
"Aiss.... Miss Rani, sudahlah ayo kita pergi saja sebentar!!" Kata Claudia sambil menarik tangan Rani
"Claudia, lepaskan tangan ku, jangan bersikap seperti anak kecil!!" Kata Rani menatap Claudia dengan tatapan tajam
"Hufft... Miss Rani, kau tidak boleh terlalu banyak bekerja, lebih baik luangkan waktu mu sebentar saja untuk bersantai, kau ini tidak boleh stress!! Ayo Naina kau juga ikut dengan kami!!" Kata Claudia tetap menarik tangan Rani, dan dia juga menarik tangan Naina
"Okay stop Claudia, lebih baik sekarang lepaskan tangan ku, aku bukan anak kecil yang harus ditarik-tarik, aku bisa jalan sendiri, jika kau tidak mau melepaskan juga, aku akan mematahkan tangan mu!!" Kata Rani dengan nada kesal
"Okay Miss Rani, sorry!!" Kata Claudia ketakutan dengan ancaman Rani, akhirnya Claudia melepaskan tangan Rani dan Naina
Rani pun berjalan terlebih dahulu untuk keluar dari ruangannya
"Hei bodoh, lama-lama kau ini semakin berani bersikap seperti anak kecil di depan Miss Rani ya!!" Gerutu Naina sangat kesal kepada Claudia
"Jika aku terus-terusan seperti dirimu, lama-lama aku bisa menjadi gila karena kalian bertiga!!" Kata Claudia meledek Naina
"Bertiga? Dengan siapa?" Tanya Naina dengan nada kebingungan
"Dasar sekertaris aneh, apa kau tidak ingat dengan rekan tomboi mu itu?!!" Kata Claudia sambil mengerucutkan bibirnya
"Lidya maksud mu?!" kata Naina
"Jika bukan dia, lalu siapa lagi, memangnya kau dan Miss Rani punya orang kepercayaan lagi?!!" Kata Claudia dengan nada agak kesal
"Kalian ingin tetap di sana atau pergi untuk makan siang, jangan buang-buang waktu ku!!" Bentak Rani kepada mereka berdua dari luar ruangan, akhirnya Naina dan Claudia mengikuti Rani dari belakang
Saat melewati bagian administrasi Rani berhenti sejenak, karena dia melihat pria yang sudah bertunangan dengan dirinya sedang bercanda dengan seorang wanita, yang mana mereka tidak lain adalah Reza dan Tania, Rani menatap mereka berdua dengan perasaan tidak suka
Naina dan Claudia yang melihat tatapan Rani langsung bertukar pandang satu sama lain dengan rasa penuh tanda tanya
__ADS_1
"Reza, Tania, apa kalian tidak punya pekerjaan lagi?!!" Kata Naina menegur Reza dan Tania, karena Naina sadar yang sedang di pandang oleh atasannya adalah mereka berdua
Reza dan Tania pun kaget mendengar suara Naina, bahkan mereka sangat kaget ketika melihat bos besarnya juga ada di sana, bahkan Tania merinding ketika mendapati tatapan dari bos besarnya itu
"Maaf Miss Rani, maaf sekertaris Naina!!" Kata mereka berdua secara bersamaan
Rani tidak menggubris ucapan mereka, melainkan dia pergi begitu saja dengan perasaan kesal, entah rasa kesal apa yang dimiliki oleh Rani saat ini, bahkan Rani sendiri juga tidak tahu rasa kesal apa yang dialami saat ini (awas Miss udah mulai bucin kau nanti 😂😂)
"Kalian ini benar-benar!! Selalu saja membuat kesalahan!!" Kata Naina dengan nada agak geram dan dia pun mengejar Rani dan Claudia yang terlebih dahulu jalan meninggalkan dirinya.
