
Hari berganti hari tak terasa sudah 100 hari nino pergi untuk selama lamanya,sejak saat itu pula nana hanya mengurung diri di kamar, namun bukan di kamar rumahnya bersama nino,namun di kamar miliknya rumah papa mamanya. karna sejak 7 hari nino, nana memutuskan untuk kembali ke rumah sang papa, begitupun dengan sang mertua mereka memutuskan untuk menetap di singapur setelah 40 hari nino,untuk perusahaan disini di urusi oleh dirga, yang sudah kembali beraktifitas.
tok tok tok,suara pintu di ketuk.namun tak ada sautan dari dalam.seorang wanita memasuki kamar.
sayang kita turun makan malam dulu yuk,kamu seharian belum makan lhobujuk sang mama.
namun yang di bujuk hanyalah diam tak berekspresi pandangannya kosong entah kemana fokusnya.
na,kamu gak boleh gini dong,ayo na kamu gak kasihan sama mama dan papa,kamu juga gak kasihan sama semuanya semua yang sayang sama kamu.
kamu gak kasihan sama pegawai kantor kamu,mereka menggantungkan hidup ke perusahaan kamu sayang,sambil membelai rambut sang anak.
tiba tiba buliran bening turun membasahi pipi nana perlahan semakin deras.hiks hiks hiks,,mama, nana pun memeluk sang mama.
ya sayang mama disini nak,menangislah kalo menangis bikin kamu lega. akhirnya kedua wanita itu berpelukan sambil menangis.
__ADS_1
kini nana telah kembali beraktifitas seperti biasanya tapi sifat pendiam dan dinginnya muncul lagi, dia menjadi wanita yang benar benar cuek akan lingkungan sekitar nya, fokusnya hanya pada pekerjaan. itu semua dia lakukan hanya untuk mengalihkan pandangannya pada bayang bayang sang suami.namun tetap saja dia tak bisa melupakan.
Di sebuah area pemakaman seprang wanita tengah berdoa pada dua nisan yang berjajar bertuliskan nino dan riko,ya nino di makamkan di samping riko.
kalian jahat sama aku kalian gak benar benar mencintai aku buktinya kalian pergi ninggalin aku dan gak bakal kembali, kamu riko pergi di saat kita akan menikah, tau gak kamu saat itu aku hancur hancur, namun aku sadar aku gak seharusnya nyalahin kamu mungkin takdir kita emang gak berjodoh, sudah mulai mengeluarkan buliran bening dari ujung mata.
Dan kamu nino, kamu datang dan mulai meluluhkan hati ini,hingga akhirnya kita menikah tapi kamu juga sama seperti riko kamu tega ninggalin aku, kalian jahat hiks hiks hiks sambil meremas tanah pusara di depannya.
tak disadari sedari tadi ada sepasang mata yang menatap dibalik kaca mata hitam yang bertengger di atas hidungnya.dia berjalan mendekati pusaradan berjongkok di samping sang wanita.
hiks hiks hiks,,,,kenapa sand,,,kenapa semuanya pergi ninggalin aku.hiks hiks hiks....
apa aku gak pantas buat di sayangi.
sandy pun akhirnya merangkul nana dan menenangkannya.
__ADS_1
Dia merasa sedih melihat nana terpuruk seperti ini,andai na kamu tahu isi hatiku, aku juga sakit na lihat kamu seperti ini.batin sandy.
nana masih terisak semakin deras air mata yang mengalir.membasahi pipinya sampai baju sandy pun ikut basah di buatnya.
kenapa sand,takdir bagitu kejam sama aku.kenapa sand,,,lagi lagi nana meluapkan isi hatinya.
enggak na,Tuhan pasti punya rencana kelak pasti ada kebahagiaan yang sedang menunggu kamu.sekarang udah siang kita pulang yuk,kamu harus kerja kan,sandy mencoba mengingatkan.
nana kini sudah tiba di kantornya dia sudah di sibukkan dengan berkas berkas yang harus di tanda tangani.
waktu terus barjalan sudah setahun setelah kepergian nino,namun nana sama saja tak ada yang berubah dari dia,selalu sibuk bekerja pergi pagi pulang malam, minggu pun terkadang dia memelih pergi kekantor atau kepemakaman.
selama ini pulalah sandy yang selalu berusaha menghibur nana,dan menjadi tempat berkeluh kesah nana.
Hari ini sandy berencana mengajak nana untuk.makan siang bareng sekaligus membahas kerjasama perusahaannya, namun di tolak oleh nana, akhirnya mereka makan di ruang kerja nana, dengan di temani sekertaris nana dan juga fadhil.
__ADS_1