
Acara pesta pertunangan akan dilaksanakan satu jam lagi, Rani sedang berhias di kamarnya secantik mungkin, di bantu oleh para penata rias kelas atas
"Miss Rani, kau sungguh sangat cantik sekali, bahkan hanya dengan riasan tipis saja kau sudah begitu sangat sangat cantik!!" kata penata rias itu memuji kecantikan Rani
Rani hanya diam saja mendengar pujian dari penata rias itu, tanpa dia sadari air mata menitik di wajah cantiknya saat ini
"Aduh Miss Rani, kenapa anda menangis?!!" tanya penata rias itu dengan nada heran
Rani pun mengusap air matanya itu
"Apa kau sudah selesai merias ku?!!" tanya Rani dengan nada datar
"Sudah Miss, tapi make up tipis anda jadi sedikit hilang, karena tetesan air mata anda tadi!!" kata penata rias itu sambil mencoba mengoles bedak lagi di wajah Rani
"Jika kau sudah selesai merias, lebih baik kalian keluar dari kamar ku sekarang!!" perintah Rani dengan nada dingin
Penata rias yang menyadari ada aura dingin di ruangan itu, mereka semua langsung membereskan barang-barangnya dan keluar dari kamar Rani
Rani pun beranjak dari meja riasnya dan mengambil selembar foto dari dalam laci di dekat tempat tidurnya
"Mam, Rani sangat merindukan mu!!" kata Rani dengan nada lirih sambil menitikkan mata melihat foto itu, ya foto yang sedang dia pegang hingga dia menitikkan air matanya saat ini adalah foto ibunya
"Rani.....!!" suara bariton pria memanggil nama Rani dengan nada lembut
Rani pun langsung mendongakkan kepalanya melihat siapa yang memanggil namanya, dan dia pun terkejut kenapa bisa ada seseorang masuk ke dalam kamarnya
"Siapa kau? Kenapa kau bisa masuk ke kamar ku?!!" bentak Rani kepada pemilik suara bariton itu
"Aku... aku...." pemilik suara bariton itu ingin mengatakan sesuatu tapi dia terlihat bingung
"Naina...!! Lidya...!!" teriak Rani dari dalam kamar memanggil dua orang kepercayaannya
Dengan sekali panggilan Naina dan Lidya pun langsung masuk ke kamar atasannya itu
"Yes Miss Rani, apa ada masalah?!!" tanya Lidya
"Siapa pria ini? kenapa dia bisa masuk ke kamar ku? kemana perginya kalian berdua?!!" bentak Rani kepada ke dua orang kepercayaannya itu
Naina dan Lidya langsung melihat kearah pria yang dimaksud oleh atasannya
"Reza?! kenapa kau bisa masuk ke kamar milik Miss Rani?!!" tanya Naina kepada orang itu merasa heran
"Siapa?!!!" kata Rani dengan nada terkejut
__ADS_1
"Maaf Miss Rani, sebenarnya pria ini adalah calon tunangan anda, yaitu Reza!!" kata Lidya memberitahu atasannya
"Apa? apa kalian tidak sedang salah mengenali orang lain?!!" tanya Rani kepada mereka berdua dengan nada tidak percaya sama sekali bahwa orang yang ada dihadapannya ini adalah Reza
"Maaf Miss Rani, sebenarnya waktu itu saat kau kembali dari China, di perjalanan menuju mansion aku ingin memberikan foto perubahan dari Reza setelah melakukan perawatan wajah, tapi aku tidak jadi memberitahu karena saat itu kau sedang merasa tidak senang, dan oleh karena itu mengurungkan niat ku!!" kata Naina menjelaskan kepada atasannya itu
Rani pun mengerutkan keningnya dan melihat penampilan pria itu
"Heh... teryata benar, apa yang dikatakan orang, perawatan diri dan pakaian mahal bisa merubah penampilan orang lain!!" kata Rani sambil tersenyum kecut
"Ya sudahlah, kalian berdua boleh keluar terlebih dahulu, sambut para tamu yang sudah datang, dan ingat, jangan sampai membuat Shanti kelelahan!!" kata Rani kepada Naina dan Lidya
"Baik Miss Rani!!" jawab Naina dan Lidya serempak
Setelah itu mereka keluar dari kamar Rani, tapi tidak dengan Reza, Rani yang menyadari bahwa Reza masih ada di kamarnya langsung menatap Reza dengan tatapan tajam sementara
"Kau turun saja terlebih dahulu!!" kata Rani kepada Reza dengan nada sungkan sambil meletakkan foto ibunya kembali di laci
"Sayang, jika kita tidak turun bersama, bagaimana para tamu akan menganggap kita sebagai tunangan?!!" kata Reza dengan senyuman menyeringai
Rani agak kesal dengan panggilan Reza kepada dirinya
"Aku harap kau masih ingat dengan perjanjian kontrak yang kau tanda tangani waktu itu!!" kata Rani dengan wajah kesal
Rani langsung mendorong tubuh Reza secara kasar
"Jangan pernah melanggar batasan mu Reza, kau harus ingat bahwa kau hanya pasangan kontrak bagi diriku!!" kata Rani dengan kesal sekali setelah itu dia keluar dari kamarnya
"Tenang saja Rani, aku tidak akan melanggar batasan ku, aku hanya ingin kau mengingat ku!!" Gumam Reza sambil tersenyum menatap kepergian Rani, setelah itu dia keluar dari kamar Rani.
