
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
.......
" Bangun woy bangun ."
" Udah siang ini ."
" Nanti rezeki lo dipatok ayam ." ucap Cia dari seberang telfon .
" Gue ngak punya ayam ."
" Ada ayam tetangga ." Cia tak mau kalah.
" Gue patok balik tu ayam tetangga. " jawab Cia yang juga tak mau kalah .
Kalau debat sesama cewek itu susah, ngak ada yang mau ngalah .
" Lo cepetan masuk kantor dong ."
" Gue kesepian ini ." pinta Cia .
" Coba kepasar deh Ca ."
" Rame tu disana ." saran ajaib dari Cia .
Percakapan keduanya berlangsung kurang lebih setengah jam, sebelum akhirnya Cia akan ke kantin untuk makan siang .
Cia mematikan laptopnya dan beranjak dari ranjang .
Cklek
Keluar dari kamar dan menuruni satu persatu anak tangga .
Melangkah menuju dapur, karena ia butuh mengisi perutnya siang ini.
" Mi ." panggil Cia ketika melihat sang Mami sedang berada di depan kompor .
" Apa Ca ." jawab Mami yang sedang fokus mengaduk panci di depannya.
" Laper ."
" Ya makan ."
" Mami tadi buat ayam geprek permintaan Bang Ray ." ucap Mami .
Dengan cepat Cia menuju meja makan .
" Trus Bang Ray nya mana Mi ? ." tanya Cia disela langkahnya .
" Dikantor Ca ."
" Kamu antarin makan siang ya buat dua Abang tersayang kamu ." pinta Mami kepada putri satu - satunya .
" Kamu makan dulu ."
" Bentar lagi Mami siapin bekal makan siangnya ."
" Okey Mi ."
Cia pun menikmati makan siangnya terlebih dahulu sebelum mengantar makan siang ke kantor sang Abang .
Yups, dua kantor yang saling bersebelahan, namun tetap saja milik keluarga yang sama.
Hanya untuk dua Abangnya, soalnya kata Mami, Papi makan siang bersama rekan bisnisnya .
Tak lama, Cia sudah selesai makan, dan Mami pun sudah selesai menyiapkan dua bekal makan siang .
" Adek ganti baju bentar Mi ." Cia beranjak dari kursinya .
Tak lama, Cia sudah kembali ke meja makan .
Ia mengambil kotak bekal yang sudah tersedia di atas meja makan .
" Adek berangkat Mi ." pamitnya pada sang Mami yang sedang sibuk membuat puding aneka rasa .
" Hati - hati ."
Cia melangkah keluar rumah sembari memutar mutar kunci mobil di tangan kanannya.
Masuk ke dalam mobil yang masih terparkir di dalam garasi .
__ADS_1
Menaruh kotak bekal ke atas kursi samping kemudi .
Cia menghidupkan mobilnya dan memanaskannya sebentar .
Kemudian mulai melajukannya menuju kantor, dimana kedua Abangnya sedang mencari pundi - pundi rupiah .
Tak berapa lama, Cia memarkirkan mobilnya di parkir kantor Reynand .
Ia mengambil handphonenya dan mengetik kan pesan .
" Cepetan ke lobi ."
" Kalau lama Adek tinggal ke kantor Bang Ray ."
" Tiga menit dari sekarang ." ketik Cia dan mengirimkannya ke Reynand .
Kelakuan Adik yang halal untuk di tukar tambah ya gini .
Padahal Cia bisa langsung ke ruangan Reynand sesuka hati .
Cia keluar mobil sembari membawa dua kotak bekal, karena niatnya, jika Bang Reynand tidak terlambat menemuinya, ia akan meminta Bang Ray kesini.
Ting
Notifikasi pertanda chat masuk di ponsel Rey .
Reynand yang baru saja selesai rapat, bahkan masih berada di ruang rapat bersama beberapa karyawannya langsung membaca chat tersebut .
Ia langsung beranjak dari duduknya dan berjalan cepat keluar ruang rapat, membuat karyawan yang berada di ruangan heran melihat tingkah bosnya itu .
Reynand memasuki lift khusus untuk menuju lobi dimana Cia baru saja menginjakkan kakinya di lobi .
Tak lama
Ting
Keluar dari lift dengan tergesa gesa, soalnya jarang - jarang sang Adik mengantarkan makan siang, mana pakai acara mengancam akan ke kantor sebelah kalau ia telat .
