CEO coldly married BOS Mafia

CEO coldly married BOS Mafia
Episode 14 (Merendahkan Rani)


__ADS_3

Keesokan harinya tepat jam sepuluh pagi, Rani langsung ke perusahaan anak cabangnya, dan seperti biasa sikap para karyawan itu sama seperti karyawan di perusahaan pusat, para karyawan itu langsung memasang wajah yang ketakutan ketika melihat tampang Rani (parah ya, di kira Miss Rani itu hantu apa, sampai pada ketakutan gitu๐Ÿ˜’๐Ÿ˜’) mungkin dari beberapa karyawan mengenali Rani kalau dia adalah bos besarnya, dan mungkin banyak juga yang tidak mengetahuinya, karena selama ini dia hanya tinggal menyuruh Naina saja jika ada masalah yang tidak penting bagi dirinya, di beberapa perusahaan.


"Miss R, anda bisa tunggu sebentar di ruangan ini, saya akan langsung memanggil Tina Chin sebentar!!" kata Chen Yi sambil mempersilahkan Rani untuk menunggu di ruang tunggu yang khusus untuk tamu VVIP


Rani pun langsung duduk dan setelah itu Chen Yi meninggalkan Rani di ruangan itu untuk memanggil Tina Chin.


Lima menit, sepuluh menit, dua puluh menit sudah berlalu, tapi orang yang dimaksud oleh Chen Yi belum tampak juga wajah dan hidungnya, Rani tampak terlihat sangat geram sekali, dia pun langsung menghubungi Chen Yi untuk bertanya, dan Chen Yi mengatakan bahwa orang yang dimaksud oleh dirinya sudah pergi dari ruangannya dari tadi, Rani pun semakin geram menjadi-jadi setelah mendengar jawaban dari Chen Yi, dan Rani pun langsung mengakhiri panggilannya begitu saja.


Satu setengah jam Rani sudah menunggu di ruangan itu, dan tiba-tiba masuk seorang wanita ke ruangan itu


"Selamat datang Nona Rani, apa anda sudah sangat lama menunggu saya, Nona?!!" kata wanita itu dengan rasa tidak bersalah kepada Rani, wanita itu tidak lain adalah Tina Chin, penanggung jawab perusahaan anak cabang itu


"Apa kau selalu memperlakukan para pelanggan mu seperti ini nona Tina? Membuatnya untuk menunggu selama berjam-jam?!!" kata Rani dengan nada datar


"Maaf nona Rani, saya tadi mempunyai urusan yang sangat mendadak sekali, jadi saya pergi sebentar!!" kata Tina Chin sambil tersenyum kepada Rani tanpa merasa bersalah


"Apa urusan yang sangat mendadak itu? apa urusan mu lebih penting dari seorang pelanggan?!!" bentak Rani kepada Tina Chin sangat marah


"Maaf nona Rani, tapi sekarang anda tidak perlu marah lagi seperti itu, sekarang anda bisa memilih perhiasan atau berlian yang anda inginkan, dan sebagai penebus kesalahan saya, anda bisa memilih satu perhiasan atau berlian lagi secara gratis, anggap saja sebagai bonus dari perusahaan kami, karena anda telah membeli sesuatu dari perusahaan kami!!" kata Tina Chin kepada Rani


Rani pun agak terkejut mendengar perkataan dari Tina Chin

__ADS_1


"Apa maksud anda nona Tina? dan apa maksudnya dengan bonus?!!" tanya Rani


"Iya nona Rani, silahkan anda membeli perhiasan atau berlian dari perusahaan kami, dan karena tadi saya membuat nona Rani marah, nona Rani bisa memilih salah satu perhiasan lagi yang anda sukai, anggap saja itu sebagai bonus karena telah membeli barang dari perusahaan kami!!" kata Tina menjelaskan lagi kepada Rani dengan wajah tersenyum


Tina tidak sadar bahwa dia sedang berhadapan dengan pemilik perusahaan itu


"Apa kau selalu berbuat hal seperti ini, kepada para pelanggan yang kau buat kesal, nona Tina?!!" kata Rani lagi dengan nada datar


