CEO coldly married BOS Mafia

CEO coldly married BOS Mafia
Episode 4 (Pesan yang meneror Rani)


__ADS_3

"Miss, barang-barang ini ingin diletakkan dimana?" Tanya Naina kepada kepada Rani


"Taruh saja di lantai dua di kamar yang letaknya menghadap ke kolam renang!! Dan atur dengan benar dan juga rapi!!" Perintah Rani dengan nada datar, tapi Rani masih saja fokus menatap layar laptop kerjanya, Naina pun langsung menyuruh para pengantar barang untuk menaruh semua barang-barang yang di pesan Rani di tempat yang Rani perintahkan.


"Miss, ini adalah data-data pribadi orang yang mengikuti mu waktu itu, seperti yang aku bilang dia adalah orang suruhan dari group Villas, dan sepertinya dia mengikuti mu, karena dia ingin sekali mencuri berlian Tiger Villain itu dari mu yang kau dapat dari lelang itu!!" Kata Lidya sambil menyerahkan data-data kehidupan orang itu kepada Rani, Rani pun melihat seluruh data orang itu dengan seksama


"Group Villas.... Ternyata nyali mereka sangat besar juga, sehingga mereka mencari gara-gara dengan ku!!" Kata Rani dengan senyum kecut


"Kau boleh kembali ke pekerjaan mu Lidya!!" Perintah Rani kepada Lidya, Lidya pun pergi meninggalkan Rani, Rani kembali mengotak-atik laptop kerjanya, tiba-tiba notifikasi pesan dari ponsel Rani berbunyi, Rani pun langsung membuka pesan tersebut


"Aku akan terus mencari dirimu dan keluarga mu, karena aku ingin membalaskan dendam ibu ku yang sudah tiada!!" Isi pesan itu, Rani pun langsung membanting ponselnya dengan sangat amat marah setelah dia membaca isi pesan itu, Lidya dan Naina yang mendengar suara pecahan barang dari tempat Rani sedang berada, mereka pun langsung menghampiri atasannya itu


"Miss Rani, are you okay?!!" Tanya Lidya kepada Rani yang sedang marah itu, Rani tidak menjawab pertanyaan Lidya, melainkan dia langsung menuju kamarnya dengan perasaan yang sangat marah, Lidya dan Naina saling menatap satu sama lain, di dalam hati mereka berdua sedang bertanya-tanya apa penyebabnya sehingga atasan mereka sangat marah seperti itu, Naina pun menyuruh para pelayan untuk membersihkan barang yang di banting oleh Rani tadi.


Sedangkan di kamar, Rani kembali membanting semua barang-barang yang ada dihadapannya saat itu, karena dia benar-benar marah sekali, akhir-akhir ini dia sering ada pesan yang meneror dirinya dari nomor yang tidak dia kenal, berkali-kali dia melacak nomor yang sering meneror dirinya itu, tapi tidak bisa dia temukan juga, saat Rani sedang marah-marahnya, ponsel lainnya yang dia miliki berbunyi, dia mengabaikan panggilan itu, dan tidak lama ponselnya berbunyi lagi, dia tetap mengabaikan ponselnya itu, bahkan sampai sepuluh kali ponsel itu berdering, Rani tetap mengabaikannya, dan beberapa menit kemudian notifikasi pesan di ponsel itu pun berbunyi, tapi kali ini dia tidak mengabaikan pesan itu, melainkan dia membuka pesan itu


"Sayang, kenapa kau tidak mengangkat telpon dariku, aku menelpon mu dari tadi tapi kau tidak mengangkatnya, aku hanya ingin memberitahu mu, bahwa aku akan segera berangkat!!" Isi pesan itu, rupanya pesan itu dari Shanti, dan teryata ponsel berdering dari tadi itu adalah panggilan dari Shanti juga.


