
...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
.......
Sang fajar mulai menampakkan sinarnya menandakan bahwa pagi sudah datang, sinar mentari menyusup memasuki celah gorden di sebuah unit apartemen.
Cia membuka matanya perlahan, menyesuaikan sinar mentari yang masuk.
Ia kaget karena menyadari bahwa ini bukanlah kamarnya.
Dan tiba - tiba merasakan bahwa ada tangan yang sedang memeluk pinggangnya.
Cia langsung menolehkan kepalanya ke samping.
"Aaaaaaaaa ." Teriak Cia ketika pendapati seorang pria yang tidur di sebelahnya.
Nathan yang terusik akan teriakan Cia pun membuka matanya perlahahan.
Melihat Cia yang berada di sebelahnya, keduanya saling berpandangan.
Dan perlu diketahui, bahwa keduanya masih sama - sama berpakaian lengkap.
Jadi sudah bisa dipastikan mereka tidak melakukan suatu hal diluar batas.
" Bapak kenapa bisa seranjang sama saya ? ." Tanya Cia ketika sudah mulai menetralkan rasa syok nya.
" Ya mana saya tahu ." Jawab Nathan seadanya. karena memang dia tidak tau kenapa mereka bisa seranjang seperti saat ini.
" Ngapa - ngapain juga gpp, biar kamu jadi milik saya ." Batin Nathan berkata.
Karena perlu kalian ketahui bahwa Nathan sebenarnya memiliki rasa lebih dari sebatas hubungan antara bos dan sekretaris.
Yupss
Nathan memang menyukai Cia, ntah sejak kapan, ia pun tak tahu.
" Harusnya saya yang tanya kenapa kamu bisa disini ."
" Inikan apartemen saya ."
" Ya ya saya ngak tau juga sama kayak Bapak ." Ucap Cia.
" Yaudah kalau ngak tau ." Nathan pun beranjak dari ranjang dan memasuki kamar mandi.
Meninggalkan Cia yang masih berada di atas ranjang yang terdiam membisu.
" Gue kenapa bisa disini sih..."
" Haduh ." Cia sembari memukul dahinya pelan.
Ia bahkan tidak ingat apa sebabnya hingga ia sampai berada di apartemen Nathan bahkan tidur seranjang dengan Nathan yang selaku Bos nya itu.
Cia beranjak dari ranjang, mencari keberadaan handphonenya.
Setelah mencari beberapa saat, akhirnya ia menemukan handphone yang tergeletak di lantai, sungguh malang masib handphone milik Cia.
Segera membuka handphone nya.
" Hah udah jam 09.15 ."
" Ya Allah kesiangan inii ."
Tok tok tok
" Pak, bisa cepetan ngak mandinya ? ." Tanya Cia dengan sedikit berteriak agar Nathan mendengarnya .
" Saya juga mau pakai kamar mandi ."
" Udah kesiangan banget ini ." Ucap Nesya sembari mengetuk pintu kamar mandi berulang kali.
Sebenarnya bukan seperti mengetuk, melainkan menggedor gedor pintu seperti orang yang sedang menggerebek.
Cklek
Nathan keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk yang melilit pinggangnya, dan perut yang dibiarkan terbuka tanpa penutup apa - apa.
Menyuguhkan pemandangan roti sobek tepat di hadapan Cia .
Seketika Cia terdiam dan melotot melihat pemandangan di depan matanya. antara syok sama speechless sebenarnya.
" Ngak dilihat sayang, dilihat kenapa menggoda banget ." Batin setan yang berbicara di benak Cia.
Aaaaaa
Cia menutup matanya dengan tangan ketika kesadarannya sudah mulai terisi.
__ADS_1
" Bapak kenapa ngak pakai baju sih ." Tanya Cia masih dengan tangan yang menutupi mata.
" Ya saya kan ngak bawa baju ke kamar mandi ."
" Buka mata kamu ."
" Kayak ngak pernah lihat aja ."
" Saya pernah lihat kamu lihatin cowok yang buka - buka baju juga ." ucap Nathan, karena pernah suatu ketika ia tak sengaja memergoki Cia sedang melihat foto laki - laki dengan keadaan telanjang dada.
" Ya itu kan beda ." Jawab Nesya merasa tak terima.
" Apa bedanya, sama aja menurut saya ."
" Beda, itukan virtual ."
" Beda ."
" Terserah kamu la ." Nathan pun berlalu dari hadapan Cia dan memasuki walk in closed untuk berpakaian.
Cia segera memasuki kamar mandi untuk sekedar mencuci mukanya.
Dan tak berapa lama Cia pun keluar kamar mandi dengan wajah yang lebih fresh setelah cuci muka.
Terlihat disana Nathan sedang merapikan tatanan rambutnya di depan kaca.
" Cepat siap - siap ."
" Kita ke kantor bareng ."
" Udah kesiangan ."
" Bentar lagi ada rapat sama klien ." Ucap Nathan ketika melihat Cia keluar dari kamar mandi.
