
nana menelan makanan nya dengan susah payah,dia merasa aneh dengan hatinya karna fadhil memujinya,,"kita jalanin aja dhil ikuti alurnya,sampai waktu yang di tentukan mama dan papa, selama itu kita akan memulai pendekatan,beranjak dari duduknya,dan meninggalkan fadhil,namun beberapa langkah dia berhenti dan mengatakan"semangatlah dhil mengejar cintamu.
fadhil hanya menyimak apa yang diutarakan nana.
"maksud nana tadi apa,aku harus berjuang cinta,,padahal cinta aku kamu na, berarti itu kode keras buat aku,ungkap fadhil berarti nana ngasih lampu kuning nih ,,yes ucap fadhil sambil melompat tanda dia senang, dan meminum minuman dari gelas nana,,,hmmmm...manis juga bekas bibir nana, sambil tersenyum jahil.
namun siapa sangka ternyata bik surti di belakang menguping pembicaraan nona nya, dan berjalan mendekat lalu menjitak kepala fafhil. "hayo pikirannya jangan mesum den fadhil.
astaga ,,bik surti ngagetin aja,sambil memijat kepala nya yang terasa sakit akibat di jitak bi surti.
abisnya den fadhi pasti mikirnya ngeres nih, buktinya minum gelas bekasnya non hayo,,,
hehehe,,bibik bisa aja,,makannya den ayo berjuang naklukin non nana, udah di kasih lampu hijau juga, sambil mengambil martabak manis dan memakannya dan berjalan meninggalkan fadhil,,,"den besok beliin bibik martabak ya ,,,.
fadhil pun hanya terkekeh melihat tingkah bibik,,ternyata mencintai diam diam namun justru malah banyak pendukungnya.kini giliran dia yang harus berjuang membuat nana benar benar jatuh cinta.
__ADS_1
pagi ini nana ada rapat penting, kini keduanya sudah sampai di lobi perusahaan, mereka menuju ruang rapat.selama rapat berlangsung nana benar bemar tidak konsen semua presentasi di lakukan oleh fadhil,pikiran nana berkecamuk, selama rapat berlangsung fokus nana hanya tertuju pada fadhil,ternyata dia terlambat menyadari bahwa fadhil sebenarnya menarik.dari segi wajah fadhil cukup tampan, namun selama ini memang nana tidak menyadarinya.
puas memandangi fadhil,nana merasakan ada getaran aneh di dalam dada,dia merasakan detak jantungnya berdetak lebih cepat. fadhil yang merasa sedari tadi di perhatikan berusaha tidak salah tingkah,mencoba bersikap biasa agar nana pebasaran.
semua pegawai sudah pulang sedari tadi hanya tinggal beberapa saja yang memang mereka lembur, nana dan fadhil berada di dalam lift,
"sewaktu kita rapat nona memperhatikan saya terus,apa nona baru sadar kalo saya ini tampan,ucap fadhil jelas ..
yang di tanya pun hanya menelan ludah saja,mau menjawab apa dia malu karna terpegok langsung, hmmm,,,iya karna saya menyimak presentasi dari kamu.alasan nana saja.
beejalan mendekati nana dan meraih pinggangnya,,sehingga terasa hembusan nafas nana,dengan cepat fadhil menempelkan bibirnya sekilas ke bibir nana ,dirinya hanya bisa pasrah saja.dirasa nana hanya diam saja fadhil segera memperdalam ciumannya.namun fadhil segera sadar,dan mengakhiri ciumannya.
"maaf nona,wajah keduanya bagai kepiting rebus.nana benar benar gugup atas perlakuan fadhil,begitupun dengan fadhil,antara malu dan bersalah,karna main nyosor saja. pintu lift seketika terbuka mereka keluar dari lift dengan perasaan campur aduk.
sampai dirumah nana segera menuju ke kamar,dan menuju kaca rias benar saja wajahnya masih bersemu merah,dan jari jari tangannya terasa dingin,mengingatbkejadian di dalam lift membuat dia tersenyum sendiri bagai orang gemes dia berteriak "fadhiiiiiiillll, dengan senyum yang mengembang.
__ADS_1
sementara fadhil masih di dalam mobil, dia senyum senyum sendiri mengingat tingkahnya yang nekat terang terangan mencium nana. sungguh benar benar gentle.
setelah kejadian di dalam lift,hubungan nana dan fadhil mulai ada perubahan mereka lebih dekat dan waktu yang di berikan oleh mama dan papa nana,tinggal hitungan hari saja.
mereka kini tengah berada di ruang keluarga menikmati acara santa bersama keluaega dan tentunya meminta keputusan dari nana dan fadhil.
"kalian sudah memberi keputusan buat kami,tanya papa .setuju kan kalian berdua di nikahkan.kamu bagaimana na mau menikah dengan fadhil.
kami setuju pa,ucap nana tegas .kita akan memulai semuanya,belajar mencintai satu sama lain.
fadhil pun mengiyakan ucapan nana, bukankah cinta itu tumbuh karna kebersamaan.
setelah puas dengan keputusan mereka,papa pun segera menentukan pernikahan keduanya akan di laksanakan satu bulan lagi.
mereka berusaha mengikuti alurnya akan berakhir seperti apa mereka berusaha memberikan yang terbaik dan mengikuti kata hati.
__ADS_1