
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
.......
Klik
Cia mamatikan rekaman cctv itu, ia tidak sanggup melihat bagaimana kelanjutannya, dirinya malu setengah mati melihat itu .
Ia tak mempercayai dirinya sendiri, kenapa ia bisa melakukan hal itu, melakukan kepada bos nya sendiri .
Tubuhnya seperti kaku mengetahui fakta yang tersaji di depan mata .
" Jadi gimana ? salah saya ? ."
" Jika seperti ini, bukankah saya harus bertanggung jawab atas kamu ? ."
Cia yang masih syok tidak bisa mengeluarkan suaranya menjawab pertanyaan Nathan .
Nathan menarik tangan Cia hingga Cia berakhir terduduk dipangkuan Nathan .
Keduanya saling bertatapan intens .
Cklek
Pintu tiba - tiba terbuka menampilkan seseorang disana .
" Bang ."
Cia dengan panik langsung berdiri dari pangkuan Rafa .
" Mama ngapain kesini ? ." tanya Nathan basa basi padahal memang basi, ia mencoba mengalihkan fokus sang Mama .
" Sama Ney juga ."
" Mama mau ajak makan siang bareng ."
" Eh ternyata malah lihat Abang lagi pacaran ."
" Pacaran kok dikantor, ngak romantis banget ." Ejek Ney pada Abangnya itu .
" Yaudah yuk Cia sekalian ikut makan siang bareng ."
" Sesekali gitu Mama makan siang sama calon menantu ."
" Yuk kak Cia kita makan siang bareng ." Ney merangkul tangan Cia dan membawanya melangkah keluar ruangan Nathan .
Cia yang dirangkul pun dengan langkah berat mengikuti Ney .
" Gue harus gimana ." Batin Cia .
Nathan pun beranjak dari kursinya setelah mematikan laptop di hadapannya .
Ia dan Mama melangkah keluar ruangan menuju kantin mengikuti Adik dan Calon menantu kalau kata Mama .
" Itu adiknya Pak Nathan kan ? ." Nina .
" Iya itu adiknya pak Nathan ." Vina .
" Kenapa kelihatan akrab banget sama Cia , pakai digandeng segala ." Nina .
" Ya mungkin memang mereka dekat, kan Cia udah lama juga jadi sekretarisnya Pak Nathan ." Vina .
" Jadi wajar aja kalau kenal dekat sama adiknya ."
" Iya juga ya ." Nina .
Selama Cia dan Ney berjalan menuju kantin diikuti Nathan dan Mama yang berjalan tak jauh dari mereka .
Tatapan beberapa karyawan yang berpapasan dengannya agak berbeda, mungkin mereka penasaran seperti halnya Nina dan Vina .
Tak lama mereka ber empat sudah sampai di kantin, keempat orang itu menduduki kursi yang tersedia, satu meja berisi empat buah kursi .
Dengan Nathan yang duduk bersebelahan dengan Cia, ya kan ngak mungkin juga mereka ngak duduk sebelahan, bisa gagal rencana Nathan .
" Ini bu kotak makan siangnya ." Ucap Pak Supri yang merupakan supir Mama sembari memberikan tas berisi beberapa kotak makan siang .
" Makasih Kang Supri ." Mama .
Kemudian Mama mengeluarkan kotak makan siang tersebut satu persatu sembari membukanya dan meneta diatas meja .
" Mama cuma bawa tiga kotak ."
" Ngak tahu kalau ada Cia juga ."
" Kamu pesan makanan lain Bang ."
" Ini biar buat Cia aja ."
" Eh...ngak Pa pa Tan buat Nathan aja, Cia bisa pesan makanan dikantin ." Tolak Cia halus .
" Ngak dong Cia, biar Nathan aja yang pesan makanan kantin ."
" Kamu harus cobain masakan Mama pokoknya ."
__ADS_1
" Yaudah kalau gitu Tan ."
" Makasih udah diizinin cobain masakan tante ."
" Iya sama - sama calon mantu Mama ."
" Panggilnya jangan tante , panggil Mama aja sama kayak Nathan ."
" Bentar lagi kan juga bakalan jadi anak Mama ."
Cia hanya membalas ucapan tersebut dengan senyum yang begitu dipaksakan agar terlihat manis .
Sedangkan Nathan sudah beranjak dari kursinya guna memesan makan siang .
Ketiga orang tersebut belum memulai makan siang mereka, ketiganya menunggu Nathan .
" Kenapa belum pada makan ? ." Tanya Nathan yang baru saja duduk di kursinya membawa sepiring makan siang .
" Nungguin Abang la, pakai tanya segala ." Ney .
" Yaudah ayo mulai makan siangnya. " Mama .
Keempat orang tersebut pun memulai sesi makan siangnya .
Tak berselang lama keempatnya sudah selesai makan siang .
Hanya tinggal menikmati minuman yang berada di hadapan mereka .