"Benar nona Rani, ini adalah aturan dari perusahaan, siapa pun yang membuat para pelanggan kesal, perusahaan akan memberikan perhiasan ataupun berlian secara gratis, dan kami meminta kepada mereka anggap saja sebagai bonus!!" kata Tina menjelaskan dengan gamblangnya, dia benar-benar tidak sadar bahwa yang ada dihadapannya saat ini adalah pemilik perusahaan itu


"Sejak kapan hal dermawan seperti ini berlangsung?!!" batin Rani dengan nada sangat geram


"Kalau begitu, perusahaan yang sangat dermawan ini, pasti memiliki banyak pelanggan bukan!! tapi kenapa hari ini terlihat tidak ada pelanggan sama sekali yang datang untuk membeli?!!" kata Rani sambil menahan rasa amarahnya


"Bedebah si*lan..... kau yang membuat perusahaan ini kehabisan bahan baku untuk penjualan!!" batin Rani sangat kesal sambil mengepalkan kedua tangannya.


Rani pun mengajukan beberapa pertanyaan kepada Tina sambil berpura-pura memilih berlian, Tina pun menjawab perkataan dari Rani sejujurnya tapi entah itu benar atau tidak, dan seketika Rani pun bangkit dari duduknya dan mendekati Tina


"Ada apa nona Rani?!!" tanya Tina merasa heran karena tiba-tiba dia merasakan aura dingin dari Rani


"Nona Tina, apa anda pernah merasakan tamparan dari seseorang?!!" kata Rani sambil membunyikan jari-jari tangannya yang merasa kaku

__ADS_1


"Apa maksud anda nona Rani? aku tidak mengerti!!" kata Tina sambil tersenyum kepada Rani


PLAKZZZZ...... PLAKZZZZ...


Rani menampar wajah Tina dua kali


"Nona Rani, apa maksud anda dengan menampar saya?!!" kata Tina merasa tidak terima karena ditampar oleh Rani


"Aku bisa memberikan waktu lima detik kepada mu, untuk memikirkan kenapa aku menampar dirimu!!" kata Rani dengan nada datar sambil mengelap tangannya yang digunakan untuk menampar Tina tadi


"Nona Rani, jika anda tidak ingin membeli berlian atau perhiasan dari perusahaan kami, katakan saja!! untuk apa kau menampar ku seperti ini?!" kata Tina dengan nada membentak kepada Rani


"Aku adalah pemilik dari perusahaan ini, untuk apa aku membeli berlian dari perusahaan ku sendiri!!" kata Rani sambil menatap tajam kearah Tina


Tina pun terkejut dengan perkataan Rani, dia pun melihat seksama dari atas sampai bawah pakaian yang dikenakan oleh Rani, dan tiba-tiba saja Tina Chin tertawa terbahak-bahak


"Apa ada yang lucu?!!" kata Rani dengan nada datar


"Nona Rani, kau ini sedang bermimpi di siang bolong, atau sedang menghayal? coba kau lihat pakaian yang Anda kenakan itu!!" kata Tina menghentikan tawanya sambil menunjuk pakaian yang dikenakan oleh Rani


"Ada apa dengan pakaian ku?!" kata Rani dengan nada dingin

__ADS_1


"Apa anda tahu nona Rani, pakaian anda dengan pakaian ku saja, masih terlihat mahal pakaian yang aku kenakan!! dari pakaian saja anda terlihat tidak begitu mempunyai banyak uang, tapi anda sedang mengaku-aku sebagai pemilik perusahaan ini, hahaha... sangat lucu sekali!!" kata Tina merendahkan Rani


Rani benar-benar merasa geram sekali dengan perkataan Tina Chin itu, karena memang benar dengan apa yang dia katakan barusan, pakaian yang dikenakan oleh Tina memang terlihat mahal dan berkelas, tidak seperti pakaian Rani yang di kenakan pada saat ini, terlalu sederhana dan tidak terlihat mahal, tapi jangan salah, walaupun pakaian itu terlihat sederhana dan tidak begitu mewah, pakaian yang di kenakan Rani itu sangat mahal sekali harganya, mungkin karena kesederhanaan dari pakaian Rani itulah Tina Chin berani merendahkan Rani.


__ADS_2