CEO Or PACAR

CEO Or PACAR
Bab 28 . Tiga Lawan Satu


__ADS_3

...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Diperjalanan kerumah Cia, Nathan mampir disalah satu toko kue langganan sang Mama, yang sudah dapat dipastikan cita rasa nya .


Ia membeli beberapa brownies, cookies dan egg tart sebagai buah tangan untuk calon mertua .


...Syaa ❤...


^^^Otw sayang^^^


Nathan tak lupa mengabari Cia terlebih dahulu, agar Cia bisa memperkirakan jam berapa ia akan sampai disana .


Perjalanan Nathan kali ini terasa sunyi, karena ia hanya sendirian di dalam mobil .


Tapi tenang, perjalanan pulang nanti ia tidak akan sendirian lagi, karena sudah pasti ada Cia yang akan menemani .


Beberapa puluh menit pun berlalu, dengan lagu galau yang menemani, padahal nyatanya ia sedang tidak galau, hanya sedang dag dig dug saja hatinya .


Dan tibalah Nathan di depan sebuah gerbang rumah yang menjulang tinggi, yupss, rumah orang tua Cia tentunya .


Tak menunggu lama, gerbang itu pun dibukakan oleh satpam .


Dengan segera Nathan melajukan mobilnya memasuki gerbang .


" Terima kasih Pak ." ucap Nathan pada Bapak satpam penjaga rumah Cia .


Harus ramah yakan, jaga image baik dong ya .


" Sama - sama Mas ."


Cia yang sedari tadi sudah duduk di kursi depan rumah pun beranjak dari duduknya ketika mendengar suara gerbang yang terbuka, menandakan ada seseorang yang masuk .


Setelah memarkirkan mobilnya di pelataran rumah Cia, Nathan segera keluar, tak lupa ia membawa buah tangan yang tadi ia beli .


" Gimana di jalan ? ."


" Aman ? ." tanya Cia ketika keduanya sudah saling berhadapan .


" Aman ."


" Tentram dan damai ." jawab Nathan .


" Yuk masuk ." ajak Cia .


" Eh bentar ." Cia menghentikan langkahnya sejenaj membuat Nathan pun ikut menghentikan langkahnya .


" Kenapa berhenti ." tanya Nathan heran, ada apa lagi ini .

__ADS_1


" Kamu tarik nafas dulu ."


" Trus buang ." Cia memberi intruksi .


Tanpa bertanya lagi, Nathan pun hanya menurut .


" Ulangin lagi ."


" Biar kamu relaks ." pinta Cia .


" Udah yang, udah ."


" Aku udah menyiapkan diri dari kemarin buat ketemu orang tua kamu. " ucap Nathan meyakinkan Cia .


Padahal nyatanya, ia juga masih gugup sampai saat ini .


Tapi rasa gugup itu berusaha ia tutupi di depan sang pacar .


" Beneran ? ." Cia .


" Iya yang ."


" Iya juga ya ."


" Ngak mungkin juga kamu gugup terlalu lama ."


" Es kutub mana bisa gugup ."


" Ngak usah ditahan ."


" Ketawa masih gratis ." Nathan .


" Ngak ah ."


" Nanti aja ketawanya ."


" Pas lihatin kamu berhadapan sama Papi plus Abang ."


" Yuk masuk ."


" Ngak sabar aku lihatin kamu menghadapi tiga pawang dari pacar kamu yang cantik tiada tara ini ." ucap Cia dengan pede nya .


" Iya in ."


Keduanya melangkah masuk kedalam rumah .


Tak lama, Nathan sudah dihadapkan dengan ketika laki - laki dirumah ini .


Sedangkan Cia sudah asik bercengkrama di sofa ruang keluarga, dengan handphone yang ia hubungkan ke cctv ruang tamu .


Agar dapat melihat bagaimana keadaan Nathan disana, semoga saja tidak kenapa - kenapa .


" Nanti kamu pulang ke apartemen sama Nathan Ca ? ." tanya Mami pada putrinya itu .

__ADS_1


" Iya Mi ."


" Besok kan Eca udah masuk kerja ." jawab Cia, ia menyebutkan namanya Eca ketika sedang ingin saja .


" Hati - hati nanti pulangnya. "


" Iya Mi ."


" Kamu mau Mami bekalin masakan rumah ngak ? ." tawar Mami .


" Mau sambal hati ayam mi. "


" Eh, Mami ada stok pete ngak di kulkas ? ." tanya Cia .


" Kayaknya masih ada stok ."


" Yuk ke dapur aja sekarang ."


" Bantuin Mami masak bekal kamu ." ajak Mami .


Keduanya perempuan beda usia itupun berjalan menuju dapur, melupakan bagaimana rapat empat orang pria di meja kotak ruang tamu .


Disaat dua perempuan asik bergelut dengan dapur, disaat itu pula keadaan ruang tamu masih begitu canggung .


Dengan mati - matian Nathan menjawab pertanyaan - pertanyaan dari ketiga pria di depannya dengan jawaban bijak .


Pada kesempatan inilah skill tanya jawab Nathan yang notabene nya seorang CEO diuju, karena biasanya ia yang menguji pada karyawannya pada saat rapat .


Ya bisa dianggap, sekarang Nathan sedang menerima pembalasan karma baik dari para karyawannya .


Selamat menikmati ya Nathan .


" Kapan kamu berniat menikahi anak saya ? ." tanya Papa dengan tegas .


Pertanyaan singkat namun penuh makna pun akhirnya terlontar keluar dari bibir Papi .


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


Rengat Barat


Jum'at 13 Oktober 2023


Pukul 22.24 Wib .


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❤...

__ADS_1


__ADS_2