Keesokan harinya Rani langsung pergi ke perusahaan tanpa sarapan terlebih dahulu, kelihatannya dia masih sangat marah karena kejadian kemarin, semua karyawan di perusahaan yang melihat kedatangan sang CEO langsung terlihat ketakutan ketika mendapati raut wajah CEO yang begitu menakutkan

__ADS_1


"Kak Tania, Miss Rani kenapa ya? Kok kelihatannya seram sekali hari ini?!!" Tanya Reza kepada seniornya dengan rasa heran


"Tidak tahu, mungkin saja moodnya sedang sangat hancur kali ini, sehingga dia kelihatan sangat marah seperti itu!!" Kata Tania dengan nada yang sedikit berbisik


"Oh begitu ya kak!!" Sahut Reza sambil tersenyum polos


"Eh, lain kali jangan panggil aku dengan sebutan kakak dong!! Panggil saja langsung dengan nama ku, yaitu Tania!!" Kata Tania kepada Reza


"Ok, baiklah kak, eh.. maksud ku, baiklah Tania!!" Kata Reza sambil tersenyum manis


"Senyum mu itu manis sekali sih Reza!!" Kata Tania dengan nada menggoda Reza


"Apa sih Tania..! Masih lebih manis senyuman mu dan juga senyuman Miss Rani!!" Kata Reza kepada Tania dan tanpa sadar dia sedang memuji bos besarnya itu, Tania pun langsung terkesiap mendengar perkataan dari Reza barusan


"Tadi aku bilang masih lebih manis senyuman mu!!" Kata Reza


"Bukan, bukan yang itu ada lagi!!" Kata Tania sambil menggelengkan kepalanya


"Yang mana? Bukankah aku hanya mengatakan itu saja tadi?!!" Kata Reza agak bingung

__ADS_1


"Bukan, tadi kamu bilang lebih manis senyuman ku dan siapa tadi?!!" Kata Tania masih penasaran dengan ucapan Reza


"Oh yang itu... Iya aku bilang masih lebih manis senyuman dan juga Miss Rani!!" Kata Reza mengulang perkataannya dengan nada sangat polos


"Apa?!!!" Kata Tania dengan sedikit berteriak


"Sssttt... Tania jangan berteriak!!" Kata Reza


"Memangnya kau pernah melihat Miss Rani tersenyum?!!" Tanya Tania penasaran, belum sempat Reza menjawab, Naina menghampiri mereka berdua


"Apa kalian berdua sudah tidak punya pekerjaan sama sekali?!!" Bentak Naina mengejutkan mereka berdua


"Maaf... Maaf, sekertaris Naina!!" Kata Tania meminta maaf kepada Naina yang sedang menatap tajam ke arah Tania dan juga Reza


"Lain kali jika masih ada orang yang membicarakan Miss Rani lagi, aku akan langsung memecat orang itu pada saat itu juga!!" Bentak Naina kepada semua karyawan yang ada di tempat itu


"Maaf sekertaris Naina!!!" Tania meminta maaf lagi


"Maaf sekertaris Naina, untuk kesalahan kami, kami tidak akan mengulanginya lagi!!" Ucap Reza meminta maaf, dan setelah itu Tania dan Reza kembali ke pekerjaannya, dan Naina langsung pergi ke ruangan sang CEO.

__ADS_1


Beberapa hal lagi yang kalian harus ketahui, jika Rani sedang bad mood dan memasang tampang yang menyeramkan jangan pernah di ajak untuk bicara, jangankan di ajak untuk bicara, di sentuh sedikit saja dia langsung menatap tajam ke arah orang yang menyentuhnya, dan jangan pernah berbuat kesalahan sama sekali jika Rani sedang seperti itu, karena dia bisa menghukum orang semaunya, dan untung saja tadi percakapan di antara Reza dan Tania tadi tidak di dengar langsung oleh sang CEO dingin and monster tersebut, jika Rani mendengar percakapan mereka tadi, mungkin saja Reza dan Tania sudah habis-habisan di hukum oleh Rani, dannnn.... untung saja sekertaris Naina masih sedikit berbaik hati kepada mereka berdua, sekertaris Naina hanya membentak mereka berdua saja tadi, biasanya jika ada yang melakukan kesalahan, sekertaris Naina langsung mengambil tindakan yang lumayan menyakitkan bagi mereka, oleh karena itu banyak para karyawan yang keluar dari perusahaan, tapi karena Edward group banyak digilai oleh orang-orang jadi tidak sulit untuk mendapatkan karyawan baru, oleh karena setiap harinya banyak orang yang datang untuk melamar pekerjaan di Edward group, tapi hanya beberapa orang saja yang dibutuhkan, dan orang yang dibutuhkan pasti harus memiliki potensi yang sangat tinggi.



__ADS_2