
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
.......
Nathan sedang duduk di kursi balkon kamarnya sembari menikmati se cangkir americano .
Netranya di suguhi pemandangan taman hijau nan asri dan semilir angin yang terasa begitu menyejukkan menerpa wajah tampannya .
Menikmati americanonya dengan perlahan sebelum memulai aktifitasnya hari ini .
Tak berapa lama, Nathan melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangannya .
Waktu sudah menunjukkan pukul lima lewat tiga puluh lima menit .
Ia segera menghabiskan americano yang tinggal satu tegukan saja .
Lalu beranjak dari kursi dan melangkah kembali memasuki kamar .
Mengambil beberapa barang yang diperlukan, sebelum akhirnya berjalan keluar kamar .
Dengan cepat membawa langkah kakinya menuruni satu persatu anak tangga .
Pagi ini Nathan berniat berangkat kantor sedikit lebih pagi dari biasanya, karena ia harus segera menyelesaikan pekerjaannya sebelum nanti malam ia akan berkunjung kerumah Cia .
Eh, rumah calon mertua maksudnya.
" Abang berangkat Ma ." pamit Nathan kepada sang Mama yang masih sibuk di dapur .
Sembari menyandarkan tubuhnya pada konsen pintu dapur .
" Loh, kenapa pagi banget Bang ? ."
" Papa sama Adek aja belum pada turun ." jawab Mama sembari melihat ke arah putranya yang sudah berpakaian rapi .
" Abang ada urusan nanti malam ."
" Jadi harus berangkat kantor pagi ."
" Kalau ngak pasti bakalan lembur dikantor ." ucap Nathan menjelaskan alasannya, tanpa memberitahu detailnya .
Kalau ia memberitahu sang Mama jika ia akan berkunjung kerumah Cia, bisa - bisa Mamanya akan heboh sendiri .
" Tungu bentar Bang ."
" Mama siapin bekal sarapan buat kamu ." Mama beranjak dari depan kompor, setelah sebelumnya meminta Bibi untuk menggantikannya memasak .
Dengan cekatan Mama menyiapkan bekal .
Emang ya, kebanyakan Mama - mama tu selalu cekatan dalam hal menyiapkan segala keperluan keluarga .
" Ini bekalnya ."
" Dimakan dulu sebelum kerja ." nasihat Mama sembari memberikan tas berisi kotak bekal ke Nathan .
" Iya Mi ."
" Abang berangkat dulu ya ."
" Assalamualaikum ." pamit Nathan .
" Waalaikumsalam ."
Nathan melangkahkan kakinya keluar rumah, sembari membawa kotak bekal di tangan kanannya.
Memasuki garasi dan masuk ke mobil, menghidupkan mesin mobil, memanaskannya sejenak sebelum kemudian melajukannya menuju kantor tentunya .
Beberapa menit kemudian, Nathan baru saja memarkirkan mobilnya dan keluar dari sana .
Memasuki lobi kantor yang masih lumayan sepi .
Ya gimana ngak sepi, Nathan datangnya terlalu pagi .
Hanya ada petugas bersih - bersih dan beberapa karyawan yang terlalu rajin .
Kalau Nathan, namanya kerajinan, bukan kerajinan tangan loh ya .
Ting
__ADS_1
Melangkah keluar dari lift, berjalan memasuki ruangan kantornya .
Cklek
Nathan mendudukkan diri ke kursi kebesarannya yang nyaman .
Kemudian membuka bekal sarapan yang tadi dibuatkan oleh Mama tercinta .
" Iga bakar pakai nasi goreng ."
" Percobaan apalagi ini ." gumam Nathan sebelum menikmati sarapan paginya .
Sepertinya baru kali ini Nathan sarapan dikantor, mana dibekalinnya menu inovasi terbaru sang Mama lagi .
" Selalu enak ."
" Masakan Mama emang ngak pernah salah ."
Tak berapa lama, kotak bekal yang tadinya berisi sarapan sudah kosong tak bersisa, sekotak jus jeruk pun sudah melewati fase tetes terakhir .
Selesai sarapan, Nathan memulai pekerjaannya yang memang sudah tersedia di atas meja .
Dengan fokus ia mengerjakan pekerjaan pagi ini agar cepat selesai, agar nanti ia tidak pulang terlalu sore .
Karena berkunjung kerumah calon mertua membutuhkan beberapa persiapan, seperti buah tangan misalnya .
Ngak mungkin ngak bawa apa - apa kan, kesanan nya seperti tidak sopan .
Kalau sampai tidak diterima dengan baik kan gawat .
