menunggu Miss Rani lagi!!" kata Lidya kepada Shanti
"Kenapa? kenapa aku tidak boleh menunggu Rani?" kata Shanti penasaran dengan perkataan Lidya
"Miss Rani malam ini, tidak akan pulang, karena malam ini dia pergi ke China!!" kata Lidya memberitahu Shanti
"Apa? kenapa dia pergi ke China? apa dia tidak sungguh-sungguh dengan perkataannya tadi pagi, sehingga sekarang dia kabur ke China untuk menghindari permintaan dari diriku?!!" kata Shanti merasa agak kesal mendengar perkataan dari Lidya
"Benarkah? jadi dia benar-benar serius dengan perkataannya tadi pagi, apa kalian sedang tidak berbohong kepada ku?!!" kata Shanti masih tidak percaya
"Iya nyonya Shanti, Miss Rani mengatakan semua itu, dia tidak berbohong kepada anda!!" kata Lidya lagi mengiyakan
"Akhirnya...!!" kata Shanti sambil menghela nafas lega
"Kalau begitu, lebih baik sekarang nyonya Shanti istirahat saja, mungkin saja besok nyonya akan sangat amat sibuk!! sedangkan aku akan kembali untuk melanjutkan tugas ku lagi sekarang!!" kata Lidya kepada Shanti dan dia pun pergi meninggalkan Shanti yang masih ada di ruang tengah
"Siapa nyonya Shanti ini? Kenapa Miss Rani mengikuti permintaan darinya, bukannya selama ini banyak pria dan orang-orang dari kalangan kelas atas yang ingin menjalin hubungan dengannya, bahkan walaupun hanya untuk sekedar bisnis saja, bahkan aku dan Naina saja sudah sering sekali melukai dan melumpuhkan pria yang selalu dekat dengan Miss Rani, bahkan orang-orang yang ingin menjalin pernikahan bisnis dengan Miss Rani saja banyak yang kami musnahkan, tapi kenapa sekarang hanya dengan permintaan dari nyonya ini, Miss Rani kelihatannya siap melakukan segalanya untuk nyonya Shanti?!!" batin Lidya penuh bertanya-tanya
"Lidya, sedang apa kau ada di sini?!!" suara Naina mengagetkan Lidya yang sedang melamun itu
"Kau? kenapa kau ada di sini? bukankah seharusnya kau bersama Miss Rani untuk ke China?!!" kata Lidya dengan rasa penasaran
"Miss Rani, memerintahkan ku untuk membantu nyonya Shanti selama mempersiapkan acara pertunangan untuknya, sedangkan nanti saat dia akan kembali aku baru menjemputnya di China!!" kata Naina menjelaskan kepada Lidya
__ADS_1
"Oh.. begitu, ya sudahlah aku masih ada tugas!! aku ingin melanjutkan tugas ku lagi!!" kata Lidya sambil berjalan meninggalkan Naina
"Hei.. Lidya, kau ingin pergi kemana?!!" kata Naina
"Bukankah sudah aku bilang, aku masih ada tugas!!" kata Lidya kepada Naina dan dia tetap berjalan meninggalkan Naina
"Hufft... ya sudahlah, hari ini aku merasa sangat lelah sekali, aku akan tidur saja!!" gerutu Naina dan dia pun pergi ke kamar.
Keesokan harinya saat Rani tiba di China, Rani langsung di sambut oleh anak buahnya yang bernama Chen Yi
"Selamat datang di China, Miss R!!" sapa Chen Yi kepada atasannya itu yang sudah lama tidak dia temui
Seperti biasa Rani hanya diam saja ketika orang lain memberikan sambutan kepadanya, dia pun langsung masuk ke dalam mobil, Chen Yi pun mengikutinya dan langsung membawa Rani ke hotel yang sudah di siapkan oleh Naina
"Chen Yi, apa kau sudah melaksanakan perintah dari ku?" tanya Rani dengan nada datar kepada Chen Yi
"Sudah Miss, saya sudah melaksanakan perintah dari anda, besok jam sepuluh pagi anda bisa bertemu dengan Tina Chin, dan untuk saat ini, anda bisa beristirahat terlebih dahulu di hotel yang di persiapkan!!" kata Chen Yi kepada Rani
"Tina Chin? apa dia adalah orang yang bertanggung jawab atas perusahaan?" tanya Rani dengan nada bingung
"Yes Miss, dia sudah dua tahun menjadi penanggung jawab perusahaan!!" kata Chen Yi masih terus fokus menyetir mobil
"Bukankah seharusnya Juna Chin yang bertanggung jawab atas perusahaan itu?!!" kata Rani merasa heran, karena informasi dari Naina bahwa Juna Chin yang bertanggung jawab atas perusahaan itu
"Juna Chin adalah kakak dari Tina Chin, dia penanggung jawab sebelum Tina Chin, dua tahun yang lalu Juna Chin mengundurkan diri, dan adiknya lah yang menggantikannya, dan Tina Chin menggunakan identitas Kakaknya untuk jabatan ini!!" kata Chen Yi menjelaskan
"Apa Naina tahu, jika yang bertanggung jawab bukan Juna Chin lagi!!" tanya Rani
"Sepertinya sekertaris Naina tidak mengetahui hal ini Miss, karena sekertaris Naina selama ini menganggap Tina Chin masih bekerja di bagian administrasi!!" kata Chen Yi lagi
"Awalnya aku kira Naina yang salah memberitahu ku, tapi sepertinya ada orang yang lebih salah lagi di sini!!" batin Rani sambil tersenyum kecut
Rani pun mengambil ponselnya dan menelpon sekertarisnya itu, sedangkan Chen Yi terus fokus menyetir untuk membawa Rani ke hotel.
__ADS_1