" Tapi aku ngak ada baju ganti ."
" Masa ke kantor pakai dress ." Ucap Nesya sembari memegang ujung dress yang ia kenakan.
" Nanti kita mampir bentar ke butik ."
Setelah Cia selesai memoles sedikit wajahnya dengan bedak tipis dan lipstick nude yang ada di tas kecil yang ia bawa.
Dan nathan juga sudah selesai bersiap.
Keduanya langsung keluar dari unit apartemen Nathan .
Memasuki lift yang akan membawa mereka ke lobi.
Ting
Cia mengikuti langkah Nathan menuju parkiran apartemen.
Dan ikut masuk ke dalam mobil Nathan.
Nathan segera menghidupkan mobil dan memanaskannya sebentar, kemudian melajukannya ke jalanan menuju kantor .
Namun sebelum ke kantor mereka akan mempir terlebih dahulu ke butik untuk membeli baju yang akan dikenakan Cia ke kantor.
Memberhentikan mobilnya di depan sebuah butik.
Keduanya pun turun dan melangkah memasuki butik.
" Sepuluh menit buat pilih baju ."
Cia pun mulai memilih baju yang akan ia kenakan, memilih secepat kilat.
Tak berapa lama ia sudah menentukan baju mana yang akan ia kenakan.
Langsung saja Cia memasuki ruang ganti, tak lama ia sudah keluar dengan memakai baju yang tadi dipilihnya .
" Udah ? ." Tanya Nathan.
" Udah yang ini aja. "
Nathan segera menuju ke kasir dan membayar.
" Ayo buruan jalan ke kantor ." Nathan.
Cia mengikuti langkah nathan keluar butik, keduanya segera memasuki mobil dan Nathan kembali mengemudikan mobilnya .
Tak berapa lama mobil Nathan sudah terparkir di parkir khusus, ya iya khusus, kan Nathan CEO nya, jadi bebas dong.
" Turun ." Ucap Nathan yang melihat Cia sedang memperhatikan sekitar parkir.
" Bentar Pak, tunggu ngak ada orang dulu."
" Emang kenapa ? tinggal turun aja kok repot kamu ." Ucap Nathan.
" Ya nanti kalau ada yang lihat saya keluar dari mobil Bapak, saya bisa jadi bahan gosip ."
__ADS_1
" Ngak bakalan, udah turun ."
" Bentar Pak, tiga menit lagi, tunggu benar - benar ngak ada orang ." Pinta Cia.
Akhirnya Nathan pun dengan pasrah mengiyakan ucapan Cia barusan.
Keduanya berdiam diri di mobil .
" Udah tiga menit." Ucap Nathan sembari melihat jam ditangannya.
" Oke udah ngak ada orang ."
" Makasih tumpangannya Pak ."
" Heem ."
Cia pun turun dari mobil Nathan, ia melangkah cepat guna menjauh dari mobil Nathan.
Lalu berjalan agak santai memasuki kantor.
" Huhhh ." Cia menghela nafas setelah memasuki kantor.
" Udah aman ."
Ia berjalan memasuki lift yang akan membawanya ke lantai 15, dimana meja kerjanya ada disana, tepat di depan ruangan Nathan.
💚💚💚
Setelah Cia turun dari mobil, Nathan memperhatikan gadis itu yang berjalan dengan cepat.
Ntah kenapa hatinya merasa bahagia pagi ini.
Ya gimana ngak bahagia, bangun tidur tiba - tiba mengetahui kalau ia tidur seranjang dengan gadis yang ia sukai.
Berangkat ke kantor bareng lagi .
Tapi Nathan sampai detik ini belum berani mengakui perasaannya kepada sekretarisnya itu.
Padahal Cia sudah menjadi sekretarisnya selama kurang lebih dua tahun .
Istilahnya cinta dalam diam.
Setelah Cia menghilang dari pandangannya, Nathan pun segera turun dari mobil.
Berjalan dari parkiran menuju lobi kantor.
Melangkahkan kakinya memasuki lobi dengan mode dingin.
" Pagi Pak ."
" Pagi Pak ."
" Selamat pagi Pak ."
itulah sapaan beberapa karyawan yang berpapasan dengannya.
Nathan segera memasuki lift khusus yang akan membawanya ke lantai 14, dimana ruangannya berada dan sudah pasti juga lantai dimana Cia pastinya berada sekarang.
Ting
Lift pun sampai di lantai 15.
Nathan melangkah keluar lift.
Berjalan menuju ruangannya.
Melihat sekilas ke meja tempat dimana Cia sedang berada sekarang.
Lalu kembali berjalan dan membuka pintu ruangannya.
Memasuki ruangan yang luas dan bergaya elegant, di ruangan itu juga terdapat kamar pribadi Nathan.
..........❣..........
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
.......
Rengat Barat
Selasa, 24 Januari 2023
Pukul 15.44 Wib
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
__ADS_1
...Lee Haechan❤...