Cerita Cinta Mariana

Cerita Cinta Mariana
melepas


__ADS_3

aku akan benar benar perjuangin kamu na, gumam fadhil,sambil sesekali menatap pantulan nana dari kaca spion,yang masih berlinang air mata .


dhil,,antar aku ke makam,,,hiks hiks hiks,,


"tapi,ini kan sudah malam nona,sebaiknya nona saya antar pulang saja dan segera istirahat.


aku belum mau pulang dhil,,,terserah kamu mau bawa aku kemana.


akhirnya fadhil memilih mengantar nana ke taman.setelah sampai di taman,di area yang jauh dari kerumunan nana meluapkan segala emosi nya,menangis sekencang nya di temani fadhil yang setia duduk di sampingnya .


dhil,,,panggil nana lirih dengan suara serak khas menangis, menurut mu benar apa yang ku putuskan jika aku menyuruh sandy bertanggung jawab.


fadhil masih diam seribu bahasa, membiarkan nana meluapkan segalanya .walaupun aku masih belajar membuka hati buat sandy,namun sakit dhil ternyata aku harus ditinggalkan lagi .


nona,menurut saya keputusan anda benar anda mengetahui di awal yang bahkan anda pun belum memutuskan,dari pada nanti anda mengetahui diwaktu anda sudah menikah .


dhil sebagai pria dewasa apa kurangnya aku dhil,andai kita bukan atasan dan bawahan apakah kamu juga akan tertarik dengan aku.


fadhil pun hanya menelan ludah mendengar pertanyaan nana,jujur dia gugup.


"nona sudah mari kita pulang, jangan sampai orang mengira yang tidak tidak nanti.


sampai dirumah nana mengurung diri di kamar,bukan dia kecewa dengan sandy namun dia kecewa dengan keadaan,takdir sedang mempermainkan,dirinya selalu di tinggalkan,hubungan yang dia bangun selalu berakhir dengan air mata.

__ADS_1


karna terlalu lama menangis nana tertidur.


ketika terbangun waktu sudah menunjukan pukul 08.00 pagi, nana tidak segera bergegas ke kamar mandi,dia hanya melihat pantulan dirinya di cermin dengan mata yang sembab khas orang menangis.


terdengar pintu di ketuk, nana mempersilahkan masuk,ternyata sang bibi yang datang.


non ada tuan sandy datang,ucap bibi.


"suruh tunggu bi, nanti saya akan turun.


bibi pun pamit dan kembali ke dapur , nana bergegas membasuh muka nya tanpa ada keinginan buat mandi.


sebenarnya aku males harus ketemu sandy, bagaimanapun aku kecewa dengan sikapnya,namun itu semua juga kesalahannya ,gumam nana.aku harus nyelesain ini semua.


dia rela lama menunggu karna harus menyelesaikan masalahnya.


terhalang meja nana memilh duduk di deoan sandy,menghela nafas sebelum.membuka obrolan,"ada apa, tanya nana bersikap sebaik mungkin,,,


aku minta maaf na, bukan maksud aku ngehianatin kamu.


"sudahlah sand,semua sudah terjadi,jujur aku kecewa sama kamu,selama ini kamu slalu ada buat aku kamu bener bener ngebuktiin ketulusan mu,kamu berusaha sabar nunggu aku,walaupun aku masih berusaha belajar nerima kamu,di saat aku fokus memantapkan hati ternyata Tuhan berkehendak lain, mungkin memang kita enggak di takdirkan bersama cukup sebatas teman,dengan mata berkaca kaca.


tapi na,kita bisa merubah takdir.ucap sandy tegas.

__ADS_1


"takdir apa yang akan kita rubah,gak ada,,dengan keadaan kamu akan memiliki seorang anak,apa yang akan kita rubah.


mala minta ketika telah melahirkan nanti dia minta cerai dan akan mengurus banyinya.sendiri.


"gila,,lelucon apa lagi ini kalian mempermainkan pernikahan, jangan tambah kesalahan kalian lagi,kalian ingin anak kalian tumbuh tanpa keluarga yang lengkap.


nikahi wanita itu sand,dia lebih membutuhkan kamu,kita tetap jadi teman seperti semula saja.


tapi na,,aku masih cinta sama kamu.


"belajarlah mencintai ibu dari bayimu, nanti kebersamaan kalian pasti akan menumbuhkan cinta diantara kalian.dan aku memaafkanmu sand.


mungkin ini lebih baik buat mereka berdua karna nyatanya nana memang belum bisa sepenuhnya mencintai sandy.


baiklah jika itu maumu,,bolehkah aku memelukmu na,untuk terakhir kalinya sebelum aku benar benar menikahi mala.


nana pun menganggukan kepalanya,dia mencoba menghibur sandy,nana sadar disini sandylah yang paling tersakiti.akhirnya mereka berpelukan sandy seakan tak ingin melepaskan pelukannya,sambil sesekali mengecup pucuk kepala nana.


na aku berharap anak kita saja kelak yang berjodoh,,sambil mengelus punggung nana.


sambil melepas pelukannya nana memundurkan tubuhnya, kamu ini aku aja belum tau kapan nikahnya kapan hamilnya, sambil memukul dada sandy.


prahara mereka pun telah terselesaikan kini sandy sedang mempersiapkan acara pernikahannya, karna semakin mundur perut mala semakin membesar.

__ADS_1


__ADS_2