
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
.......
Tak butuh waktu lama, mobil yang dikendarai Nathan sudah terparkir di depan pusat oleh - oleh yang terkenal di Bandung .
" Yuk ." Ajak Nathan yang baru saja mematikan mesin mobilnya, ia segera membuka pintu dan keluar dengan membawa dompet dan kunci mobil, namun handphone ia tinggal di dalam mobil.
Keduanya berjalan beriringan memasuki pusat oleh - oleh, dan langsung di sambut oleh pemandangan berbagai macam jenis oleh - oleh di depan mata, tentunya ini pusat oleh - oleh khusus beraneka makanan, karena Ney memesan oleh - oleh makanan yang banyak, bukan benda yang tidak bisa dimakan .
Kalau kata Ney sih gini
" Oleh - oleh itu enaknya makanan ."
" Kalau barang ngak bikin kenyang ."
Nathan mengambil troli berukuran besar, kalau ambil yang kecil, takut ngak muat, soalnya kalau di pusat oleh - oleh begini, suka kalap, semua dimasukkan kedalam troli.
" Pilihin buat Ney Ca ." Ucap Nathan disela langkah keduanya menyusuri rak - rak berisi beraneka ragam makanan .
" Ney sukanya apa ? ." Tanya Cia .
" Apa aja dia suka ."
" Asalkan ngak yang asem - asem ."
" Yang manis sama gurih dia suka ."
" Yang pedas apalagi ." Nathan memberitahu Cia mengenai makanan yang disukai oleh adik perempuan satu - satunya milik seorang Nathan.
Cia mulai memlihat lihat berbagai macam makanan sembari berjalan perlahan, kemudian memasukkan beberapa bungkus dan box ke dalam troli .
" Buat Ney tambah lagi atau segini aja ? ." Tanya Cia ketika baru saja memasukkan box ke enam kedalam troli.
" Tambah lagi ."
" Tu anak satu minta oleh - oleh yang banyak katanya ."
" Kalau dibeliin dikit nanti ngomel. " Ucap Nathan yang sudah mengerti sekali bagaimana sang adik.
" Sekalian beli buat kamu ."
" Pilih apa aja yang kamu suka ."
" Bebas ." Ucap Nathan sembari memasukkan dua box camilan kedalam troli .
Cia hanya mengangguk, mungkin ia akan mengambil beberapa snack ringan saja .
Setengah jam berlalu, troli yang di dorong oleh Nathan sudah full, ia full, soalnya Nathan memasukkan berbagai jenis makanan ke dalam troli dengan lihai nya .
" Mau tambah lagi ngak ? ."
" Kalau iya. "
" Aku ambil troli satu lagi ." Ucap Nathan menawarkan kepada Qia.
" Ngak usah. "
" Ini aja udah banyak banget ."
" Semua kamu masukkan ke troli .*
" Belanja oleh - oleh berasa belanja bulanan. " ucap Cia sembari menggerutu .
" Sesekali sayang ." Nah, kata - kata sayangnya Nathan kembali keluar dari bibir indah yang kiss able .
" Memang sesekali ."
" Tapi ya ngak gini juga Nathan. " Cia menghela nafas setelahnya .
Nathan hanya menampilkan senyum manisnya tanpa menjawab Cia, kalau ia menjawab, pasti bakalan panjang ceritanya .
" Udah yuk ke kasir ."
__ADS_1
" Kalau keliling lagi ."
" Pasti kamu bakalan tambah isi troli ." Ajak Cia, beneran deh, kalau mereka lanjut berkeliling lagi, ini troli bakalan full sampai membentuk gunung yang sebentar lagi akan meledak .
" Iya iya sayangku ."
" Yuk ke kasir ." Nathan sudah mulai lancar ini mengeluarkan panggilan sayang intuk Cia .
" Sayang sayang ."
" Gorengan jatuh juga dipanggil sayang ." Ucap Cia, kan biasanya begitu, gorengan jatuh ya di bilang sayang, sayang belum lima menit .
" Mana ada ."
" Yang aku panggil sayang ya cuma kamu ." Elak Nathan, ia bukan tipe buaya rawa kok, yang semuanya dipanggil sayang, semua cewek disama ratain dipanggil sayang .
Nathan mah tipe setia, setia hanya untuk Cia seorang, ciee ...
" Kan kamu pacar aku ."
" Sejak kapan aku jadi pacar kamu ? ." Tanya Cia
,kan ia tidak pernah meng iyakan untuk menjadi pacar nathan .
" Sejak semalam ." Nathan .
" Kan aku ngak nge iya in ."
" Ngak perlu kamu iya in ."
" Karena aku ngak terima penolakan ." Ucap Nathan ketika keduanya sudah dekat ke arah kasir .
Cia tak menjawab perkataan Nathan .
