
...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
.......
" Mama telfon Nathan dulu buat jemput kita sekalian bawa tas kamu " .
" Iya Ma ."
Saat ini keduanya sedang berada di restauran sushi untuk sekedar ngemil, iya ngemil .
Kan cuma sushi, jadi camilan bukan makan berat .
Keduanya menunggu sekitar lima belas menit disana sebelum telfon Mama berbunyi .
" Mama di restauran sushi xxxx Bang ."
" Iya Mama tunggu ."
" Nathan udah di parkir ."
" Bentar lagi sampai ." ujar Mama kepada calon menantunya itu, padahal kenyataannya Qia masih berstatus calon pacar anaknya .
Tak berapa lama Rafa sudah duduk di sebelah Qia .
" Kamu jalan aja dulu sama Qia bang ."
" Mama biar pulang dijemput supir ." Ucap Mama, ia memberikan waktu kepada keduanya untuk sekedar berkencan .
" Mama beneran gpp pulang sama supir ? ."
" Abang antar Mama dulu aja gpp ."
" Nanti kami bisa lanjut jalan habis antar Mama ." Nathan, ia tidak tenang sebenarnya jika sang Mama hanya pulang dengan supir, lebih aman jika ia sendiri yang mengantar .
" Iya Ma ."
" Kami antar Mama pulang dulu aja ya ." Bujuk Qia .
" Kan supir Mama juga masih dirumah ."
" Gpp Mama pulang sama supir aja ."
" Kalian nikmatin kencannya ya ."
" Mama duluan ."
" Bye ." Mama pun beranjak dari kursinya dan berlalu pergi .
" Saya juga pulang klau gitu Pak ." Nesya bersiap akan berdiri dari mejanya .
Namun tangannya dicekal oleh Nathan .
" Jangan ." Cegah Nathan .
" Loh Kenapa Pak ? ."
" Kan Mamanya Bapak udah pulang ."
" Ya saya juga pulang kalau gitu ." Qia .
" Mama belum pulang ."
" Pasti Mama lagi dilantai bawah beli sesuatu ."
" Kita jalan dulu aja ."
" Mumpung disini ." Nathan .
" Ya ya. "
" Mau nonton ? ." Tanya Nathan, ia mengeluarkan jurus merayunya .
" Emmm ." Qia berfikir sejenak, ia bingung menjawab apa .
Menolak ajakan nonton kan sayang, diterima takutnya film nya tidak sesuai dengannya .
" Mau nonton apa terserah kamu ."
" Beneran Pak ? ."
" Iya, hari ini saya ikutin mau kamu ."
" Yaudah kalau gitu ."
" Yuk Pak nonton ." Qia tanpa sadar menarik tangan Nathan untuk pergi .
" Eh tunggu dulu ."
" Tadi Mama udah bayar makan belum ? ." Tanya Nathan .
" Ngak tau, kayaknya sih belum ." Qiana .
" Kamu tunggu sebentar ."
__ADS_1
" Dilepas dulu tangannya ya sayang ." Ucap Nathan lembut, Nathan melapas tangan Qia dari lengannya .
Qia yang mendengarnya langsung melepaskan tangannya dengan kikuk, dan jangan lupakan wajahnya yang menahan malu .
Iya malu, malu banget malah .
Nathan pun berlalu dari sana untuk membayar .
" Ini tangan bisa - bisanya pakai acara gandeng tangan Pak Nathan ." Gumam Qia pelan .
Tak lama Nathan sudah berjalan ke arah meja .
" Yuk ." Ajaknya .
Qia pun berdiri, keduanya berjalan keluar dari restaurant .
💚💚💚
Keduanya duduk di kursi yang disediakan di sana .
Nathan beranjak dari kursi untuk menuju tempat pemesanan tiket .
" Mau nonton film apa ? ."
" Nonton film bias saya boleh Pak ? ." Tanya Qia pelan .
" Boleh ."
" Apa judulnya ? ." Tanya Nathan .
" NCT Dream The Movie ." Ucap Qia memberitahu .
" Oke , sebentar saya pesan ." Nathan pun berjalan menuju tempat pembelian tiket .
Tak lama Nathan sudah kembali dengan membawa dua tiket .
" Film nya satu jam lagi dimulai ."
" Mau jalan - jalan dulu ? ." Tawar Nathan .
" Jalan kemana Pak ? ." Qia .
" Ke Timezone gimana ? ."
Qia berfikir sejenak, ngak lama hanya beberapa detik .
" Yuk Pak ."
" Kayaknya seru ."
Namun kencannya versi pulang kerja , bisa dilihat dari pakaian kerja keduanya, walaupun Nathan sudah melepas jasnya, menyisakan kemeja putih saja .
