CEO Or PACAR

CEO Or PACAR
Bab 7 . Curhat Time


__ADS_3

...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Kurang lebih lima belas menit Nathan sudah memarkirkan mobilnya di parkir taman kota .


Keduanya segera turun .


" Mau makan apa ? ." Tanya Nathan, karena disana terdapat beberapa stand penjual makanan yang berjajar memenuhi taman kota .


" Di angkringan sana aja Pak ."


" Nasi kucing disana enak ." Ucap Cia sembari menunjuk angkringan yang dimaksud .


" Yaudah yuk kesana ."


Mereka berjalan menuju angkringan tersebut yang tak jauh dari mereka berada sekarang .


Nathan dan Cia mendudukkan diri di meja lesehan tempat angkringan tersebut .


" Kamu mau makan apa ? ."


" Biar aku ambilin kedepan ." Tawar Nathan, ya kali ini Nathan menawarkan dirinya, itung - itung awal pendekatan .


" Beneran gpp Bapak yang ambilkan ? ." tanya Cia, karena dirinya merasa tak enak jika bosnya itu yang mengambilkan makanan untuknya .


" Iya ."


" Kamu pesan apa ? ." Nathan .


" Nasi kucing ayam kecapnya dua ."


" Trus sama sate kulitnya tiga ."


" Sate hatinya dua ."


" Minumnya jeruk peras ."


" Udah itu aja ? ."


" Ada yang lain lagi ngak ? ." tanya Nathan, memastikan ada pesanan lainnya atau tidak .


" Ngak ada Pak ."


" Cukup itu aja ."


" Kalau kurang nanti ambil lagi sendiri ." Cia .


" Oke ." Nathan segera beranjak dari kursinya mengambil makanan .


Sedangkan Cia mengambil handphonenya dari dalam tas dan membuka aplikasi chat, ia mengatikkan pesan lalu mengirimkannya kepada Qia .


Ia mengabari Qia bahwa ia sedikit telat pulang ke apartemen hari ini .


Disaat Cia baru saja selesai mengirimkan pesan kepada Qia, Nathan meletakkan nampan yang berisi makanan mereka ke atas meja .


Keduanya segera manyantap makanan yang tersedia di atas meja .


" Permisi Mas ."


" Ini gorengan pesanan nya ." seorang pelayan angkringan meletakkan sepiring gorengan di atas meja keduanya .


" Makasih Mas ." Ucap Cia .


" Bapak pesan gorengan banyak banget ."


" Satu dua tiga empat lima enam tujuh ." Cia menghitung jumlah gorengan di atas piring .


" Ngak banyak ."


" Cuma tujuh ."


" Kita berdua lagi ." Jawab Nathan sekenanya sembari mengunyah sate telur puyuh nya .


" Oiya ya kan berdua ." Cia .


Keduanya lanjut menikmati makanan .


Ting ting ting


Handphone Nathan berbunyi .


Ia segera mengambil handphone dari dalam kantong celana .


" Hallo ."


" Assalamualaikum Ma ."


" Abang lagi di taman kota ."


" Iya Ma ."


" Iya nanti abang beliin kayak biasa ."


" Waalaikumsalam Ma ."


" Nanti kita mampir dulu beli pesanan Mama aku ya ." Ucap Nathan .


" Mama Bapak pesan apa ? ."


" Pesan mie ayam sama donat ."


💚💚💚


Kedua manusia berbeda gender itu sedang berjalan menuju parkir setelah mengisi perut di angkringan .


Memasuki mobil, Nathan langsung melakukan mobilnya menuju toko donat langganan sang Mama .


Kurang lebih lima menit Keduanya sudah sampai di toko donat .


" Yuk ikut ." Ajak Nathan .


Dengan enggak Cia pun ikut Nathan memasuki toko donat tersebut .


" Saya pesan donat tiramisu empat ."


" Coklat empat ."


" Matcha dua ."


" Keju enam ." Ucap Nathan memberitahukan pesanannya kepada pelayan toko donat itu .


" Pesanan saya dibuat double ya mbak ."


" Iya Mas ."


" Ditunggu sebentar ya ."