"Hei Tania, dimana junior kesayangan mu itu? kenapa dia tidak ada di sini?!!" tanya Ken kepada Tania yang sedang meminum jus
"Aku juga tidak tahu Ken, dua hari ini dia juga tidak mengabari ku!!" jawab Tania
"Oh... aku kira kau mengetahuinya, kalau begitu aku tinggal dulu ya!!" kata Ken kepada Tania
"Baiklah..!!" jawab Tania lagi
Ken pun pergi meninggalkan Tania
"Kemana Reza? kenapa dua hari dia tidak datang ke kantor? dan ponselnya juga tidak aktif selama dua hari ini!!" batin Tania meminum jusnya sambil berpikir
"Atau jangan-jangan karena dia tahu Miss Rani akan bertunangan hari ini, jadi dia patah hati dan mengurung dirinya di rumah!! hufft.... malang sekali kisah cinta mu Reza!! tapi pria mana yang bisa mendapat keberuntungan seperti ini dari Miss Rani?!!" gumam Tania
__ADS_1
"Hei.. hei.. coba lihat di sana, Miss Rani terlihat sangat cantik sekali!! dan pria yang ada di belakangnya juga terlihat sangat tampan, apa itu calon tunangannya?!!" kata seorang wanita berkata kepada temannya saat melihat Rani dan Reza turun dari tangga
Tania pun melihat ke arah yang dimaksud oleh wanita itu
"Sepertinya itu adalah calon tunangan Miss Rani, rupanya pria itu yang mendapat keberuntungan dari Miss Rani!! hufft... Reza, untunglah kau tidak ada di sini, jika tidak aku tidak akan tahu bagaimana kau menghadapi kenyataan ini!!" Gumam Tania lagi
Tania memang tidak tahu bahwa yang sedang bersama bos besarnya itu adalah Reza, jangankan Tania, Rani juga tidak mengetahui kalau pria itu adalah Reza.
Acara pertunangan pun segera dilangsungkan, sehingga Reza dan Rani saling bertukar cincin pertunangan satu sama lain
Selama acara Rani memasang wajah yang sangat tidak bersahabat sama sekali dengan para tamunya, sedangkan Reza selalu tersenyum manis menyambut para tamunya
Shanti yang melihat tampang berbeda dari mereka berdua langsung merasa sangat tidak senang, tentu saja dia tidak senang, karena Rani selalu memasang wajah yang tidak enak di pandang oleh mata
"Sayang, kenapa kau selalu memasang wajah seperti itu!!" kata Reza berbisik kepada Rani sambil tersenyum manis
"Jangan panggil aku dengan panggilan itu!!" kata Rani mengecilkan suaranya kepada Reza, Reza hanya menanggapi Rani dengan senyuman manis
Sedangkan setelah itu Rani langsung meninggalkan Reza dan acaranya begitu saja, Reza yang melihat Rani pergi pun tampak bingung dan dia mengikuti Rani dari belakang.
Foto Rani saat acara pertunangan
Foto Reza sebelum bertunangan
Foto Reza saat acara pertunangan
******
hai guys.... mereka sudah masuk ke tahap awal yang serius nih
Duh gimana kedepannya...
Selalu stay terus ya buat bacanya, karena mungkin episode ke depan bakal lebih seru lagi nih!!!
buat kalian yang selalu setia sama mereka terima kasih banget
dan buat kalian yang baru baca atau sekedar mampir jangan lupa dukungannya ya
__ADS_1
yaitu like, saran dan votenya, makasih guyssss....