Cerita Cinta Mariana

Cerita Cinta Mariana
tekad


__ADS_3

hari terus berlalu,keadaan nana kini sudah lebih membaik,dia selalu rutin memeriksakan diri ke psikiater,sandy lah yang selalu menemani dan selalu ada buat dia.sandy berniat mengutarakan isi hati nya agar nana bisa segera melupakan bayang bayang masa lalunya.


na,aku mau ngomong sesuatu sama kamu.mereka saat ini tengah perjalanan pulang.


"mau ngomong apa sand,dari tadi kita udah ngomong juga.


aku cinta kamu na,aku mau kita menua bersama.ucap sandy to the point.


1


2


3


hening tidak ada suara,nana pun terdiam tatapannya lurus kedepan memandang kendaraan yang berjalan di depan.


Maaf na,kalo kamu gak suka.tapi aku juga tersiksa na memendam sendirian.aku gak maksa kamu na,yang penting kamu udah tau perasaan aku kekamu .


awalnya aku memang udah memendam perasaan ini,tapi seiring waktu kita sering bersama rasa itu muncul lagi.

__ADS_1


nana pun masih diam namun setitik air mata menetes di pipinya,sandy yang melihat pun segera menepikan mobilnya.


kenapa nangis na,maaf kalo kata kata aku bikin kamu gak nyaman,sambil menggemgam tangan nana.


apa aku masih pantas buat di cintai sand,aku takut sand,aku takut di tinggal lagi.nana mulai terisak.


jangan bicara gitu na,jodoh maut semua sudah diatur.mungkin takdir mereka harus meninggal dengan cara seperti itu. trus kamu mikir kayak gitu kamu gak akan mau bangkit dan menyerah pada takdir iya begitu, bersikaplah bijak na,sandy mulai mengencangkan suara nya dia seperti itu supaya nana sadar,dan mengubah pola pikirnya.


nino diam memilih melihat ekspresi nana, nana semakin terisak bahunya bergetar hebat,dia butuh sandaran bahu yang mampu menenangkan dan pelukan yang mampu memberinya kenyamanan.


sandy segera merengkuh tubuh lemah di sampingnya,lemah akan keadaan yang begitu tidak adil dan berat .


"ayo kita pulang,kelamaan kita berhenti nanti dikira ngapa ngapain,celetuk sandy mencoba mencairkan suasana.


sekarang kamu optimis na,kamu punya masa depan,jangan trauma na. akhirnya pembicaraan pun berhenti sandy segera melajukan mobilnya entah kemana tujuannya nanti.


"kita langung pulang atau mampir dulu,tanya sandy.


pulang aja,aku pengen nenangin diri.

__ADS_1


nana duduk di tepi kolam dengan kaki mengayun ayun di dalam kolam sekedar melepaskan penat dan merasakan segarnya air kolam ingin rasanya nana masuk kekolam dan tenggelam hingga dasar kolam tanpa berusaha untuk naik kepermukaan.


namun nana menepis pikiran buruk nya,pikiran yang menguasai jiwa dan hatinya.


akhirnya nana memutuskan untuk menceburkan diri nya ke kolam karna ingin berenang.


byuuuuurrrr,suara air kolam.nana benar benar menceburkan dirinya sampai ke dasar kolam,dia benar benar berdiam didasar kolam,menahan nafas yang benar benar terasa berat,entah berapa detik nana beetahan di dasar kolam.ketika dirasa sudah tidak kuat dengan nafasnya ana bergegas naik kepermukaan.


kepala nana telah muncul di permukaan kolam,nafasnya terengah engah dia mengambil oksigen sebanyak banyak nya menghirup dan melepaskan.gar beban yang dirasakan ikut terlepas.


setelah dirasa cukup nana.melanjutkan kegiatan berenangnya,mengitari kolam entah berapa kali dia mengitari kolam.


2 jam sudah berlalu nana merasa lelah dan lapar,akhirnya nana bergegas menuju kamar mandi untuk bersih bersih.


kini nana sudah berada di meja makan nana makan dengan lahapnya,bik sri yang melihat pun tersenyum senang.


Hari ini nana benar benar merasa fresh,nafsu makannya serasa sudah pulih.nana juga sudah bertekad akan memulai lembaran baru,dimana masa depannya sedang menanti.


malam telah larut,nana sedang berdiri di balkon kamarnya memandangi langit yang gelap namun cerah akan sinar bintang,bintang yang hanya terlihat satu namun bersinar dengan terang.dia ingin.seperti bintang.walaupun sendiri di tempat yang tinggi nan jauh namun tetap bersinar menerangi semua.

__ADS_1


nana bergegas ke ranjang dan merebahkan tubuhnya,ingin segera tidur agar besok bangun lebih fresh,dan siap menyambut dan menjalani hari hari barunya.dia sudah bertekad akan mengubur keangan nya.


__ADS_2