
Mansion Maharani termasuk jajaran tempat tinggal yang sangat mewah, megah dan indah bagaikan istana, mansion itu juga termasuk sangat luas sekali dari mansion mewah lainnya, dan bahkan seluruh mansion itu dari lantai satu sampai lantai tiga semuanya hampir berlapis emas, setiap orang yang melihat mansion itu pasti sangat iri hati sekali, bahkan juga ada yang berniat untuk memiliki mansion bak istana itu, tapi... berbeda dengan semua penglihatannya yang sangat indah, mansion itu memiliki sisi kehidupan yang sangat amat gelap, apalagi saat di lantai tiga, di sana tampak seperti tidak ada kehidupan sama sekali, hanya Rani Maharani yang tinggal sendiri di kamarnya yang terletak di lantai tiga itu, para pelayan saja tidak berani untuk naik ke lantai tiga jika seorang diri, minimal harus ada lima orang yang naik ke lantai tiga baru mereka berani, jangankan para pelayan yang ada di mansion itu, Naina dan Lidya saja tidak cukup berani untuk naik ke lantai tiga sendiri, mereka harus ditemani satu sama lain jika ingin memberitahu suatu hal yang termasuk penting kepada tuannya itu, mereka yang ada di mansion itu benar-benar tidak mengerti kenapa tuannya itu berani sekali di tempat yang sangat sunyi dan terlihat sangat seram begitu padahal tuannya adalah seorang gadis, mungkin jika gadis lain mereka benar-benar tidak akan berani menginjakkan kaki di mansion itu.
"Miss Rani, hari ini kau akan mengadakan pertemuan dengan tuan Villas dari grup Villas, apa anda ingin datang ke pertemuan itu, Miss?" Tanya Naina kepada atasannya yang sedang sibuk memantau cara kerja para pegawainya melalui kamera pemantau yang disambungkan di laptopnya, Rani pun berpikir sejenak mendengar perkataan dari sekertarisnya itu
"Apa untungnya jika aku datang ke pertemuan itu?" Kata Rani dengan nada yang sangat angkuh
"Tuan Villas ingin membahas urusan tentang kerja sama dengan perusahaan kita yang telah dia tawarkan minggu lalu, Miss!!" Jawab Naina menjelaskan
"Hmmmm.... Kerja sama lagi, sangat membosankan sekali orang-orang itu, apa mereka tidak bisa menyerah saja, setelah lima kali aku tolak waktu, bahkan mereka masih berharap untuk membahas itu lagi!!" Kata Rani merendahkan lawannya di masa yang akan datang nanti
__ADS_1
"Apa tidak ada hal lain hari ini, kenapa harus membahas group Villas?" Kata Rani kepada Naina lagi dengan nada datar
"Maaf Miss, aku kira anda akan berubah pikiran dan akan datang ke pertemuan itu, jadi aku memberitahu kepada anda!!" Kata Naina dengan membungkukkan tubuhnya
"Apa selama ini kau pernah melihat aku merubah sikap dan pendirian ku, Naina?!!" Kata Rani dengan nada mengintimidasi
"Jika kau tahu, kenapa tidak membahas hal lain saja, apa tidak ada lagi jadwal ku hari ini?!!" Kata Rani lagi dengan nada datar
"Tidak ada Miss" jawab Naina
__ADS_1
"Apa ada acara untuk ku besok malam?" Tanya Rani
"Iya Miss, ini adalah undangan VVIP di acara pelelangan besok malam, dan kali ini barang yang akan dilelang di acara itu adalah berlian Tiger Villain!!" Kata Naina sambil menaruh undangan VVIP di atas meja Rani
"Bagus sekali, berlian Tiger Villain adalah berlian yang sangat diincar oleh banyak orang, dan berlian juga sangat mahal dan sangat indah sekali, aku sudah sepuluh tahun mengincar berlian ini, jadi jangan sampai lepas, aku ingin mendapatkannya dengan cara apapun!!" Kata Rani sangat bertekad sekali, Naina pun hanya mengangguk dengan perkataan atasannya.
Rani pun mematikan kamera pengawas di laptopnya, dan dia mengutak-atik sesuatu di laptopnya yang lain, Rani menyuruh Naina untuk kembali ke tugasnya, Naina pun kembali ke pekerjaannya dengan sikap yang sangat amat tenang, dia pun menyusun rencana yang akan digunakan oleh atasannya di acara pelelangan besok malam, Rani mencari semua informasi data setiap orang yang akan datang di acara pelelangan itu, dia begitu sangat teliti sehingga dia akhirnya dia menemukan orang yang sudah menjadi sasarannya itu, rupanya benar saja dengan kemampuan Rani yang bisa menyadap data milik orang lain, akhirnya dia menemukan orang itu, rupanya dia tidak menggunakan namanya sendiri melainkan orang itu menggunakan nama saudara perempuannya untuk datang ke pesta itu
"Dasar rubah tua yang sangat licik dan picik, kau masih berani menggunakan nama saudari ku, kau pikir aku sangat bodoh sehingga kau menggunakan nama itu semau mu saja, kau kira aku tidak tahu siapa orang di balik nama itu, aku tidak akan biarkan kau mendapatkan apa yang Rani Maharani inginkan selama ini!!!" Kata Rani dengan senyum yang terlihat mengerikan.
__ADS_1