Beberapa menit kemudian donat pesanan Nathan sudah siap dikemas .


Nathan langsung menuju kasir untuk membayar pesanannya .


Ia menerima empat box besar donat .


Lalu melangkah keluar toko diikuti Cia di belakangnya, ia dibelakang, bukan disebelah.


Anggap aja kayak lagi sholat, Nathan di depan jadi imam nya .


Setelah memasuki mobil, Nathan segera melakukan mobilnya kembali menuju tempat penjual mie ayam .


Nathan dan Cia segera turun dari mobil ketika Nathan sudah memarkirkan mobilnya .


" Eh Mas Nathan ."


" Pak Parjo ."


" Gimana kabarnya Pak ? ." Tanya Nathan berbasa basi, untung ngak basi beneran .


" Bapak baik ."


" Mas Nathan gimana kabarnya ? baik ? ."


" Alhamdulillah Baik Pak ." Jawab Nathan .


" Mas Nathan udah lama ngak kesini ."


" Sekalinya kesini ngak sendiri ." Ucap Pak Parjo sembari melihat ke arah Cia .


" Pacarnya Mas Nathan cantik ." Puji Pak Parjo .


" Makasih pujian nya Pak ."


" Pacar saya memang cantik ." Jawab Nathan .


Sedangkan Cia mendengar ucapan Pak Parjo hanya tersenyum , sembari menahan malu .

__ADS_1


" Tambah satu lagi orang yang tau kalo gue pacarnya Pak Nathan, pacar bohongan maksudnya ." Ucap Cia dalam hati.


Nathan pun memesan beberapa porsi mie ayam . dan tak lama pesanan mereka pun jadi .


💚💚💚


Nathan memarkirkan mobilnya di lobi apartemen Cia .


" Ini donat kamu saya mie ayam ."


" Mana tau nanti malam laper lagi ." Ucap Nathan sembari memberikan dua box donat beserta dua porsi mie ayam kepada Cia .


" Beneran buat saya Pak ? ."


" Iya buat kamu ."


Cia pun menerima donat beserta mie ayam yang diberikan Nathan .


" Udah sana masuk ."


" Iya Pak ."


" Makasih donat sama mie ayamnya ."


" Sama - sama ." Balas Nathan sembari menampilkan senyum manisnya .


" Saya masuk ."


" Hati - hati dijalan ." Cia pun keluar dari mobil dan memasuki gedung apartemen .


" Huhhh ."


" Senyum Pak Nathan kenapa manis banget sih ."


" Sebelas dua belas sama Haechan ." Gerutu Cia pelan sembari berjalan menuju lift .


" Inget Cia ."


" Ngak boleh naksir ."


" Dia bos lo Caa ." Cia memperingati dirinya sendiri .


Ting


Cia segera memasuki lift diikuti beberapa penghuni apartemen lainnya .


Ting


Lift sudah sampai di lantai apartemen miliknya .


Ia segera membuka pintu dengan memasukkan kode .


Cklek


" Assalamualaikum wahai penghuni apartemen ." Ucap Cia sembari melangkah masuk .


" Waalaikumsalam wahai manusia jadi jadian ." Jawab Qia yang sedang duduk di sofa menonton televisi .


Cia meletakkan donat beserta mie ayam di atas meja tepat di depan sofa yang di duduki oleh Qia .


" Donat sama mie ayam ." Ucap Cia .


" Perasaan belum tanggal muda ."


" Kok lo beli donat banyak banget sampai dua box ." Ucap Qia yang heran .


" Ngak beli."


" Gratis tis tis ."


" Dari siapa ? ." Tanya Qia yang kepo .


" Dari bos kutub ."


" Bos kutub ..."


" Pak Nathan maksud lo ? ." Qia .


" Heeh ..."


" Bos gue ya cuma Pak Nathan ."


" Gue mau mandi dulu ."


" Habis itu kita ngemil sambil nge drachin ." ucap Cia kemudian berlalu menuju kamarnya .


" Pak Nathan yang beliin ."


" Hah ...berarti mereka jalan bareng dong ." Teriak Qia .


Ia sedikit kaget dengan fikiran nya sendiri .