" Kenapa ngak bilang dulu kalau mau ke kantor. " tanya Reynand yang baru sampai di hadapan Cia sembari mengacak ngacak rambut Adik tersayangnya itu .
" Biar surprise ."
" Iyain Ca iya ."
" Yuk ke atas ." Reynand mengambil kotak bekal dari tangan adiknya, dan menggandeng Cia agar ikut, kalau ngak digandeng takut hilang .
" Adiknya Pak Rey ."
" Sekaligus Adiknya Pak Ray pemilik kantor sebelah ." beritahu karyawan senior tersebut .
" Tu cewek buat gue iri ."
" Punya dua Abang ganteng ."
" Harta udah pasti tujuh turunan ."
" Tahta jangan ditanya ." ucap karyawan baru itu.
" Gue juga sebenernya iri ."
" Tapi itulah takdir ."
Cklek
Reynand membuka pintu ruangannya .
" Silakan masuk princess ." Rey mempersilakan .
" Makasih pengawal ." Cia melangkah masuk dengan santai nya, meninggalkan Rey yang masih berdiri di pintu .
Gini banget nasib jadi Abang .
Cia langsung mendudukkan diri ke sofa ruangan, mengambil handphone dari dalam tasnya .
" Adek di kantor Bang Rey ."
" Ada titipan makan siang dari Mami ."
" Cepetan kesini sebelum kehabisan ." ucap Cia setelah panggilannya diterima oleh sang Abang .
" Abang bentar lagi rapat Dek ." jawab Ray dibalik sambungan telephone .
" Rapat online aja ."
" Abang kesini cepetan ."
__ADS_1
" Okelah ."
" Untung cuma rapat bulanan kantor ." Ray meng iya kan perintah dari princess satu - satunya .
" Adek tunggu ."
Tut tut tut
Cia mengakhiri sambungan telephonenya .
" Bang Ray bisa kesini Dek ? ." tanya Rey yang baru saja duduk disamping Cia .
" Bisa, harus bisa pokoknya ." jawab Cia, yang membuat Ray terkekeh pelan .
" Nih ."
" Kalau mau pesan camilan ." Rey memberikan handphone nya kepada sang Adik .
" Mau dong ." Cia langsung menerima handphone yang disodorkan oleh Abangnya .
" Pesan masing - masing tiga ." ucap Rey mengingatkan .
Cia mengangguk paham .
Tak lama .
Cklek
Ray masuk kedalam ruangan yang dihuni oleh dua makhluk berbeda jenis kelamin namun berasal dari satu kandungan .
Ya, Ray masuk kedalam ruangan Rey, yang disana juga ada sosok manusia bernama Cia .
Melangkah masuk sembari membawa laptop ditangannya .
" Dek ." panggil Ray .
" Hadir ." jawab Cia sembari mengangkat tangannya.
Ray mendudukkan diri di sebelah kiri Cia, dan langsung membuka laptopnya untuk memulai rapat .
" Abang sambil rapat ."
" Suapin ya Dek ."
" Udah laper soalnya ." pinta Ray .
" Okey ." Cia menyetujuinya.
Dengan cekatan Cia membuka dua kotak bekal, memberikan satu kotak bekal ke Rey, dan satunya lagi ia pegang untuk memulai menyuapi Abangnya yang sedang akan memulai rapat .
" Baik, rapat bisa dimulai ." ucap Ray mengintruksikan agar rapat dimulai .
Selang beberapa detik, terlihat sendok yang berisi makanan akan menyuapi Ray, dan dengan senang hati Ray menerimanya .
Membuat karyawannya yang sedang mengikuti rapat terheran - heran, mereka bertanya tanyax siapakah yang menyuapi bos besarnya saat ini .
Dan sudah dipastikan itu adalah seorang gadis, karena terlihat tangan yang menyuapi Ray mengenakan gelang perempuan .
" Sambalnya yang banyak sweetie ."pinta Ray .
Ray memang sering memanggil Cia dengan panggilan sweetie, panggilan sayang untuk adik perempuannya .
" Tringgg...tingg..." ponsel milik Rey berdering .
Ia menerima panggilan tersebut dan beranjak dari kursinya untuk keluar ruangan .
Dan tentunya ia keluar ruangan dengan tujuan mengambil pesanan sang Adik .
Enak banget kan jadi Cia, punya dua Abang yang super perhatian, berasa punya dua pengawal pribadi kalau lagi bersama .
..........❣..........
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
Rengat Barat
Rabu, 06 Juli 2023
Pukul 19.49 Wib .
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
__ADS_1
...Lee Haechan ❤...