
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
.......
Pagi ini Cia sudah terbangun sejak jarum jam menunjukkan pukul empat pagi, efek hati yang tak menentu ya gini, tidur jadi tidak nyenyak karena terbayang bayang akan sosok Nathan.
Nathan bagaikan hantu yang bergentayangan di fikiran Cia .
Karena masih terlalu pagi untuk mandi, Cia pun memutuskan untuk membaca novel sejenak sembari menunggu matahari terbit dari peraduannya .
Disaat Cia tidak dapat tidur dengan nyenyak, lain hal nya di dalam kamar yang pintunya saling berhadapan dengan pintu kamar hotel Cia .
Yaa...kamar hotel yang ditempati oleh Nathan, di dalam kamar, terlihat sosok lelaki yang masih tertidur dengan nyenyak bergelung selimut, mungkin ini menjadi tidur ternyenyak bagi Nathan .
Tringg...tringgggg
Handphone Nathan berbunyi, membuat sang empu sedikit terusik, namun masih enggan membuka mata .
Mengulurkan tangannya mengambil handphone yang berada di atas nakas, mengusap layar handphone nya guna mengangkat panggilan masuk tanpa melihat siapa gerangan yang menelfon .
" Abanggg..." Teriak Ney dari seberang sana, ini si Ney pagi - pagi buta udah semangat banget ya, mungkin baru saja sarapan telur mata sapi yang matanya dua .
" Hm..."
" Jadi pulang hari ini kan ? ." Tanya Ney .
" Jadi ."
" Tapi agak siangan ." Jawab Nathan, ia menjawab telfon masih dengan nyawa yang belum terkumpul, jangankan mengumpulkan nyawa, membuka kelopak mata saja ia masih enggan .
" Jangan lupa oleh - oleh ."
" Yang banyakkk..." Pesan Ney .
" Heemm..."
" Dijawab iya gitu lo ."
" Jangan ham hem ham hem ." Nah, kena omel Ney kan jadi nya.
" Iya Dek iya ." Jawab Nathan malas.
" Yaudah kalau gitu ."
" Assalamualaikum ."
" Byee Abang ."
Tut tut tut
Panggilan pun berakhir, diakhiri helaan nafas Nathan, ia melemparkan handphone nya asal.
Semoga handphone nya baik- baik saja .
Nathan kembali menyelam ke alam mimpi, masih ngantuk berat soalnya .
Satu menit
Sepuluh menit
Enam puluh menit pun berlalu dengan cepat ketika Nathan terlelap dengan nyaman .
Dan sang empu masih enggan untuk bangun dan menikmati indahnya mentari pagi yang mulai menampakkan sinarnya .
__ADS_1
Lain halnya dengan Cia, ia baru saja keluar dari kamar mandi untuk membersihkan diri sekaligus menyegarkan badan untuk memulai hari baru .
Bergegas mengenakan pakaian, lalu melangkah menuju meja rias .
" Mata gue udah samaan sama mata panda " . Gumam Cia sembari melihat dirinya di depan cermin .
" Efek tidur ngak nyenyak ya gini ."
Bahkan semalam Cia terbangun beberapa kali, jika dihitung, mungkin Cia hanya tidur sekitar empat jam .
Ia mengoleskan krim yang fungsinya untuk mengurangi mata panda dengan lembut .
" Udah lumayan la ."
" Ngak begitu kelihatan mata pandanya ." Ucap Lea setelah beberapa saat ia mengoleskan krim tersebut, kemudian memoles wajahnya dengan bedak tipis dan teman - temannya, namun masih dalam versi memoles wajah mode kalem, tidak terlalu mencolok .
Yakali cuma mau keluar beli oleh - oleh pakai bedak tebal, dikira mau nikahan kali .
Selesai dengan semua itu, Lea mengambil handphone nya, lalu melangkah menuju pintu kaca yang menghubungkan kamar hotel dengan balkon, membuka pintu tersebut .
Wushh...
Semilir udara pagi langsung menerpa wajahnya, terasa menyejukkan.
Cia kemudian berjalan melewati pintu dan duduk di kursi yang tersedia di balkon yang tidak terlalu luas itu .
Duduk sembari membuka handphone, terdapat beberapa chat masuk .
Pertama tama ia membuka chat dari Shilla .
Shilalaa
Buka akunnya Neywr
Trus lo harus klarifikasi ke kita - kita
Dengan rasa penasaran yang menggebu, Cia segera membuka akun media sosial milik Ney, yang tak lain dan tak bukan adalah calon adik iparnya, eh...kan masih abu - abu, belum taken beneran sama Nathan, jadi masih calon...
