Cerita Cinta Mariana

Cerita Cinta Mariana
memulai


__ADS_3

nana keluar hanya menggunakan handuk kimono saja karna tadi memang tidak membawa ganti.dengan cepat dia menuju walk in closhet mengambil baju ganti,tidak menghiraukan fadhil yang menatapnya dari atas sampai bawah.


pikiran liar fadhil pun menari nari di pelupuk mata,,namun segera fadhil tepis ia ingin nana melakukannya atas keinginan sendiri tanpa rasa sungkan ataupun paksaan.


nana berjalan menghampiri fadhil duduk disampingnya,,,fadhil langsung saja mencium pipi nana,dan menghadap pada nana,,,kamu cantik banget sih,,mencubit hidung nana.


kamu baru sadar kalau atasan kamu ini cantik,,,dah dari dulu kali,,memajukan wajahnya,,dengan cepat fadhil langsung meraih tengkuk nana dan menempelkan bibirnya,mencium dan **********,,lama kelamaan ciuman itu semakin dalam nana tak segan membalas ciuman fadhil,ciuman yang awal mulanya biasa kini menjadi semakin panas,dan menuntut.gairah keduanya mulai memanas,fadhil masih menyusuri setiap inci bibir nana,,dan tangannya sudah merajalela ke bagian dada nana.


nana yang merasakan gerakan tangan fadhil, mencoba menahan gairah yang mulai menjalar,,nana juga tak munafik,sebagai wanita yang pernah menikah dan pernah melakukan hubungan suami istri dia juga merasakan gairah di tubuhnya walau hanya rangsangan namun nana ingin menahan diri dulu,namun belaian fadhil benar benar membuatnya melayang,selesai dengan bibir nana ciuman fadhil menurun menyusuri leher nana,m******t dan memberinya tanda merah,tangannya refleks memeluk leher fadhil,nana benar benar tidak bisa menahan gairahnya.


ketika udara diruangan kamar mulai memanas,tiba tiba saja pintu kamar di ketuk,sontak keduanya melepaskan satu sama lain,fadhil hanya mendesah"siapa juga yang gangguin. nana terkekeh geli, ketika hendak berdiri membuka pintu,fadhil mencegahnya.


siapa sih,sambil membuka pintu.

__ADS_1


"den,makan malamnya udah siap,ucap bik surti.


bibik ganggu aja,ucap fadhil cemberut.


"maaf den bibik gak tau,ya udah isi amunisi dulu ntar biar kuat sampai merem melek.


non makan malam dah siap ayo isi amunisi dulu ntar biar kuat,setengah berteriak.


dah bibik balik turun kita akan segera nusul.


yang makan malam nya dah siap kita turun yuk,makan malam dulu.akhirnya mereka turun dan mulai makan malam.bibik yang menuangkan minum tak sengaja melihat kearah leher nana,hanya senyum senyum meledek."duh,,,non besok kalok berangkat kerja pakai baju yang lehernya ketutup ya non, abis digigit apa tadi kok bisa merah gitu,, nana hanya menunduk sambil menahan malu, sementara fadhil malah tersenyum dengan bangganya bilang ,,namanya pengantin baru bik,bibik kok kepo amat sih.


"iya iya,,,den maaf...bibik cuma bercanda.

__ADS_1


santai aja bik,,biar gak kaku.bibik pun pamit kebelakang,dan fadhil masih senyum senyum,dan membelai leher nana dwngan jari telunjuknya dimana bekas ciumannya yang memberi tanda merah.


"besok gak usah kekantor ya,takutnya kamu malu.


aku ada baju leher panjang kok.


waktu sudah menunjukan pukul 10.00 malam,kedua insan yang sudah rebahan diatas kasur pun masih menatap langit langit kamar, mereka sibuk dengan pikiran mereka masing masing,,namun tak berselang lama terdengar dengkuran halus dari istrinya,fadhil memiringkan tubuhnya menatap lama pada istrinya"aku bersyukur diberi kesempatan bisa memilikimu,aku janji akan selalu membuat kamu tertawa,ucap fadhil lalu mencium kening nana lama,kemudian turun mengecup bibir nana sekilas,dan diapun memejamkan mata menyusul sang istri kealam mimpi.


embun pagi yang menetes diantara dedaunan, dua insan yang masih terselimuti selimut tebal mulai menampakan pergerakan,,mata sang lelaki mulai bergerak perlahan terbuka,menatap langit langit kamar dan mengedip ngedipkannya mengumpulkan kesadarannya,dan menoleh disampingnya,wajah ayu yang masih pulas dengan alam mimpinya,dia pun beranjak duduk masih memperhatikan bidadarinya, perlahan mendekat dan mencium ujung bibirnya,,sang empunya yang dicium perlahan mengerjapkan mata,merasa ada yang menyentuh wajahnya dia pun menoleh sekali lagi bibir mereka bersentuhan karna posisi sang pria masih di sampingnya,"selamat pagi,,sapa sang suami.


pagi juga,,,kamu dah dari tadi bangunnya.nana mambetulkan posisi tidurnya kini mereka saling berhadapan.


"baru aja,,nanti agenda kamu harus ke kota W, aku harus nyelesain rapat kemarin belum clear, jadi gimana,,,kita harus beda lokasi membelai rambut nan dan merapikannya.

__ADS_1


mau gimana lagi,,,gak papa lah nanti aku minta supir aja yang yang nganter,,aku ngajak dewi aja.ya sudah kamu mandi duluan aku siapin baju.beranjak turun dari ranjang diikuti fadhil yang menuju kamar mandi.


__ADS_2