CEO coldly married BOS Mafia

CEO coldly married BOS Mafia
Episode 19 (Meringis kesakitan)


__ADS_3

Keesokan harinya setelah hari pertunangan, Rani langsung pergi bekerja seperti biasa, bahkan hari ini dia terlihat datang lebih pagi dari hari biasanya, hari ini Rani bukan lagi berstatus sebagai CEO Cantik dingin yang masih lajang, tapi sebagai CEO dingin yang sudah bertunangan dan tunangannya adalah salah satu karyawan pria di perusahaannya, tidak ada yang tahu bahwa dia bertunangan dengan karyawannya sendiri, kecuali dua orang kepercayaannya, Shanti dan pria yang berstatus sebagai tunangannya saja.


"Naina, hari ini dan seterusnya biarkan Reza bebas untuk keluar masuk ke ruangan ku!!" perintah Rani kepada Naina


Naina yang sedang menyerahkan beberapa berkas kepada Rani, dia pun langsung terkesiap ketika mendengar perkataan bos besarnya itu, dia pun menatap bosnya itu dengan perasaan penuh tanda tanya


Rani yang merasa di tatap seperti itu oleh sekertarisnya langsung mengetuk meja kerjanya, sehingga Naina pun tersadar bahwa dia sedang menatap atasannya dengan perasaan heran


"Apa kau mendengarkan perkataan ku tadi, Naina?!!" kata Rani menatap Rani dengan tatapan tidak senang


"Iya... iya... Miss Rani, aku mendengar perkataan anda, anda bilang bahwa hari ini dan seterusnya Reza bebas keluar masuk ke ruangan anda!!" kata Naina mengulang perkataan atasannya tadi


Rani hanya mengangguk membenarkan ucapan Naina itu, dan setelah itu dia menyuruh Naina untuk keluar dari ruangannya.


Sedangkan di luar ruangan CEO, Naina benar-benar sedang berpikir tentang perkataan atasannya


"Ini pertama kalinya, Miss Rani memperbolehkan seorang pria untuk keluar masuk ke ruangannya secara bebas!! apa ini karena Reza adalah tunangannya, jadi Miss Rani memberikan kebebasan kepada dirinya?!!" batin Naina merasa sangat bingung.


Sedangkan di dalam ruangan CEO, Rani sedang mengacak-acak rambutnya karena frustasi memikirkan perintahnya tadi kepada Naina


"Kenapa aku memberikan perintah itu kepada Naina?!! bisa-bisanya aku memberikan kebebasan kepada seorang pria untuk keluar masuk keruangan ku!! ini benar-benar perintah yang sangat konyol sekali!!" gerutu Rani, dia merasa frustasi dengan perintah yang dia berikan kepada Naina.


Di bagian administrasi, Reza sangat amat sibuk dengan pekerjaannya yang sangat menumpuk, akibat dia tidak masuk bekerja selama dua hari, Tania yang melihat Reza sangat fokus dengan pekerjaannya merasa salah faham, Tania mengira Reza sedang melampiaskan patah hatinya kepada setumpuk pekerjaannya itu


"Reza, ini untuk mu!!" kata Tania sambil memberikan coklat kepada Reza


"Coklat? untuk apa kau memberikan coklat kepada ku, Tania?" kata Reza sambil menautkan kedua alisnya karena merasa sangat bingung


"Sudah kau makan saja, supaya kau tidak patah hati lagi!!" ucap Shanti


"Patah hati? patah hati untuk hal apa?" kata Reza lagi semakin bingung dengan ucapan Tania


"Sudahlah Reza, tidak usah kau tutup-tutupi dari ku, aku tahu kau pasti sangat patah hati!!" kata Tania lagi sambil menepuk pundak Reza

__ADS_1


"Ya ampun Tania, bicarakan dengan jelas, kenapa kau menganggap ku sedang patah hati?!!" kata Reza semakin penasaran


"Iya kau pasti sangat patah hati, karena kau mendengar bahwa Miss Rani sudah bertunangan, oleh karena itu pasti kau melampiaskan patah hati kepada setumpuk pekerjaan mu ini!!" kata Tania kepada Reza dengan rasa kasihan


"Sudahlah Reza, relakan saja Miss Rani, kau tidak akan bisa bersaing dengan tunangan Miss Rani, asal kau tahu tunangan Miss Rani itu sangat tampan sekali, dan kelihatannya dia pria dari kalangan kelas atas, mereka juga terlihat sangat serasi sekali!!" kata Tania lagi kepada Reza


Reza yang mendengar perkataan dari Tania rasanya ingin tertawa terbahak-bahak, rupanya tampilan dia saat di acara pertunangan benar-benar berubah total, sehingga Tania saja tidak sadar bahwa orang yang ada dia bicarakan itu ada dihadapannya saat ini.