Belanjaan mereka selesai di hitung, dan Nathan menyerahkan kartunya, ia tidak memakai uang cash, karena memakai kartu lebih simple menurutnya, dan di dompetnya hanya tersedia beberapa lembar uang saja untuk jaga - jaga.
Selesai dengan bayar membayar, Nathan membawa beberapa paper bag di kedua tangannya, udah cocok jadi bodyguard yang membawa barang belanjaan sang nyonya besar .
Tadi Cia menawarkan diri untuk membantuembawa paper bag, namun di tolak mentah - mentah oleh Nathan, malahan Nathan meminta Cia membawa kunci mobil saja .
" Bukain bagasi Ca ." Pinta Nathan ketika keduanya sudah berada di dekat mobil .
Tit tit
Cia membuka bagasi, Nathan pun menyusun paper bag di bagasi hingga bagasi mobil nya full, beneran sebelas dia belas sama belanja bulanan kalau gini, menggelengkan kepalanya melihat bagasi yang sudah full di depan matanya .
" Yuk masuk ." Ajak Nathan setelah menutup kembali bagasi mobil nya .
" Yuk ." Cia menyerahkan kunci mobil ke Nathan, dan di terima oleh sang empu .
Keduanya memasuki mobil, Nathan segera menghidupkan mesin mobil nya dan melajukannya ke jalanan .
" Langsung ke hotel atau mau kemana dulu ? ." Tawar Nathan sembari fokus melihat jalanan di depan.
" Ke hotel aja ."
" Udah agak siang juga ." Jawab Cia, ia bingung kalau ditanya mau kemana lagi .
" Mau kulineran lagi ngak ? ."
" Sekalian makan siang ." Nathan masih terus berusaha menawarkan .
" Boleh deh ."
" Mau makan apa ? ." Tanya Cia.
" Mau makan soto ngak ? ."
" Atau seblak ? ." Nathan .
" Seblak kayaknya enak ." Jawab Cia sembari mulai membayangkan betapa nikmatnya tongseng .
" Oke ."
" Kita otw cari tongseng ." Nathan melajukan mobil nya menuju tempat penjual tongseng yang pernah ia kunjungi sebelumnya, dan tongseng disana menurutnya enak .
💚💚💚
__ADS_1
Nathan baru saja memasuki kamar hotelnya, ia memasuki kamar mandi untuk sekedar mencuci muka .
Cklek
Keluar dari kamar mandi dengan wajah fresh, Nathan beniat untuk segera packing .
Membuka kopernya, memasukkan barang - barang yang sebelumnya ia keluarkan dari sana, menyusunnya dengan rapi .
Sementara di kamar yang berhadapan denga kamar Nathan, Cia sedang asik men scroll sosial media nya, masih ada waktu satu jam lagi sebelum ia dan Nathan kembali pulang .
" Aaaa ..."
" Peterpanku comeback ." Teriak Cia dengan bahagianya, setelah penantian panjang, akhirnya.
Cia langsung melihat mv dengan fokus, seperti sedang mengerjakan soal matematika atau akuntansi .
Dan sepuluh menit berlalu
Dua puluh menit
Tak terasa satu jam pun berlalu dengan cepat .
Tok tok tok
Ketukan pintu menyadarkan Cia dari kegiatan bucin membucin versi Cia .
Ia segera beranjak dari ranjang, memegang koper dan menariknya, tak lupa mengambil tas selempangmya dari atas meja nakas, lalu melangkah menuju pintu .
Cklek
" Sini kopernya ." Pinta Nathan sembari melepaskan tangan Cia dari gagang koper .
" Yuk kebawah ." Ajak Nathan, yang dijawab anggukan oleh Cia .
Keduanya melangkah menyusuri lorong hotel dengan Cia yang hanya mengenakan tas selempangnya, dan Nathan yang membawa koper keduanya .
Memasuki lift yang akan membawa mereka ke lantai bawah .
Tak lama
Ting
Pintu lift terbuka, Nathan dan Cia berjalan menuju parkir .
Nathan segera memasukkan koper ke kursi belakang, bukan di bagasi, karena bagasi sudah penuh dengan oleh - oleh .
Selesai memasukkan koper, Nathan segera masuk dan duduk di kursi kemudi menyusul Cia yang sudah duduk nyaman di kursi samping .
" Doa dulu ." Ucap Cia mengingatkan .
" Iya sayang ." Jawab Nathan, ia berdoa sejenak sebelum menyalakan mesin mobilnya .
" Aamiin ."
" Kita jalan ." Nathan menyalakan mesin mobilnya dan kemudian mulai melajukam mobil untuk memulai perjalanan pulang keduanya .
..........❣..........
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
.......
Rengat Barat
Kamis, 15 Juni 2023
Pukul 21.10 Wib .
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan ❤...
__ADS_1