" Pak mau capit boneka ." Qia menarik tangan Nathan menuju capit boneka .
" Bonekanya lucu ."
" Sebentar saya beli tiketmya dulu ." Nathan .
Tak lama Nathan sudah membawa beberapa tiket, cukup untuk mereka bermain selama satu jam .
Qia langsung mencobanya .
" Eh eh ."
" Yaahhh ." Qia gagal mendapatkan boneka tersebut .
Namun ia tidak menyerah, ia mencoba kembali .
" Huhhh gagal lagi ." Gerutu Qia .
Ia kesal sendiri jadinya .
Tapi memang sebenarnya ia kurang ahli dalam hal capit boneka, biasanya jika ia menginginkan boneka di dalam mesin capit , ia menyuruh Abangnya untuk bermain .
" Sini saya ajarin ." Nathan menaruh tangan Qia dan memegangnya .
Mengajarkan cara mencapit boneka yang benar .
Posisi mereka saat ini seperti sepasang kekasih hang sedang berpelukan .
Dengan fokus Qia melihat bagaimana mesin capit itu bergerak dan tangannya dituntun oleh Nathan .
" Yessss ." Qia langsung mengambil boneka itu .
Ia berteriak senang dan tanpa aba - aba memeluk Nathan .
Nathan ya dipeluk tentu dengan suka rela pasrah saja .
Jarang - jarang kan keberuntungan seperti ini, bukannya jarang, tapi memang belum pernah .
" Senang banget ? ." tanga Nathan kepada Qia yang saat ini masih berada di pelukannya .
Mungkin Qia terlanjur nyaman makanya peluknya lama .
" Senang banget ."
" Bonekanya lucu ."
__ADS_1
" Eh ."
" Maaf Pak ." Ucap Qia ketika ia tersadar sedang memeluk Nathan, ia langsung melepaskan pelukan mereka .
" Gpp ."
" Mau boneka yang mana lagi ? ." Nathan mencoba mencairkan suasana yang canggung ini .
" Mau yang biru ."
" Lucu juga soalnya ."
Dengan segera nathan memainkan mesin capit itu, dengan Qia yang senantiasa memperhatikan di sebelahnya sembari memeluk boneka pink yang baru saja di dapatkannya .
" Dapat lagi ." Qia senang, ia langsung mengambil boneka tersebut .
Nathan dengan semangat memainkan mesin capit tersebut berkali kali .
Hingga mereka mendapatkan total lima belas boneka yang saat ini dimasukkan kedalam plastik besar .
" Sebentar lagi film nya mulai ."
" Udah yuk Pak ."
" Bonekanya juga udah banyak banget ." Ucap Qia .
" Yaudah yuk ."
Nathan mengambil plastik berisi boneka dari tangan Qia .
Keduanya kembali menuju bioskop .
💚💚💚
Saat ini keduanya sedang duduk di kursi bagian tengah .
Keduanya menonton film sesuai kemauan Qia .
Ditemani dua hot chocolate dan popcorn .
Nathan yang baru kali ini menonton film seperti ini pun tampak tak terlalu fokus menonton film .
Ia hanya fokus memasukkan popcorn ke dalam mulut dan meminum hot chocolate nya .
Sedangkan Qia terlihat fokus menonton, sembari sesekali tersenyum melihat bujang - bujang kesayangannya .
Tak terasa film pun berakhir .
Keduanya keluar bioskop , tak lupa membuang sampah sisa makanan, menjaga kebersihan itu harus .
" Kita makan malam dulu ya sebelum pulang ." Ucap Nathan .
" Iya Pak ."
" Mau makan dimana ? ."
" Emm..."
" Kalau kita makan di angkringan taman kota gimana Pak ? ."
" Bisa makan sambil santai gitu ." ucap Qia menawarkan, ia lebih suka makan ditempat seperti itu daripada di restaurant .
" Boleh ."
Keduanya keluar dari Mall, jangan lupakan tangan Nathan yang masih membawa plastik besar berisi boneka, Nathan sudah seperti Abang - abang penjual boneka .
Nathan memasukkan plastik besar tersebut kedalam bagasi .
Membukakan pintu penumpang untuk Qia, kemudian ka mengitari mobil dan langsung masuk, duduk di kursi kemudi .
" Berasa beneran jadi pacar Pak Nathan kalau gini ." Batin Nesya .
Nathan melajukan mobilnya menuju taman kota .
..........❣..........
.......
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
.......
Rengat Barat
Senin, 13 Maret 2023
Pukul 18.50 Wib .
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan ❤...
__ADS_1