" Hah..." Teriak Cia kaget ketika melihat post an milik Ney, syok berat ini, beneran deh .
Untung Cia tidak memiliki riwayat penyakit jantung, kalau punya kan jadi menambah pekerjaan dokter dirumah sakit, kasihan dokternya yakann .
Cia terdiam dengan mulut menganga beberapa saat, ini kalau ada yang memotret, pasti jadi koleksi foto aib Cia, namun sayangnya tidak ada orang lain selain Cia disini .
" Gue harus gimana ? ." Tanya nya pada diri sendiri, ya iya pada diri sendiri, tidak mungkin bertanya kepada sang mentari yang mulai keluar secara perlahan dari tempat persembunyiannya kan.
" Pak Nathan bilang gue miliknya ."
" Tapi tanpa tanya ."
" Jangankan tanya ."
" Minta gue jadi pacarnya aja enggak ."
" Main langsung klaim gue jadi milik dia lagi ."
" Trus status gue sekarang apaan ya ."
" Pacarnya ? ."
" Tapi ngak pernah jadian ."
" Hubungan bos dan sekretaris ? ."
" Ngak mungkin kan bos meng klaim sekretaris jadi miliknya ."
" Au ah ... pusing gue ." Nah kan, Cia jadi pusing sendiri, pagi - pagi udah pusing aja, salah Nathan ini, iyakan salah Nathan .
__ADS_1
Nginggggg....
Telinga Nathan berdengung, membuat sang empu terbangun dari tidur lelapnya .
" Ada yang bicara in gue apa ya ." Gumam Nathan dengan suara serak khas bangun tidur .
Mengedipkan mata beberapa kali, lalu berusaha mencari handphone dengan meraba raba sisi ranjang .
" Udah jam berapa ." Nathan membuka handphone yang baru saja ia genggam .
" Jam enam ." Nathan pun beranjak dari ranjang, melangkah gontai memasuki kamar mandi, ia harus bersiap untuk keluar bersama Cia pagi ini dengan tujuan membeli oleh - oleh, terutama oleh - oleh pesanan Ney .
Dua puluh menit berlalu, Nathan sudah berpakaian rapi, dengan hoodie dan celana pendek, ditambah topi hitam yang sudah berada di atas kepalanya, kalau ia ke bendara dengan setelan seperti ini, sudah seperti idol ataupun aktor
Meraih handphone, kunci mobil beserta dompet yang berada di atas meja nakas, lalu melangkah keluar dari kamar hotel .
Tok tok tok
" Ca..."
" Sayang ."
Cklek
" Yuk berangkat ." Ajak Nathan yang langsung menautkan jemari keduanya, tentu ini adalah tindakan Nathan, ngak mungkin Cia, ngaku mugkin banget, karena saat ini Cia sedang dalam mode malu - malu meoww .
Melangkah beriringan menyusuri lorong hotel sebelum akhirnya memasuki lift yang akan membawa mereka menuju lobi .
Ting
Lift pun terbuka, keduanya melangkah keluar menuju basement dimana mobil Nathan terparkir disana.
Masuk kedalam mobil, Nathan segera menyalakan mobil dan memanaskan mesin sejenak sebel akhirnya melajukannya ke jalanan yang tentunya dalam kondisi masih senggang, karena saat ini masih jam setengah tujuh pagi .
Kesunyian menemani perjalanan keduanya, hingga Nathan menghentikan mobilnya di depan stand penjual nasi kuning .
" Mau kemana ? ." Tanya Cia, padahal jelas - jelas Nathan memberhentikan mobil di depan penjual nasi kuning, terkadang Cia ntah la, untung Nathan sayang, pake banget .
" Bentar ." Jawab Nathan yang langsung keluar dari mobil .
Ia berjalan beberapa langkah, kemudian memesan dua porsi nasi kuning, lengkap dengan tambahan gorengan dan dua botol air mineral, karena jika makan, pasti butuh air, ntar seret lagi .
Tak lama, Nathan sudah kembali memasuki mobil.
" Sarapan dimobil aja ya. " Ucap Nathan sembari memberikan kantung plastik berisi nasi kuning dan teman - temannya ke Cia, dan tentunya diterima oleh Cia, yakali Cia nolak makanan, ngak mungkin banget, kalau Cia menolak makanan, mungkin ia lagi kesambet setan yang ntah dari mana asalnya.
..........❣..........
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
.......
Rengat Barat
Minggu, 11 Juni 2023
Pukul 21.56 Wib .
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan ❤...
__ADS_1