
Naina dan Lidya mereka tinggal di dalam satu kamar yang sama, bukan karena kamar di mansion itu ada sedikit, tapi karena Naina tidak suka jika dia tidur sendiri, dan juga dia agak takut kalau harus tinggal di kamar seorang diri di mansion sebesar itu, di mansion sebesar itu sebenarnya tersedia sepuluh kamar, lima kamar terletak di lantai tiga, yang mana di lantai itu hanya di tempati oleh Rani seorang diri, sedangkan di lantai dua ada empat kamar dan satu kamar di gunakan untuk gudang, sedangkan di lantai satu tersedia satu kamar, yang mana kamar itu di tempati oleh Naina dan Lidya, sedangkan para pelayan yang bekerja di sana, mereka di sediakan suatu tempat tinggal yang lumayan luas di belakang mansion Maharani itu, dan seperti yang di ceritakan, suasana di lantai tiga mansion itu itu benar-benar tidak ada kehidupan sama sekali, berbeda dengan lantai dua, di lantai dua walaupun tidak ada yang menempati tapi suasananya biasa-biasa saja dan masih memiliki udara kehidupan, tapi jika di lantai tiga.... (Kalian sudah tahu apa yang terjadi kan!!).
PRANKK......
Rani terlihat sangat marah sekali, dia melempar gelas teh yang di minumnya barusan
"Apa kau benar-benar ingin membunuh ku dengan teh buatan mu untuk kali ini?!!" Teriak Rani sangat marah kepada pelayan yang ada di hadapannya, pelayan itu adalah tidak lain yang pernah berbuat kesalahan kepada Rani waktu itu
"Maaf Miss... Maaf Miss Rani, saya tidak sengaja sama sekali!!" Kata pelayan itu ketakutan
"Tidak sengaja?!! Pertama kau berbuat kesalahan kepada ku, kau mengatakan hal yang sama seperti itu, dan sekarang kau berbuat kesalahan lagi, kau berkata seperti itu lagi!! Apa itu yang kau sebut tidak sengaja?!!" Bentak Rani sambil menatap tajam ke arah pelayan itu
"Maaf Miss, kali ini saya benar-benar minta maaf sekali!!" Kata pelayan itu memohon
"Benar-benar minta maaf?!! Berarti saat itu kau tidak benar-benar minta Maaf, oleh karena itu kau melakukan kesalahan ini lagi?!!" Bentak Rani sangat marah
"Tidak Miss, bukan seperti itu saya sangat minta maaf, mohon Miss maafkan saya!!" Kata pelayan itu lagi masih memohon kepada Rani
"Siapa nama mu?" Kata Rani sambil mendongakkan wajah pelayan itu
"Me... Me... Meggy, Miss!!" Jawab pelayan itu dengan terbata-bata
"Lidya, this servant's brackets, don't feed or drink him for a day!!" Perintah Rani kepada Lidya dengan tegas
"Yes Miss, i will do it!!" Jawab Lidya, Rani pun pergi dari mansion itu, dan dia pergi ke suatu tempat, tapi yang jelas dia tidak pergi ke perusahaan.
