CEO Or PACAR

CEO Or PACAR
Bab 13 . Saling Perhatian


__ADS_3

...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Cia memasuki mobil Nathan, duduk tenang di kursi samping kemudi .


Ia mengambil handphone nya dari dalam tas . mengetik kan pesan ke grup keluarga, memberitahukan kepada semua jika ia akan melakukan perjalanan ke Bandung bersama Nathan .


Ini adalah hal yang menjadi kebiasaan Cia, ia akan mengabari jika akan pergi perjalanan yang lumayan jauh .


" Kita sarapan dulu ya ." Ucap Nathan sembari menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya ke jalanan yang masih lumayan sepi .


Ya gimana ngak lumayan sepi, saat ini masih jam enam pagi .


Jam dimana biasanya Cia, bahkan Nathan masih tertidur lelap sembari memeluk guling .


Tak berapa lama Nathan memberhentikan mobilnya ketika melihat penjual nasi kuning di sisi jalan .


Keduanya turun .


Nathan memesan dua box nasi kuning komplit beserta satu box gorengan .


Tak lupa dua cup teh manis .


Setelah pesanan selesai, Nathan langsung membayarnya .


Ia menenteng paper bag berisi makanan tersebut dan kembali memasuki mobil diikuti Cia dibelakangnya yang sedang menyeruput teh nya .


Nathan kembali mengemudikan mobilnya ke jalanan .


" Saya makan duluan ya Pak ." Ucap Cia yang dibalas anggukan kepala oleh Nathan .


Cia dengan riang menikmati sarapannya .


Sepuluh menit kemudian Cia sudah selesai sarapan .


" Pak ." Panggil Cia .


" Kenapa ? ." Tanya Nathan .


" Biar saya yang gantian nyetir ."


" Bapak sarapan dulu aja ." Tawar nya, kan kasian bosnya ini, pagi - pagi nyetir, malah belum sarapan lagi .


" Ngak usah ." Tolak Nathan .


" Bisa minta tolong ? ." Tanya Nathan, ide cemerlang terlintas di otaknya .


" Minta tolong apa Pak ? ."


" Kalau saya bisa ya saya tolongin ." Jawab Cia .


" Suapin saya ." Pinta Nathan, mencari kesmpatan dalam kesempitan ini buaya satu .


" O...oke ." Cia menyetujui permintaan Nathan .


Cia membuka box nasi kuning tersebut dan mulai menyendoknya, kemudian menyuapkan ke mulut Nathan .


Dengan senang hati Nathan menerima suapan tersebut dan mengunyahnya .


Nasi kuning komplit yang pastinya spesial, disuapi oleh orang spesial .


Pagi Nathan cerah banget, secerah langit blue sky yang saat ini tersaji di depan mata .


Beberapa suapan sudah Cia berikan .


" Tolong bukain box gorengan nya Ca ." Pinta Nathan .


Cia pun membukanya box itu, mengambil satu gorengan dan memotongnya sebelum menyuapkannya kemulut Nathan .


" Udah Ca ."


" Udah kenyang ini ." Ucap Nathan .


" Tinggal satu suap lagi ."


" Tanggung banget ."


" Aaa...." Paksa Cia mengarahkan sendok agar Nathan membuka mulutnya .


" Seriusan kenyang banget Ca ."


Cia mencibir kedua pipi nathan agar mulutnya terbuka dan memasukkan sesendok makanan kedalamnya .


Nathan yang diperlakukan seperti itu hanya pasrah .


" Untung sayang ." Batin Nathan sembari mengunyah suapan terakhir itu .


" Nah kan selesai ."


" Anak pintar." Ucap Cia sembari mengelus rambut Nathan .

__ADS_1


Persis seperti seorang ibu yang memuji anaknya ketika berhasil menghabiskan makanan .


💚💚💚


Beberapa jam berlalu, mobil yang dikendarai Nathan memasuki pelataran hotel .


Ia memarkirkan mobilnya di tempat parkir .


" Ca..bangun ." Panggil Nathan sembari menepuk pundak Cia pelan .


Eugghh


Cia membuka matanya .


" Yuk turun ." Ajak Nathan.


" Loh udah sampai ? ." Tanya Cia .


" Udah ."


" Kalau belum ngak mungkin dibangunin trus disuruh turun Ca ." Jawab Nathan, ini Cia efek baru bangun dan masih mode mengumpulkan nyawa .


Nathan turun dari mobil, ia membuka bagasi dan mengeluarkan dua koper, koper miliknya dan Cia .


Cia keluar dari mobil sembari masih mengerjap ngerjapkan matanya .


Nanthan mendorong kopernya ke depan Cia .


" Duduk di atas koper ." Perintah Nathan .


Cia pun menurut, ia duduk di atas koper milik Nathan dan berpegangan pada gagang koper .


Nathan berjalan sembari tangan kirinya menarik koper yang dinaiki Cia dan tangan kanannya menarik koper milik gadis yang sedang duduk santai di atas koper itu .


Ini Nathan seperti sedang membawa anak jalan - jalan .


Memasuki hotel .


Nathan meminta kunci kamar kepada resepsionist .


Kemudian melangkah memasuki lift dengan keadaan yang masih sama .