" Beneran mereka jalan bareng ? ." Qia bertanya pada diri sendiri .


" Cia harus gue interogasi nanti ." Gumamnya.


Qia pun membuka box donat dan mengambil donat keju, menikmati donat sembari matanya melihat ke televisi di depannya .


" Bruk ." Cia mendudukkan diri dengan kasar ke sofa tepat di sebelah Qia .


Membuat Qia sedikit kaget, untung donat ditangannya tidak jatuh .


" Lo ngagetin aja ."


" Untung donat gue ngak terbang ." Ucap Qia yang kesal .


" Gue senang banget ." Pekik Cia yang membuat Qia lagi - lagi kaget .


" Senang kenapa lo ? ."


" Gue habis nonton bujang bujang gue di bioskop ."


" Lo nonton sama siapa ? ."


" Kok ngak ngajak gue ."


" Gue kan juga pengen nonton " Ucap Qia sembari menampilkan wajah kesalnya .


" Yee ...gimana mau ngajak ."


" Gue ngak ada niat mau nonton ."


" Eh tiba - tiba aja diajak nonton ."


" Ya ayuk ajalah ." Ucap Cia .


" Bentar - bentar ."


" Lo hadap sini ." Qia memegang pundak Cia agar menghadap nya .


" Gue mau interogasi lo bentar ."


" Harus jujur ya wahai Qia anaknya Mami Shilla ." Ucap Qia sembari menatap sahabatnya itu .


Berhadapan seperti dua orang yang akan melakukan suit gunting batu kertas .


" Pak Nathan yang beliin donat sama mie ayam kan ? ." Tanya Qia kembali, ini udah pertanyaan yang kedua kalinya .


" Iya, kan tadi gue udah bilang gitu ." Jawab Cia sekenanya .


" Trus lo pulang telat ."


" Heem ." Cia .


" Barusan lo bilang habis nonton bioskop juga ."


Cia hanya diam sembari mendengarkan perkataan sahabatnya itu .


" Otak gue yang encer ini menggabungkan semuanya ."


" Trus gue dapet jawaban ."


" Jawaban yang agak ngak masuk akal ." Qia .


" Emang jawabannya apa ? ." Tanya Cia, ini sahabatnya ngomong kok belibet libet .


" Lo jalan sama Pak Nathan ? jawab jujur ." Ucap Qia mengungkapkan jawaban dari otak encernya .


Bertanya dengan nada menginterogasi dan menampilkan muka kepo .


" Jujur nih ."


" Cepetan ...iya apa enggak ? ." Qia sudah tidak sabar mendengar jawaban dari Cia .


" Iya gue habis jalan sama Pak Nathan ."


" Whatt !! ." Teriak Qia syok, membuat Cia seketika menutup telinganya agar tidak budek mendengar teriakan Qia .


" Kok bisa ? ." Tanya Qia lagi .

__ADS_1


" Ya bisa ."


" Buktinya bisa ." Jawab Cia, ya kan memang bisa .


" Bentar bentar ."


" Coba lo ceritain gimana bisa lo jalan bareng Pak Nathan ? ." Qia meminta penjelasan bagaimana kronologi nya, ini lagi mode penyidik atau gimana .


" Tadi siang Mamanya Pak Nathan ke kantor ."


" Trus ? ." Qia .


" Trus di ngajak makan bareng ."


" Habis makan gue diajak ke mall sama Mamanya ."


" Yaudah gue ngikut ."


" Trus sorenya Pak Nathan nyusul ke mall sambil bawa tas gue yang ketinggalan di kantor ."


" Mamanya minta kita buat jalan berdua ." Cia menjelaskan . namun secara singkat . malas panjang - panjang . singkat aja udah .


" Bentar ... bentar ."


" Kok lo bisa diajak makan bareng trus ke mall sama Mamanya Pak Nathan ? ."


" Ya bisa ."


" Orang dia ngiranya gue calon mantunya ." Ucap Cia yang seketika membuat Qia melotot dan membuka mulutnya .


" Calon mantu ? ."


" Sejak kapan lo menjabat sebagai calon menantu Mamanya Pak Nathan ."


" Kalian pacaran ? ." Qia .