Sedangkan Reza dan Tania tampak terlihat bingung kenapa para atasannya itu tampak terlihat kesal kepada mereka padahal mereka hanya sedang membahas urusan pekerjaan saat ini
"Za, apa kau menyadari bahwa tatapan Miss Rani, kelihatan aneh hari ini?" Kata Tania dengan nada berbisik kepada Reza
"Aneh kenapa Tan? Bukannya Miss Rani memang selalu terlihat seperti itu setiap hari?!!" Kata Reza mengelak perkataan Tania, walaupun sebenarnya dia juga menyadari bahwa tatapan kesal Rani hari ini terlihat aneh
"Haizz... Sudahlah Tania, sebaiknya kita kembali bekerja, jangan sampai di tegur lagi oleh para bos kita, bisa-bisa kita benar benar-benar di keluarkan dari perusahaan ini!!" Kata Reza kepada Tania, mereka pun kembali menyelesaikan pekerjaannya.
Sedangkan di suatu restoran ke tiga wanita sedang duduk di ruangan VVIP untuk menikmati makanan mereka, di meja itu tidak ada terdengar suara sama sekali, bahkan suara garpu, pisau, serta sendok makan mereka pun tidak ada yang terdengar
"Ya tuhan, sebenarnya kita ini sedang ada di restoran atau sedang berada di kuburan? Kenapa tidak ada yang berbicara sama sekali?!!" Kata Claudia memecah kesunyian di antara mereka bertiga
Rani dan Naina hanya diam saja tidak menggubris perkataan Claudia, mereka berdua tetap fokus pada makan siang mereka
"Oh ayolah Grils.... Come on.... Kita ini sedang makan, bukan sedang berduka, kenapa kalian diam saja!!" Kata Claudia lagi
"Claudia, justru karena kita sedang makan, lebih baik diam saja, tidak usah berbicara, apa kau sudah lupa tata krama saat sedang makan!!" Kata Naina mulai membuka suara dengan nada ketus
"Kalian berdua ini benar-benar sangat membosankan sekali!!" Gerutu Claudia sambil menusuk-nusuk garpu ke piring makanannya
__ADS_1
"Miss Rani, apa aku boleh mengatakan sesuatu kepada mu?!!" Kata Claudia kepada sambil menatap Rani
"Katakan saja, dan aku harap semoga perkataan mu itu tidak konyol!!" Kata Rani dengan nada dingin
"Miss Rani, apa boleh aku merebut Reza dari dirimu?!!" Kata Claudia menatap Rani
Perkataan dari Claudia sukses membuat dua orang yang sedang minum itu menyemburkan air minumnya, sehingga air semburan itu mengenai wajah Claudia
"Hei... Apa kalian bos dan anak buah yang sudah gila, sehingga kalian sama-sama menyemburkan air ke wajah ku seperti ini?!!" Kata Claudia dengan nada sedikit kesal
"Kau yang gila Claudia!!" Kata Naina sambil memberikan tisu kepada Claudia untuk mengelap wajahnya
"Kenapa bisa aku yang gila?!" Kata Claudia dengan merasa tidak bersalah sambil mengusap wajahnya yang basah akibat semburan dari dua orang itu
"Kau baru saja mengatakan kepada Miss Rani, bahwa kau akan merebut tunangannya!!" Kata Naina agak geram kepada Claudia
"Ya tuhan, kalian berdua ini benar-benar menganggap serius perkataan ku, aku ini hanya sedang bercanda, untuk apa kalian menyemburkan air kepada ku?!!" Kata Claudia dengan memasang wajah cemberut
"Lain kali jika kau bercanda seperti itu lagi, aku akan membuang mu ke hutan Amazon, Claudia!!" Kata Rani dengan nada kesal sekali kepada Claudia, setelah itu Rani beranjak dari meja makan untuk menuju toilet
Naina dan Claudia yang tidak tahu jika Rani ingin ke toilet mereka pun beranjak mengikutinya
"Kalian ingin kemana?" Tanya Rani dengan nada datar
"Bukankah Miss Rani sudah ingin pergi?!" Kata Naina balik bertanya dengan perasaan heran
"Iya aku ingin pergi ke toilet, apa ke toilet saja kalian perlu mengikuti diriku?!!" Kata Rani dengan nada kesal
Claudia dan Naina kembali ke meja makan dengan menahan perasaan malu.
__ADS_1