
Rani pergi ke taman bunga, dia duduk di sana seorang diri, Reza mengikuti sampai ke tempat itu, dan dia ingin menghampiri Rani, tapi tiba-tiba pundaknya di tepuk oleh seseorang, akhirnya Reza tidak jadi menghampiri Rani.
"Rani, kenapa kau ada di sini? kenapa kau meninggalkan acara mu?!" kata Shanti menghampiri Rani
"Aku merasa bosan saja di dalam, oleh karena itu aku keluar!!" jawab Rani sungkan sambil menghapus air mata yang dari tadi membasahi wajah cantiknya
"Apa kau sedang menangis?" tanya Shanti dengan rasa heran
"Menangis?! heh... untuk apa aku menangis? tidak ada gunanya aku menangis, lagi pula hal apa yang bisa membuat ku menangis?!!" kata Rani kembali memasang wajah dingin
"Ini sudah malam, dan kau sudah hampir satu setengah jam menghilang dari acara, apa kau tidak ingin mengakhiri acara ini?!!" kata Shanti
"Kenapa kau tidak akhiri saja pesta ini, bukankah kau yang memulai acaranya tadi!!" kata Rani dengan rasa sungkan
"Kau ini..."
"Sayang... rupanya kau ada di sini!!" kata Reza menghampiri Rani dan Shanti
Rani pun merasa geram sekali dengan Reza, yang lagi-lagi memanggil dirinya dengan panggilan sayang
Rani pun beranjak dari tempat itu
"Sayang, kau mau kemana?!!" tanya Reza kepada Rani
Rani tidak menghiraukan perkataan Reza, melainkan dia langsung masuk ke pesta lagi
"Kenapa kau masih di sini? cepat kembali bersama tunangan es mu itu!!" kata Shanti kepada Reza menyuruhnya untuk mengikuti Rani
Reza pun berlari menyusul Rani dan setelah itu dia langsung menggandeng tangan Rani, Rani pun terkesiap ketika Reza menggandeng tangannya
"Apa yang kau lakukan? cepat lepaskan tangan mu dari diriku sebelum ada yang melihatnya!!" kata Rani menatap tajam kepada Reza
"Sayang, kita memang harus seperti ini, supaya terlihat romantis!!" kata Reza sambil tersenyum manis kepada wanita disampingnya itu
"Bukankah sudah ku bilang jangan panggil aku dengan sebutan yang sangat menjijikkan itu!!" kata Rani sangat geram
"Lalu aku harus memanggil mu apa? tidak mungkin aku memanggil mu Miss Rani kan? bagaimana jika nanti ada yang curiga?" kata Reza kembali mengulas senyuman
"Emm... bagaimana dengan sebutan, Babe....?? apa kau suka?!!" kata Reza berbisik di telinga Rani menggoda tunangannya itu
Rani melotot kearah Reza dengan terlihat sangat kesal, dia pun mengambil anggur dari seorang pelayan dan menjauh dari Reza.
Sedangkan di sudut lain seseorang sedang menatap Reza dengan tatapan kagum dan rasa ingin memiliki pria itu sepenuhnya
"Ya tuhan... tampan sekali dia, andai saja dia menjadi milik ku!!"
"Kenapa dia harus menjadi milik wanita monster itu?!! tapi lihat saja nanti, aku pasti akan merebut pria itu dari hidupnya dan menjadikannya milik ku!!" kata orang itu penuh dengan tekad.
"Miss Rani, selamat atas pertunangan anda!!" kata Naina menghampiri atasannya itu
__ADS_1
"Iya Miss, selamat atas pertunangan anda!!" kata Lidya menimpali
Rani diam saja ketika mendengar ucapan selamat dari dua orang kepercayaannya itu
"Miss, aku akan menghampiri Nyonya Rania dari grup J sebentar!!" kata Naina meminta izin kepada atasannya
"Pergilah!!" jawab Rani dengan nada sungkan
Naina pun langsung pergi menghampiri wakil ketua grup J
"Oh ya Miss Rani, aku mempunyai berita terkait tuan Villas!!" kata Lidya kepada atasannya itu
"Kabar apa?" kata Rani dengan nada datar
"Dari informan yang aku dapatkan, saat ini tuan Villas sedang ada di kota B, Spanyol!!" kata Lidya memberitahu Rani
"Lalu bagaimana pergerakannya?!!" tanya Rani
"Teryata tuan Villas pergi ke Spanyol untuk menghidupkan kembali perusahaannya yang sudah mati di sana!!" kata Lidya menjelaskan
"Lalu bagaimana dengan kelompok serigala putih?!!" kata Rani sambil menggoyangkan anggur yang ada ditangannya
Lidya terdiam sesaat ketika atasannya bertanya tentang kelompok serigala putih
"Kenapa kau diam saja?!!" tanya Rani ketika Lidya tidak langsung menjawab pertanyaannya
"Kenapa kau merasa gugup?!" kata Rani heran ketika merasakan bahwa Lidya terlihat gugup
"Tidak Miss, untuk apa aku gugup?!!" kata Lidya menyangkal perkataan dari atasannya itu
Rani hanya mengangguk mendengar ucapan Lidya.