💚💚💚
Sementara Nathan sedang sibuk dengan pekerjaannya, lain halnya dengan Cia yang masih berada di antara lautan mimpi indahnya .
Lebih indah lagi kalau mimpinya sedang bersama Haechan di atas pelaminan, indah bangett .
" Dekk ..." panggil Rey tepat di depan pintu kamar Cia .
" Princess belum bangun ? ."
" Gue yakin 100 % Adek kita belum bangun ."
" Kuy la masuk ."
Cklek
Pintu kamar Cia terbuka, kedua lelaki melangkah masuk dengan pelan .
Keduanya naik ke atas ranjang, merebahkan diri di kedua sisi kanan dan kiri Cia, berbagi selimut dengan dan segera menutup kelopak matanya, menyusul Cia ke alam mimpi .
Untung ranjang yang berada dikamar Cia berukuran king size, jadi muat untuk bertiga, mana badan kedua Abangnya ini proporsional, jadinya makan tempat banget .
Setengah jam berlalu, kelopak mata Cia perlahan terbuka dan mengedip beberapa kali .
Ia melihat ke sisi kanan .
" Bang Rey ."
Lalu berbalik ke sisi kiri .
Dan terlihat oleh netranya, sosok lelaki yang mempunyai wajah serupa .
Ya gimana ngak serupa, kan kedua Abangnya ini kembar identik .
" Bang Ray nyenyak banget ." gumam Cia dengan suara serak khas bangun tidur .
" Lanjut tidur lagi ah ."
" Kan lagi libur ."
Cia kembali menutup matanya, namun terlebih dahulu ia masuk kedalam pelukan hangat Bang Ray .
Ntah kenapa, Cia merasa jika tidur dipeluk jadi semakin nyaman .
Tapi tenang, ada tiga sosok lelaki yang senantiasa bersedia memeluknya .
Satu jam berlalu, ketiga manusia berbeda gender, namun berasal dari rahim yang sama dan bibit unggul yang sama pula .
Ketiganya masih terlelap nyenyak di atas ranjang kamar Cia .
Cklek
__ADS_1
Pintu kamar terbuka, menampilkan sosok perempuan paruh baya di ambang pintu .
" Dicariin dikamar ngak ada ."
" Lagi tidur bertiga sama Adek ternyata ." ucap Mami sembari melihat ketiga anaknya yang sedang terlelap di ranjang yang sama .
Mami melangkah perlahan mendekati ranjang .
" Bang ..." panggil Mami pelan sembari menepuk bahu Ray .
" Hmm ..." Ray membuka kelopak matanya perlahan .
" Udah jam delapan lewat lima belas ."
" Ngak ke kantor ? ." tanya Mami .
" Nanti Mi ."
" Ada meeting jam sepuluh ." jawab Ray dengan pelan, takut membangunkan princess yang masih terlelap di pelukan nya .
Mami hanya mengangguk paham .
Lalu ia beralih berjalan ke sisi kanan, dimana Rey juga masih terlelap nyaman .
" Bang ..."
" Iya Mi ." jawab Rey dengan suara seraknya, namun enggan membuka mata .
" Udah jam delapan lewat ."
" Abang ke kantor siang Mi ."
" Mau dirumah sama Princess ." jawab Ray .
" Punya dua anak cowok yang susah lepas kalau lagi sama Adeknya ." ucap Mami yang kemudian melangkah keluar kamar .
Mami kembali ke meja makan, dimana sang suami sedang menikmati secangkir kopi hitam sembari membaca berita terkini .
" Loh...sendiri Mi ? ." tanya Papi yang heran melihat istrinya kembali ke meja makan tanpa diikuti ketiga anaknya .
" Heem ."
" Anak Papi masih tidur nyenyak ."
" Tumben ." ucap Papi disela menyeruput kopinya .
" Ya gitu kalau Adeknya lagi dirumah ."
" Lagi tidur pun ditemanin ."
" Heran Mami tu sama dua anak cowok Papi ." Mami menggelengkan kepalanya sembari akan menyendokkan puding coklat kesukaannya .
" Maklum la Mi ."
" Punya Adek cewek satu - satunya ." Papi memaklumi akan hal itu .
" Iya juga ya Pi ."
" Nah, itu Mami ngerti ."
" Ikut Papi ke kantor yuk Mi ." ajak Papi .
" Yuk ."
Sepasang suami istri yang sudah tak muda itupun meninggalkan rumah menuju kantor dimana sang suami bekerja .
Meninggalkan ketiga anak mereka yang masih asik menyelami alam mimpi .
..........❣..........
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
Rengat Barat
Minggu, 23 Juli 2023
Pukul 20.38 Wib .
__ADS_1
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan ❤...