Sedangkan di perusahaan, seseorang sedang menunggu kehadiran sang CEO group Edward itu, kira-kira siapa dia? Kenapa dia menunggu kehadiran sang CEO yang dingin itu, padahal seluruh orang dari perusahaan itu sangat senang jika sang CEO tidak datang ke perusahaan, tapi kenapa orang ini menunggu kehadiran sang CEO itu
"Reza...!!" Tania menepuk pundak Reza yang dari tadi terlihat melamun
__ADS_1
"Eh.. iya kak, ada apa?" Kata Reza kaget karena Tania menepuk pundaknya
"Kamu kenapa? Kok melamun seperti itu?" Tanya Tania balik
"Melamun? Oh, mungkin aku lagi mikirin sesuatu tadi kak" kata Reza sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sama sekali
"Mikirin apa hayo...?" Tanya Tania kepo
"Kak Tania ini, ingin tahu sekali!!" Kata Reza dengan tersenyum kecil
"Eh kak, kok Miss Rani hari ini tidak kelihatan ya?!!" Kata Reza kepada Tania, Tania yang mendengar pertanyaan Reza, dia langsung menepuk-nepuk pipinya, Reza pun jadi terlihat heran
"Kak Tania kenapa?" Tanya Reza
"Za, aku sedang tidak bermimpi sama sekali kan?" Kata Tania
"Mimpi!!" Gumam Reza heran, Reza pun terdiam sesaat dan dia langsung tertawa terbahak-bahak
"Kak Tania, ini sudah siang sekali, dan kau juga sedang membuka mata mu, kenapa kau bertanya kepada ku ini mimpi atau bukan, kau ini aneh sekali kak!!" Kata Reza menghentikan tawanya
"Ya, aku rasa ini adalah mimpi, karena baru pertama kalinya di Edward group ini, ada karyawan yang mencari Miss Rani, si ratu es itu!!" Kata Tania menjuluki Rani dengan nama ratu es
"Loh memang selama ini tidak ada yang bertanya seperti itu kak, apa mereka tidak heran kenapa bos besarnya tidak masuk?!!" Kata Reza agak heran
"Jangan kan untuk bertanya seperti itu, justru mereka malah senang jika Miss Rani tidak datang ke perusahaan, itu akan membuat kita semua bisa bernafas dengan lega, jika tidak ada Miss Rani!!" Kata Naina
"Oh... Seperti itu, rasanya dia memang pantas di juluki ratu es, tapi julukan yang tepat untuk dia seharusnya bukan ratu es!!" Kata Reza lagi
"Lalu apa?" Tanya Tania
__ADS_1
"Ratu Mafia!!" Kata Reza sambil tertawa
"Ya sudahlah terserah saja!!" Kata Tania lagi, mereka berdua pun melanjutkan pekerjaannya lagi yang belum selesai.
Sedangkan di tempat lain, Rani sedang mengawasi para karyawannya di perusahaan melalui laptopnya, dia juga sempat mendengar percakapan Tania dan Reza
"Naina, siapa karyawan baru yang bekerja di bagian administrasi?" Tanya Rani kepada Naina dengan nada datar
"Namanya Reza Gracious Miss, dia baru dua hari bekerja di perusahaan pusat kita!!" Kata Naina menjelaskan, Rani hanya menganggukan kepalanya dan dia kembali fokus ke kamera pemantau perusahaan yang sedang diintainya
"Ada apa Miss Rani? Apa ada masalah? Atau anda ingin memecat karyawan bernama Reza itu, saat ini juga?" Tanya Naina ketika tuannya diam saja
"Tidak usah, biarkan saja!!" Kata Rani dengan nada datar dan dia langsung menutup laptop kamera pengawasannya dan pergi meninggalkan Naina, Naina agak sedikit curiga dengan sikap tuannya yang sedikit berubah, karena tidak biasanya dia bertanya tentang seorang pria, karena selama ini dia tidak pernah bertanya tentang karyawan pria di perusahaannya, tapi kenapa dia kali ini dia bertanya tentang nama karyawan baru pria di perusahaannya.
"Hallo Shanti, bagaimana kabar mu di Amerika saat ini?" Tanya Rani kepada seseorang di telpon sambil melihat pemandangan laut
"Aku baik, bagaimana kabar mu di sana sayang??" Tanya orang dari sebrang telpon sana
"Ya begitulah, seperti biasanya, bahkan lebih dari biasanya!!" Jawab ku dengan nada datar
"Apa sekarang kau ada di tempat itu?!!" Tanya orang itu lagi
"Ya kau benar sekali, rasanya sudah lama sekali aku tidak ke sini!!" Jawab Rani dengan wajah yang agak sedih
"Sayang, dua hari lagi aku akan berkunjung ke negara mu, jadi siapkan semua kebutuhan ku ya!!" Kata orang itu lagi dengan nada yang agak manja
"Baiklah Shanti, aku akan menunggu mu, dan aku akan menyiapkan semua kebutuhan mu selama di sini!!" Kata Rani
"Baiklah sayang, kalau begitu kita akhiri dulu teleponnya ya!!" Kata orang itu kepada Rani
__ADS_1
"Baiklah!!" Jawab Rani dan dia pun langsung mengakhiri panggilannya.