
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
.......
" Setahu gue kalau cuma sekretaris ngak bakalan di panggil kakak ipar sama adik bosnya ." Ucap Dinda menambahi tebakan Rara .
" Gue tebak pasti Cia sama Pak Nathan ada hubungan ." Rara yakin, sangat yakin akan tebakannya .
" Gue juga yakin ."
" Kemarin kan juga ada gosip di grup yang katanya Cia makan bareng Mama sama Adik Pak Nathan ." Dinda .
" Ngak mungkin banget kalau ngak ada apa - apa ."
" Bentar gue buka grup dulu ." Rara membuka grup gosip kantor yang berisi gosip gosip hangat .
" Whattt ! " Pekik Rara ketika membuka grup dan melihat foto yang membuatnya syok seketika .
" Din ..din ..."
" Paan sih Ra ."
"Nih lihat." Rara menunjukkan foto di grup gibah kantor mereka .
" What..."
"Ini bukannya Pak Nathan sama Cia. " tanya Dinda ketika melihat foto dua orang yang terlihat sedang jalan bersama di mall .
Apa lagi di foto itu terliha dua orang tersebut dengan tangan saling bertautan .
Dan tangan Nathan yang satunya memegang plastik besar berisi boneka .
" Fix sih ini pasti mereka jalan berdua ." Rara .
" Trus itu boneka ketinggalan di mobil Pak Nathan ."
" Gue kali ini yakin banget ." Dinda.
" Kalau gini ya gue yakin mereka lebih dari hubungan bos dan sekretaris ." Timpal Rara menambahi, ia juga meyakini akan hal itu .
💚💚💚
Cia keluar ruangan, ia berniat ke kantin untuk makan siang .
Tak lupa ia janjian makan bersama di kantin bersama Qia .
Ting
Lift sampai di ruangan Qia, ya memang Cia menghampiri Qia, terlihat Qia yang sedang menata meja kerjanya .
Cia melangkah mendekati Qia .
" Yuk kantin ." Ajaknya .
" Bentar ." Jawab Qia .
Cia menunggu beberapa saat .
" Yuk otw kantin ." Ajak Qia sembari menarik tangan Cia .
__ADS_1
" Gue lagi pengen makan soto ."
" Trus ditambah gorengan ." Ucap Qia sembari keduanya berjalan menuju kantin perusahaan .
" Gue malah lagi pengen makan orang ." Ucap Cia, rasanya ia ingin memakan Nathan hidup - hidup saat ini, karenanya ia harus menguras otaknya untuk beralibi kepada Rara dan Dinda tadi .
" Lo laper banget apa gimana ? ."
" Pakai acara pengen makan orang segala ." Tanya Qia .
" Gue sebel banget sama Pak Nathan ." Adu Cia dengan wajah kesalnya.
" Kenapa sama Pak Nathan ? ."
" Kemarin gue ada cerita kan tentang boneka yang ketinggalan dimobil Pak Nathan ." Cia .
" Heem ...trus ? ."
" Tadi adiknya Pak Nathan ke kantor bawain boneka gue ."
"Bilang kalau boneka itu ketinggalan di mobil Pak Nathan ."
" Parahnya lagi dia sekalian bawain gue ice cream yang katanya disuruh sama Pak Nathan ."
" Dan lebih parah parahnya lagi ."
" Adiknya Pak Nathan dateng disaat Dinda sama Rara lagi dimeja gue ."
" Hahhh ! " Teriak Qia, namun seketika ia menutup mulutnya .
" Gila gila..."
" Trus Dinda sama Rara gimana ? ."
" Mereka pastinya tanya - tanya ke lo setelah ngelihat kejadian itu. "
" Ya jelas mereka tanya - tanya ke gue. "
" Merka tanya gimana ? ." Qia keponya mulai merangkak naik .
" Nanti gue ceritain ."
" Gue mau pesan makan dulu."
" Karena cerita tentang Pak Nathan butuh tenaga ekstra ."
Cia pun memesan makanan .
Sedangkan Qia menuju meja yang kosong dan duduk disana .
Tak lama Cia sudah membawa nampan di tangannya, yang di atas nya berisi soto dua mangkuk dan sepiring gorengan, tak lupa semangkuk nasi yang nantinya akan mereka bagi dua .
" Nah lanjutin cerita sambil makan aja Ca ."
" Gue kepo soalnya ." Ucap Qia sembari memeras jeruk nipis diatas sotonya .
" Gue alasan kalau emang Adiknya Pak Nathan lagi bercanda aja ."
" Yakali gue ngomong jujur ke mereka berdua ."
" Bisa digibahin satu kantor ." Jawab Cia sembari menggigit gorengan yang baru saja ia celup kedalam kuah soto .
" Mereka berdua percaya ? ." Tanya Qia lagi .
__ADS_1
" Ngak tau sih ."
" Semoga aja percaya ." Cia berharap penuh akan hal itu .
" Tapi ya Ca ."
" Gue perhatiin dari tadi kita dilihatin seisi kantin ."
" Ntah ini feeling gue aja apa enggak ."
" Tapi beneran gue ngerasa nya gitu. "
" Coba sekarang lo ligat sekeliling kita deh. " Ucap Qia menginteruksikan Cia agar melihat ke sekeliling mereka .
Tanpa bertanya , Cia menolehkan kepalanya melihat sekeliling .
Dan ternyata benar beberapa pasang mata tampak melihat ke arah mereka .
" Eh beneran Qi ."
" Tapi kenapa mereka lihatin kita ya. "
" Perasaan gue lagi ngak buat kesalahan apa - apa deh ." ucap Cia, ia merasa aneh saja ketika beberapa pasang mata melihat ke arahnya, sedangkan ia sendiri tidak sedang berbuat sesuatu yang salah .
" Gue dari tadi juga bingung ."
" Kenapa mereka lihatin kita begitu. "
" Tapi yaudah lah biarin aja ."
"Ntar juga capek sendiri." Ucap Qia kemudian keduanya menikmati makan siang sembari mengobrol tentang banyak hal .
💚💚💚
" Gimana bonekanya ? ."
" Udah kamu kasih ke Kak Cia ? ." Tanya Nathan dari balik telephone .
" Udah ."
" Ice cream nya juga udah ."
" Yaudah kalau gitu."
" Jangan pulang malem ." Ucap Nathan kemudian memutus sambungan telephone kepada adiknya itu .
..........❣..........
...Jangan Lupa Like, Vote DanComment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
.......
Rengat Barat
Minggu, 26 Maret 2023
Pukul 22.37 Wib.
.......
__ADS_1
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan ❤...