Cerita Cinta Mariana

Cerita Cinta Mariana
menghanyutkan


__ADS_3

fadhil,fadhil,,,ternyata kamu diam diam menghanyutkan,gumam nana yang tiba tiba langsung tertidur.


nana terbangun ketika pintu kamar di ketuk,dan menampilkan bibik yang masuk membawakan jahe hangat untuknya.


"non,ini minuman hangatnya,tadi den fadhil yang nyuruh buatin,ucap bibik sambil meletakan gelas di meja.non masih pusing, butuh bantuan apa non,tanya nya lagi.


enggak bik,,gak papa bisa sendiri kok,fadhil dimana bik.


"den fadhil masih di bawah non,di ruang kerja, kalo gak ada yang di bantu bibik mau nyiapin sarapan dulu non.berlalu meninggalkan kamar nana dan menutup pintu,sementara nana bersiap membersihkan diri supaya badannya terasa enak.


dhil, terima kasih atas perhatiannya. sementara sang pria hanya menatap sekilas lewat kaca spion,"sudah tugas saya non. kini meteka dalam perjalanan ke lokasi proyek, karna jadwal hari ini mengharuskan mereka meninjau lokasi.


sampai di tempat nya, semua berjalan lancar sampai saat akan pulang tiba tiba saja sebuah tragedi dimana balok kayu yang di gunakan untuk pengerasan dinding,terjatuh di saat itu pula nana melintas di bawahnya, tak bisa di hindari balok pun menimpa kepala nana, seketika nana bertariak,namun belum sempat fadhil menolong nana sudah tertimpa balok baja,nana merasa kepalanya pusing tiba tiba saja pandangannya kabur dan seketika langsung pingsan .


fadhil pun cemas buru buru dia membopong nana dan membawanya kerumah sakit. sampai di rumah sakit nana segera di berikan pertolongan dengan cepat ,fadhil segera menghubungi tuan hartono dan nyonya karna mereka sedang berada di luar negri .


sementara nana sedang di beri pertolongan fadhil menghubungi pihak kontraktor, untuk mengurus kecelakaan kerja fadhil benar benar marah,karna keteledoran pekerja nya.


dokter keluar dari ruangan, mengabarkan bahwa nana harus di jahit di bagian kepala karna robek tertimpa runtuhan balok yang bahkan masih ada paku nya.


keluarga pasien,,tanya sang dokter.

__ADS_1


saya dok,bagaimana keadaan pasien,dok. tanya fadhil cemas.


pasien membutuhkan tambahan darah, golongan darahnya A, silahkan ambil di bank darah atau ada pendonor lain,ucap dokter .


"ambil darah saya saja dok,kebetulan darah saya A,ucap fadhil yakin.


akhirnya fadhil pun menyumbangkan darahnya untuk nana, sementara fadhil beristirahat memulihkan tenaganya, nana sedang dilakukan penjahitan lukanya .


kini nana sudah dipindahkan diruang perawatan, fadhil yang masih merasa lemas tetap setia menjaga nana.


"na, cepat bangun,jangan bikin aku cemas,ucap fadhil sambil menggenggam tangan nana dan menciumnya.ditubuh kamu juga mengalir darah aku na, aku gak berharap lebih, aku bisa ngelindungin kamu aja aku udah bahagia.


tiba tiba nana menggerakkan jemarinya yang di genggam fadhil, dan membangunkan fadhil,dengan suara yang lemah nana memanggil fadhil,namun tetap saja tak bergeming.nana masih berusaha membangunkan fadhil kali ini menarik tangannya sehingga fadhil langsung terbangun.


"nona sudah sadar, sambil beranjak dari tempat duduk.


kamu sudah banget di bangunin,aku haus dhil.


akhirnya fadhil mengambilkan air minum dan memberikan pada nana.


akhirnya dokter datang memeriksa nana,setelah fadhil menghubungi dokter sebelumnya.

__ADS_1


dhil makasih kamu udah jagain aku,ucap nana.nanti kalo papa sama mama dah sampai kamu pulang dan istirahat ya.


"sama sama nona,itu tugas saya.sekarang nona tidur lagi saja sambil menyelimuti nana, sempat terasa hangatnya hembusan nafas keduanya, membuat nana merasa berdesir


sama halnya dengan fadhil, jika harus berhadapan langsung dengan nana dia benar benar akan terbusi. namun secepat kilat bibirnya mencium kening nana. spontan namun penuh perasaan, nana yang awalnya memejamkan mata tentu saja terkejut langsung membuka mata menatap fadhil dengan wajah bersemu merah sedang fadhil.berusaha bersikap tenang, seolah tidak terjadi apa apa dan meninggalkan nana yang masih terdiam.sampai diluar ruangan fadhil memegang kedua pipinya yang terasa panas.


gila kamu dhil,bisa bisanya nyosor nana,gak bisa nahan amat sih, gumam fadhil merutuki kecerobohannya.sambil menampar bibir nya.


sementara nana, masih mengingat kejadian barusan, dia merasakan dadanya berdetak kencang dan merasa gemetar hanya di cium keningnya oleh fadhil. jangan baper na, ucap nana sambil memegang keningnya.


sudah seminggu nan di rawat hari ini nana diijinkan pulang oleh dokter, kali ini nana di temani mama dan papa nya,sementara fadhil sibuk mengurus perusahaan .


sayang, mau mama masakin apa untuk nanti malam.


"apa aja ma asal jangan yang pedas,o ya ma,aku pengen martabak biasanya.


kok martabak sih, yang sehat do na,sambil mendudukkan nana di ranjang,karena mereka baru saja tiba .


"nana pengen banget ma dah lama nana gak beli,nanti biar nana telfon fadhil aja ma.


ya sudah kamu tiduran dulu aja mama mau nyusul papa keruangannya dulu.

__ADS_1


__ADS_2