" Cia temenin Mama belanja yuk habis ini ."
" Mama butuh teman belanja ."
" Ney lagi ngak bisa ."
" Mau ya ? ." Pinta Mama dengan mata berbinar menunggu jawaban iya dari Cia .
" Emm...Cia masih jam kerja Ma ." Cia memberikan alasan agar dirinya tidak harus menemani Mama belanja .
" Gampang kalau itu, orang disebelah kamu pasti izinin, harus itu ."
" Cia izin ya Bang ." Ucap Mami pada putranya itu .
" Atau ngak Abang juga sekalian temenin Mama ."
" Abang sibuk Ma ." Tolak Nathan,karena ia tidak mau menemani Mama belanja, ia tidak sanggup harus mengikuti Mama keliling mall sembari menenteng beberapa tas belanjaan .
Maka dari itu, lebih baik ia melanjutkan pekerjaannya dikantor .
" Mama sama Cia aja ya ."
" Mau ya Cia ? Mama pengen deh belanja sama calon menantu ." Mama membujuk dengan segala jurus andalan .
" Iya Cia temanin tante belanja ."
" Yes Mama ada teman belanja ."
" Yaudah yuk kita berangkat ." Ajak Mama .
" Sekarang tante ? ." Cia .
" Iya dong ."
" Yukk ."
" Selamat bekerja Abang ."
" Mama pinjam pacar kamu sebentar ya ."
" Ayo kita otw calon mantu Mama ."
Mama, Cia, beserta Ney pun beranjak pergi dari kantin, meninggalkan Nathan yang masih menikmati kopinya .
" Huhhh ."
" Harus usaha keras buat luluhin Cia ."
" Semangat Nat semangat ."
💚💚💚
Dua orang perempuan sedang duduk di kursi penumpang di dalam mobil yang sedang melaju dengan tujuan mall untuk berbelanja ria .
Yupsss dua orang tersebut adalah Mama dan Cia .
" Haduh ." Gumam Cia ketika menyadari ia lupa membawa tas .
" Kenapa Ca ? ." Tanya Mama
" Cia lupa bawa tas Ma ."
" Gimana ini ? ." Panik Cia .
" Urusan gampang itu, nanti Mama suruh Nathan Jemput kita di Mall sekalian bawakan tas kamu ." jawab Mama enteng .
" Bisa gitu Ma ? ."
" Ya bisa , pasti Nathan mau, sekalian kalian bisa ngedate malamnya kan ." Mama .
__ADS_1
" Tapi dompet Cia gimana ? kan kita mau belanja tan ."
" Urusan bayar membayar biar Mama aja ."
" Tapi tan ." Cia merasa tidak enak akan hal itu .
" Udah jangan tapi tapi ."
" Anggap aja Mama lagi belanjaan anak gadis Mama ."
" Eh iya kamu panggilnya jangan tan dong ."
" Mama aja, biar terbiasa besok ."
" Emmm ..."
" Coba panggil Mama ." Pinta Mama .
" Ma...ma ."
" Ha gitu..."
" Panggilnya Mama , jangan tante ."
" Iya Ma ."
Mobil yang mereka tumpangi pun sampai di depan Mall .
Keduanya keluar dari mobil dan berjalan memasuki mall .
Menaiki eskalator menuju lantai dua .
Dimana tempat beberapa toko pakaian berada disana .
Keduanya memasuki toko pertama , Mama mulai melihat lihat pakaian yang sekiranya cocok . cocok untuk dikenakan Cia .
Karena Mama berniat membelikan beberapa pakaian untuk calon menantunya itu .
" Ini bagus ngak Ca ? ."
" Bagus Ma ."
" Bahannya juga ngak mudah kusut kalau dipakai ." Cia mengeluarkan pendapatnya mengani baju yang dipegang Mama .
" Iya kan bahannya adem juga ."
" Cocok juga buat kamu ."
" Eh ...buat Cia Ma ? ." Tanya Cia .
" Iya buat kamu , cocok banget ini ."
" Bisa dipakai buat ngedate juga ."
" Tapi Ma ...." Cia sungguh sangat sangat merasa segan saat ini .
" Sama yang mana lagi ya Ca ." Mama memilih milih baju lagi .
" Eh kita couple an mau ngak Ca ? ." Tanya Mama .
" Boleh Ma, Cia ikut aja ." Cia pasrah .
" Fix kita couple an ."
" Biasanya Mama couple an sama Ney juga ."
" Nanti kita beli tiga ."
" Bisa dipakai buat jalan bertiga ."
" Kalau gitu kan Mama berasa punya anak gadis dua ." Mama menampilkan ekspresi bahagia .
Ya bahagia la, mau tambah anak gadis satu lagi rangkap jadi menantu pula .
..........❣..........
.......
...Jangan Lupa Like,Vote Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
.......
Rengat Barat
Selasa, 28 Februari 2023
Pukul 19.51 Wib .
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan ❤...
__ADS_1