Sedangkan di ruangan CEO, Rani sedang meringis kesakitan


"Ya tuhan, kenapa harus saat ini?!!" kata Rani sambil menahan rasa sakit yang menggerogoti dirinya saat ini


Rani mengepalkan tangannya dan mencoba menahan rasa sakit itu, Rani ingin berjalan menuju sofa untuk berbaring sejenak di sana, namun saat berjalan tangan Rani tidak sengaja menyenggol hiasan yang ada di mejanya sehingga terjatuh, kebetulan Rani saat ini tidak membuat ruangannya kedap suara, jadi suara barang jatuh itu terdengar sampai ke meja kerja Naina


Naina pun langsung masuk ke ruangan atasannya ketika mendengar suara itu, Naina langsung terlihat panik ketika melihat atasannya yang terlihat sedang kesakitan


"Miss Rani, apa rasa sakit mu kambuh lagi?!!" tanya Naina sangat khawatir


Rani tidak menjawab pertanyaan Naina yang terdengar khawatir itu, Naina membantu atasannya untuk menuju sofa


Rani tetap saja tidak bergeming untuk menjawab pertanyaan dari sekertarisnya, saat ini dia hanya sedang menahan rasa sakit yang menggerogoti dirinya


Naina pun langsung menelpon Claudia tanpa bertanya lagi kepada Rani.


Sepuluh menit kemudian, Claudia sampai di Edward group dengan langkah yang sangat terburu-buru, tiba-tiba telpon Claudia berdering rupanya itu dari Naina


"Ya Naina, aku sudah ada di sini, dan akan ke ruangan CEO!!" kata Claudia dengan langkah yang masih terburu-buru


Tania yang baru saja keluar dari toilet dan ingin masuk ke bagian administrasi, dia sempat melihat Claudia dengan langkah terburu-buru, Tania merasa sangat heran


"Sedang apa dokter Claudia di sini?!" batin Tania penasaran


Reza yang melihat Tania seperti sedang melamun langsung menepuk pundak seniornya itu

__ADS_1


"Tania, kau kenapa melamun di sini?" tanya Reza dengan rasa penasaran


"Tadi aku melihat dokter Claudia!!" jawab Tania


"Dokter Claudia? siapa dia? kenapa seorang dokter bisa ada di sini, bukankah dokter seharusnya ada di rumah sakit untuk mengurus para pasiennya?!!" kata Reza sambil mengulas sedikit senyuman dengan rasa heran


"Kau ini, aku memang tahu dokter seharusnya ada di rumah sakit, tapi dokter Claudia ini adalah dokter pribadi Miss Rani!!" kata Tania sambil memukul lengan Reza


"Dokter pribadi Miss Rani?" kata Reza lagi merasa tidak yakin dengan ucapan Tania


"Iya, dokter Claudia itu adalah dokter pribadi Miss Rani!! tapi seingat ku, dokter Claudia sudah lama tidak kemari, tapi kenapa sekarang dia datang kemari, dan langkahnya juga sangat terburu-buru, bahkan dia sangat panik sekali?!!" kata Tania menautkan kedua alisnya merasa heran


Reza pun jadi terlihat panik mendengar perkataan Tania, dia pun langsung berlari meninggalkan Tania begitu saja


"Hei Reza...!! kau ingin kemana?!!" teriak Tania, tapi Reza tidak mendengar teriakkan dari Tania


Reza ke meja kerja Naina, tapi dia tidak menemukan Naina di sana, karena tidak menemukan Naina, akhirnya dia langsung masuk begitu saja ke ruangan CEO tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Naina dan Claudia terkejut melihat Reza menerobos masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, rasanya dia ingin membentak Reza saat itu, tapi seketika dia mengingat perkataan dari bosnya untuk membebaskan Reza untuk keluar masuk keruangan kerjanya, sedangkan Claudia masih sangat terkejut sekaligus heran, kenapa ada seorang pria yang berani menerobos ruangan CEO, dan saat ini Naina juga membiarkannya begitu saja.


******


hi guys....


jangan lupa untuk terus mampir ya


dan semoga kalian para readers yang setia selalu di berikan kesehatan, dan kalian juga menjaga kesehatan ya....


terima kasih untuk kedatangan kalian di novel ini, jangan lupa di kasih like, saran nya ya


kalau boleh kasih votenya juga ya


aku pasti senang banget ☺☺

__ADS_1


makasih para readers tersayang


__ADS_2