Pesta pertunangan akhirnya telah usai tepat jam dua belas malam, Rani pun tampak sangat kelelahan selama acara berlangsung, dalam acara itu banyak para tamu yang bertanya tentang kesuksesan yang diraihnya, tapi tentu saja Rani tidak menjawab pertanyaan dari mereka, karena Naina selalu menjawab pertanyaan dari mereka, walaupun Naina tidak menjawab pertanyaan dari mereka, Rani pasti tetap tidak akan menjawabnya, Rani pun ingin kembali ke kamarnya karena lelah
"Rani, kau ingin kemana?!!" kata Shanti ketika melihat Rani menaiki tangga
"Acaranya sudah selesai bukan?! kalau begitu tentu saja aku ingin kembali ke kamar ku!!" kata Rani dengan nada dingin
"Rani....!! apa kau tidak mempunyai perasaan sama sekali?!!" bentak Shanti kepada Rani, sehingga Rani pun menghentikan langkahnya
"Apa maksud mu?!!" tanya Rani datar
"Tunangan mu masih ada di sini, tapi kau ingin langsung ke kamar begitu saja?!!" bentak Shanti lagi kepada Rani
"Lalu aku harus apa?!" tanya Rani dengan nada sungkan
"Apa kau tidak bisa mengajaknya berbicara sebentar, untuk membahas hal tentang pertunangan hari ini?!!" kata Shanti lagi dengan kesal
"Aku tidak punya hal apapun untuk di bicarakan kepada dirinya!!" kata Rani dengan sikap dingin dan menaiki tangga lagi
__ADS_1
"Rani...!!!" Shanti berteriak lagi kepada Rani
"Reza, hari ini aku sangat lelah, aku ingin istirahat, dan ini juga sudah malam, lebih baik kau pulang saja, jangan sampai kau telat untuk ke perusahaan besok!!" kata Rani menatap Reza dengan rasa sungkan
Reza pun terdiam mendengar perkataan dari Rani
"Reza... apa kau mendengarkan perkataan ku?!!" kata Rani lagi ketika tidak ada respon dari Reza
"Iya, Baik Miss Rani!!" jawab Reza singkat
"Rani...!! kau ini, benar-benar tidak memiliki perasaan sama sekali!!" bentak Shanti lagi sangat kesal
"Lidya, suruh seseorang untuk mengantar Reza kembali ke rumahnya, dan pastikan dia benar-benar sampai di rumah!!" perintah Rani kepada Lidya dengan nada datar, dan setelah itu dia pergi ke kamarnya
"Rani, kau...."
"Sudahlah kak Shanti, biarkan saja!!" kata Reza menenangkan Shanti
"Maaf Reza, Rani dia...."
"Sudah kak Shanti, aku tidak apa-apa, aku pasti akan terbiasa dengan sikapnya!!" kata Reza lagi
"Kak? kenapa Reza memanggil nyonya Shanti dengan sebutan kakak? apa hubungan mereka?!!" kata Lidya merasa sangat heran
"Kenapa Reza memanggil nyonya Shanti kakak?" Naina juga merasa sangat heran
"Ya sudahlah kak, aku akan pulang saja, ini juga sudah sangat malam!!" kata Reza kepada Shanti
Shanti pun mengangguk kepada kepada Reza
Lidya menyuruh seorang sopir untuk mengantarkan Reza pulang, sedangkan Shanti benar-benar tidak habis pikir bagaimana bisa Rani masih bersikap seperti itu kepada orang yang telah berstatus sebagai tunangannya.
****
(Aduhai Miss Rani, kenapa kau terus bersikap seperti itu kepada orang yang sudah berstatus sebagai tunangan mu, bisakah kau sedikit lebih romantis π³π³)
********
Hai guys....
Di episode selanjutnya bakal ada keseruan lagi nih, bahkan sedikit demi sedikit semua nya akan terbongkar, jadi jangan lupa buat terus baca novel Miss Rani ini ya guys βΊοΈβΊοΈ
Dan terima kasih untuk para readers yang setia menunggu episode selanjutnya
jangan lupa like dan komentarnya ya
kalau bisa votenya juga ya guys ππ
Makasihππππ
__ADS_1