" Ya enggak la ."


" Trus kenapa bisa tiba - tiba jadi calon mantu ." Qia .


" Ini gara - gara party semalam ."


" Oiya semalam kita party ." Qia .


" Eh iya ."


" Tadi pagi pas gue bangun ."


" Lo udah ngak ada ."


" Lo berangkat ke kantor pagi banget ."


" Tumben ."


" Jadi lo ngak sadar kalau gue ngak pulang ke apartemen semalem ? ." Tanya Cia balik .


"Lo ngak pulang ? ."


" Trus lo tidur dimana ? ."


" Lo ngak di bungkus om om sugar daddy kan ? ." tanya Qia, jiwa kepo nya semakin berkobar .


" Gue ngak dibungkus sugar daddy ."


" Tapi dibungkus bos sendiri ."


" Lo dibungkus Pak Nathan ? ." Tanya Qia dengan suara melengking melebihi high note nya Haechan .


Membuat Cia menutup kedua telinganga.


" Pas gue bangun ."


" Tau tau tidur seranjang sama Pak Nathan ."


" Sumpah gue syok banget ."


" Trus trus ? ." Qia .


" Ya gue teriak dong ."


" Pak Nathan gimana pas tau kalian seranjang ? ."


" Dia datar aja kayak biasa ."


" Trus gue sama dia berangkat ke kantor bareng ."


" Eh mampir dulu ke butik buat beli baju ."


" Soalnya kan gue harus ke kantor dengan keadaan rapi yakan ." Cia .


" Kalian ngak ngapa - ngapain kan ? ."


" Lo ngak di unboxing kan ? ." Qia .


" Alhamdulillah enggak ."


" Tapi gue yang hampir nge unboxing Pak Nathan ." Ucap Cia sembari menepuk jidat nya .


" Sumpah malu banget gue ."


" Kenapa gue bisa gitu coba ." Kesal Cia pada diri sendiri .


" Lo hampir unboxsing Pak Nathan ."


" Maksudnya ? ." Qia .


" Gue kira kan gue ngak ngapa ngapain ya, walaupun tidur seranjang sama Pak Nathan ."


" Trus Pas dikantor Pak Nathan bilang mau tanggung jawab sama gue atas kejadian semalam ."


" Gue pertamanya bingung kejadian apa yang semalam gue lakuin ."


" Trus trus ." Qia .


" Trus Pak Nathan nunjukin cctv di kamarnya ."


" Rasanya gue hampir mati berdiri lihat cctv dikamar Pak Nathan semalam ."


" Kejadian apa yang lo liat di cctv ? ." Qia .


" Kejadian gue yang nyium bibir Pak Nathan ."


" Lo ...nyium Pak Nathan ? ."


" Di bibir lagi ." Qia kembali teriak karena syok berulang kali .


" Iya gue beneran nyium Pak Nathan ."


" Bahkan gue dorong Pak Nathan ke ranjang sambil nyium bibirnya intens banget ."


" Gue ngelihat itu semua di cctv ."


"Trus gimana lanjutannya ? ." Tanya


Qia, ia penasaran bagaimana kelanjutan Cia yang mencium bosnya dia ats ranjang .


" Ngak tau gimana lanjutannya ."


" Gue ngak sanggup lihat lagi ." Ya Cia mematikan video cctv yang di putar Nathan karena tidak sanggup melihat lanjutannya .


" Tapi ngak sampai bobol gawang kan ? ." Tanya Qia memastikan, memastikan sahabatnya itu masih perawan atau tidak, kan bisa ribet urusannya kalau udah enggak .


" Syukurnya enggak ."


" Soalnya gue sama Pak Nathan sama - sama masih pakai baju lengkap pas bangun ." Cia.


" Alhamdulillah ngak bobol gawang sebelum halal ." Ucap Qia bersyukur sahabatnya tidak unboxsing duluan .


" Trus gimana kelanjutan Pak Nathan yang bilang mau tanggung jawab sama lo ."


" Ya gue ....."


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


.......


Rengat Barat


Minggu, 19 Maret 2023


Pukul 13.16 Wib .


.......

__ADS_1


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❤...


__ADS_2