
Satu setengah jam pun berlalu, akhirnya rapat selesai juga, suasana ruang rapat yang tadinya begitu mencekam, menakutkan, dan sekaligus takut untuk bernafas, akhirnya setelah bos besar Edward group keluar dari ruangan rapat itu, semua karyawan akhirnya bisa bernafas dengan lega.
"Akhirnya... Rapat kali ini tidak ada masalah sama sekali, sehingga bisa selesai dengan cepat!!" Kata Tania sambil menghembuskan nafas karena lega
"Memangnya rapat bulanan seperti ini biasanya akan berlangsung berapa lama?" Tanya Reza agak penasaran
"Biasanya rapat seperti ini akan berlangsung sangat lama, kira-kira selama tiga atau empat jam, itu juga kalau tidak ada kesalahan, tapi jika ada kesalahan, rapat ini akan terus berlanjut sampai sumber kesalahan selesai, dan sumber kesalahan harus selesai dalam hari itu juga!!" Kata Tania lagi memberitahu Reza, Reza pun hanya mengangguk sedikit mengerti dengan apa yang dimaksud Tania, dia pun membereskan peralatan rapat tadi dan keluar dari ruangan rapat bersama seniornya, yaitu Tania.
Di ruangan CEO, Rani sedang menatap ke luar jendela sambil memikirkan sesuatu, entah apa yang sedang dipikirkan olehnya, karena yang tahu hanya tuhan dan dirinya saja, orang lain tidak mungkin tahu apa yang sedang dia pikirkan, Naina yang tiba-tiba masuk ke ruangannya jadi terasa heran, karena ini baru pertama kalinya dia melihat Rani yang biasanya fokus dalam pekerjaan dan tidak pernah melamun sama sekali, hari ini dia terlihat sedang memikirkan sesuatu.
"Apa kau sudah puas di sana dan memperhatikan diriku seperti itu, Naina?!!" Kata Rani dengan nada dingin masih dengan posisi yang tadi, dia sadar bahwa Naina sedang menatap dirinya dari tadi
"Ah.. sorry Miss!!" Kata Naina dan dia langsung berjalan mendekati tuannya itu
"Miss, ini laporan penjualan tahun ini!!" Kata Naina lagi sambil mengerahkan laporan penjualan tahunan kepada Rani, Rani pun mengambil laporan itu
__ADS_1
"Baiklah, kau boleh pergi, dan lain kali kau harus mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ke ruangan ku!!" Kata Rani dengan nada datar
"Yes Miss..!!" Jawab Naina, setelah itu dia keluar dari ruangan Rani
"Ada apa dengan Miss Rani hari ini? Bukankah tadi masih baik-baik saja, kenapa dia bisa melamun seperti itu, bahkan aku sudah mengetuk pintu ruangannya tadi sebanyak lima kali, tapi dia tidak dengar sama sekali!!" Batin Naina sambil menatap pintu ruangan CEO yang berlapis perak itu dengan rasa heran, setelah itu dia kembali ke meja kerjanya.
"Reza, ini sudah waktunya untuk pulang kerja, apa kau tidak ingin pulang?" Tanya Tania kepada Reza sambil membereskan barang-barangnya bersiap untuk pulang kerja
"Sebentar lagi kak, tugas yang kau berikan tadi sedikit lagi akan selesai!!" Kata Reza kepada Tania sambil tersenyum
"Tidak kak, ini akan selesai setengah jam lagi!! Lagi pula supaya besok tidak terlalu banyak pekerjaan yang menumpuk!!" Jawab Reza lagi
"Oh... Ya sudahlah jika itu mau mu, kalau begitu aku pulang terlebih dahulu ya, hati-hati ya jika kau bertemu dengan Miss Rani nantinya!! Kau masih ingat kan ucapan dariku?" Kata Tania
"Tenang kak, aku masih ingat!!" Jawab Reza, Tania pun langsung meninggalkan Reza, sedangkan Reza kembali melanjutkan tugasnya yang ingin dia selesaikan, tidak berapa lama setelah Tania pulang, Rani keluar dari ruangannya dan melewati ruangan administrasi, dia agak heran ini sudah waktunya jam pulang kerja, tapi kenapa di ruangan itu masih ada yang sedang bekerja
__ADS_1
"Naina, siapa yang masih bekerja di jam segini? Biasanya jika sudah waktunya pulang kerja ruangan ini sudah tidak ada orang, tapi kenapa hari ini kelihatannya masih ada yang bekerja?" Kata Rani dengan nada datar
"Miss, mungkin itu adalah anak baru yang sedang menyelesaikan pekerjaannya!!" Jawab Naina
"Oh..." Kata Rani singkat, setelah itu dia pergi dari tempat itu, tanpa Rani sadari bahwa ada sepasang mata yang melihat dan mendengar percakapannya barusan.
Malam harinya di mansion Maharani seperti biasa Rani berpesan kepada Naina dan Lidya untuk tidak ada orang lain yang mengganggu dirinya, jika ada yang mengganggu dirinya mereka pasti sudah tahu konsekuensinya, dan seperti biasa pula ke dua orang itu mematuhi perintah atasannya itu, tapi mereka berdua terlihat heran, kenapa akhir-akhir ini atasannya itu tidak ingin di ganggu oleh siapapun
"Naina, apa kau tidak menyadari bahwa sikap Miss Rani akhir-akhir ini terlihat berubah?" Tanya Lidya kepada Naina di dalam kamar
"Aku rasa Miss Rani memang sedikit berubah akhir-akhir ini, apa kau tahu, tadi aku juga sempat melihat Miss Rani sedang melamun di perusahaan!!" Kata Naina kepada Lidya yang bersiap-siap ingin tidur
"Benarkah..?!!" Kata Lidya tidak percaya
"Ehem.. tapi ya sudahlah, kita tidak usah berpikir terlalu jauh tentang Miss Rani, sudah malam lebih baik sekarang kita tidur!!" Kata Naina lagi dan dia pun langsung mematikan lampu, Lidya juga langsung merebahkan dirinya, tapi dia merasa heran kenapa tiga hari ini sikap atasannya itu kelihatan berubah.
__ADS_1