Ntah kenapa Cia kok nyaman banget, ia malah memejamkan matanya lagi .


Beberapa pasang mata melihat kejadian itu .


" Pengen jadi ceweknya ."


" Kelihatan dimanja banget sama pacarnya ."


" Kayaknya mereka lagi perjalanan bulan madu deh ."


" Kelihatan sweet banget soalnya ."


Itulah percakapan dua orang perempuan yang berada di meja resepsionist .


Nathan menempelkan kartu kamar .


Cklek


Ia membuka kamar hotel, menarik koper yang duduki Cia memasuki kamar .


" Ya Allah malah tidur lagi ."


" Pantesan daritadi diem ." Gumam Nathan yang melihat Cia kembali tertidur sembari memegangi gagang koper .


Bisa bisanya Cia tidur depan posisi seperti ini .


Ia melepaskan tas selempang dari pundak Cia dan meletakkannya di meja nakas .


Setelahnya Nathan pun secara perlahan menggendong Cia dan meletakkannya diatas ranjang .


Menyelimuti tubuh gadis itu,memandanginya sebentar .


Kemudian Nathan keluar dari kamar itu dan membuka pintu kamar yang berada tepat berhadapan dengan kamar yang ditempati Cia .


Ia menempelkan kartunya dan memasuki kamar .


Menaruh kopernya di sudut ruangan dan segera melangkah memasuki kamar mandi .


Setelah sebelumnya Nathan melemparkan handphone serta dompetnya ke atas ranjang .


Ia ingin mandi membersihkan diri dulu agar tubuhnya terasa segar sebelum beristirahat .


Cklek


Nathan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit pinggang, perut six pack yang teraliri air yang menetes dari rambutnya yang masih sedikit basah .


Ia melangkah menuju kopernya, membukanya dan mengambil celana pendek dan kaos, kemudian memakainya .


Kemudian kembali melangkah menuju ranjang, merebahkan diri di atas ranjang hotel yang empuk .


Perlahan kelopak matanya tertutup, menuju alam mimpi .


💚💚💚

__ADS_1


Cia membuka matanya dan mengerjap beberapa kali .


Matanya memandang langit - langit kamar yang terasa asing di pandang .


Melihat ke kanan dan kiri .


" Oiya ..."


" Lagi dihotel ."


" Eh ..tapi kok gue udah di ranjang aja ." Ucap Cia setelah lumayan tersadar .


" Perasaan tadi masih di lobi deh ." Seingatnya ya begitu, setelahnya Cia tidak ingat apa - apa .


Ya iya jelas ngak ingat, orang dia nya tidur nyenyak, nangan kan ingat, sadar aja enggak .


" Ah ntah la ." Cia beranjak dari ranjang .


" Gerah banget badan gue ."


" Mandi dulu ah ." Ucapnya lagi, Cia pun melangkah memasuki kamar mandi .


Lima belas menit berlalu, Cia sudah selesai membersihkan diri dan berpakaian .


Ia mengambil tas kecil yang berada di atas nakas, mengambil handphonenya dari dalam tas itu .


" Udah jam sebelas aja ." Gumamnya setelah melihat jam yang tertera di layar handphonenya .


" Pantes ni perut udah minta diisi ." Sehabis mandi, perut Cia berbunyi pertanda cacing diperutnya sudah berdemo ria .


" Telfon Pak Nathan dulu deh ."


" Ajak makan siang ."


" Sebagai sekretaris yang baik haris gitu ." Ucap Cia sembari mencari kontak Nathan di handphone nya .


Tring tringg tring


Handphone yang tertindih tubuh Nathan berbunyi .


Suaranya nada dering mengganggu pendengaran sang empu yang sedang tertidur .


Tanpa membuka matanya, tangan Nathan meraba taba ranjang mencari handphonenya .


Setelah handphone tersebut berada di genggaman tangannya, Nathan membuka mata dan menggeser tombol hijau yang tertera di layar .


" Hallo ..." Jawab Nathan .


" Bapak dimana ? ."


" Kamar ." Jawab Nathan dengan suara serak efek bangun tidur .


Suaranya itu loh membuat hati Cia bergetar, deep voice nathan memang ngak ada lawan .


" Ayo Pak makan siang."


" Iya ..."


" Bentar lagi saya kesana ."Jawab Nathan .


" Kesana mana Pak ? ."


" Saya masih dikamar ini." Tanya Cia yang bingung dengan ucapan Nathan .


" Nyamperin kamu ke kamar ." Jawab Nathan lalu segera mematikan handphonenya .


Ia segera beranjak dari ranjang, memasuki kamar mandi untuk sekedar mencuci wajahnya .


Mengganti celana pendek yang sedang ia pakai dengan cela panjang .


Setelah dirasa penampilannya sudah oke .


Nathan mengambil handphone beserta dompet dan kunci mobil, kemudian keluar dari kamarnya .


Ia sengaja membawa kunci mobil, mana tau Cia ingin makan diluar hotel, pengertian sekali bukan .


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


.......


Rengat Barat


Kamis, 06 April 2023


Pukul 20.50 Wib .


.......


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...

__ADS_1


...Lee Haechan ❤...


__ADS_2