
namaku 'Sarah Nur Wijaya' anak dari rendy wijaya dan anni lestari keluarga yang berada memiliki beberapa cafe dan toko kue, Sarah bertubuh mungil berwajah cantik memiliki bulu mata yang lentik, berlesung pipi dan berkulit putih, Sarah anak kedua dan memiliki kakak laki laki yang sedang kuliah semester 5 yang bernama Indra wijaya kakak yang baik, ramah, penyang dan juga jail tetapi hanya pada adiknya saja. Sarah memiliki dua sahabat yang bernama Eva dan juga Lili mereka bersahabat sejak bangku sekolah.
'Indra wijaya' anak pertama dari rendy wijata dan anni lestari kakak dari Sarah nur wijaya, memiliki paras yang tampan, kulit berwarna putih, tinggi dan berlesung pipi tetapi memiliki kepribadian yang dingin kepada orang lain kecuali sahabatnya dan adiknya. Indra berkuliah di Universitas Negari di salah satu Jakarta dan sudah semester 5 bersama temannya yang bernama dino dan ifan.
'Eva diah' sahabat dari Sarah sejak sekolah dasar karena rumahnya berdekatan dan juga ayah dari Eva juga berkerja di salah satu Cafe ayah Sarah. Eva berwajah imut dan berkulit putih hanya saya lebih cerewet kepada kedua sahabatnya.
'Lili tefani' sahabat dari Sarah dan juga Eva mereka bersahabat sejak bertemu Lili di bangku sekolah menengah pertama, berwajah cantik, bertubuh tinggi dan sedikit timboy ayahnya berkerja sebagai kariyawan perusahaan ternama di kota.
' Evan Setiawan' anak dari iwan setiawan dan oktavia keluarga yang kaya di kota karena memiliki perusahaan yang terkenal di bidang perhotelan. Evan berwajah tampan, mata berwarna biru, tubuh tinggi, putih seperti orang - orang korea karena ayah dari Evan memiliki darah campuran dari dua negara. Evan memiliki kepribadian yang pendiam, dingin tidak banyak bicara bukan karena pernah tersakiti atau ditinggal kekasih melaikan memang ini sifatnya sedari kecil, Evan memiliki dua Sahabat yang bernama Rio dan Dimas.
'Dino' sahabat dari Indra berwajah tampan, tinggi dan bersifat play boy.
' Ifan' sahabat dari indra dan dino berwajah tampan, tinggi dan sedikit bar-bar.
'Rio' sahabat dari Evan berwajah tampan, baik sedikit cerewet.
'Dimas' sahabat dari Evan dan Rio berwajah sedikit imut, manis, tinggi dan juga humoris.
-------------------------------♡---------------------------------------------
Sinar matahari memasuki celah -celah cendela kamar gadis berwajah cantik yang sedang tertidur pulas, yak gadis itu bernama Sarah nur wijaya.
Ceklek.... pintu kamar Sarah terbuka terlihat sosok wanita berusia tidak muda yaa itu ibu sarah.
__ADS_1
A"dekkkk....... ini sudah siang mau sampai jam berapa kamu tidur "Teriak Mama anni
"emmmm."Sarah ( sambil bergulat di dalam selimut )
"Mama tunggu 10 menit di meja makan kalau tidak makananya akan di habiskan sama Abang "Ucap Mama anni ( sabil keluar daru kamar sarah )
"Iya mahhh Adek bangun koq" Sarah ( sambil mengosok-gosok matanya )
-----------10 menit kemudian -----------
Sarah menuruni tangga satu persatu dengan keadaan yang sudah mandi dan rapi sangat terlihat cantik walau tidak mengunakan make up.
"Pagiii Ayah, pagi Abang" sapa Sarah ( sembari menarik kursi untuk duduk di meja makan)
"pagi adek abang cantikk" sapa Abang Indra ( sembari mecolek pipi sarah )
"Mulai deh abang genitnya." saut Sarah ( sembari mengembungkan dua pipi sarah )
Indra hanya senyum -senyum saja sedangka ayah dan mamanya hanya bergeleng -geleng melihat kedua anaknya yang sudah besar hanya saja selalu saling menggoda satu sama lain.
"Ekhem .. owh iya adek jadi pergi hari ini atau besok?"...: tanya Ayah ( sambil menutup dan melipat koran)
"iya yah... nanti sore aku berangkat sama Abang" jawab sarah (sembari hendak mengambil air putih )
__ADS_1
"kok sama Abang? .... dua sahabatmu bagaimana?" tanya Ayah rendy
"mereka di antar supir mereka yahh.... kita ketemu langsung di kontrakan" jawab sarah ( sambil menaruh gelas )
"emmm..kamu tidak mau ayah belikan rumah seperti abang? dari pada harus mengontrak seperti itu?" tanya ayah (membari mendok makanan masuk kedalam mulutnya)
"tidak usah yah... toh ini hanya untuk selama kuliah saja tidak untuk menetap selamanya disana kan" jawab sarah
"emmm... baik lah kalo mau mu seperti itu... abang di sana harus jaga adek... sering- sering tengok adeknya... jangan pacaraan aja kerjaanya" saut ayah
"ais ayah ni... fitnah macam apa itu." saut abang (sembari memakan makanannya)
'inget adek di sana harus jaga diri... jaga ibadahnya ... jangan nakal yaaa" saut mama anni (sembari berwajah sendu)
"iya mah... tenang aja anak mama ini sudah bisa jaga diri tau... mama jangan sedih ya nanti Adek kalau libur pulang ke sini" jawab sarah (sembari memandang mama nya yang berwajah sendu)
"ya sudah kalian makan dan habiskan makanan kalian ... terus siap-siapin barang adek yang mau di bawa ke sana" saut ayah
"iya yah" saut sarah dan abang ( sembari memakan makananya)
------------selesai makan -----------
sarah sedang menuju kamarnya untuk memberskan barang-barang yang ingin dia bawa untuk kekontakanya, sedangkan ibu sedang beres- beres di dapur untuk mencuci piring sisa makanan tadi, ayah rendi yang menuju ruang kerjanya dan abang ifan yang sedang menuju kamarnya...
__ADS_1