
Sarah dan Evan masuk ke dalam rumah yang berisi teman temannya.
"Ra, kita ada rencana buat jalan keluar low ikut kan" tanya Eva yang melihat Sarah duduk dekat kursinya
"emang mau kemana?" tanya balik Sarah
" kita mau nonton trus nongkrong gimana?" jelas Eva
" kayaknya gue enggak bisa, soalnya gue pengen nyiapin barang gue yang akan gua bawa nanti " jawab Sarah memelas
" yaa elah Ra bentar aja, atau enggak gini deh nanti pulang dari jalan baru kita bantuin" bujuk Eva
" enggak usah di paksa beb, kita masih banyak waktu untuk jalan lain waktu" ucap Rio
" iyaa Va, kita aja ya yang pergi" ucap Lili
" iyaa sudah deh" jawab eva
" gue juga belum bisa ikut yaa" saut Evan
" iyaa gpp"
mereka pun pergi sesuai dengan tujuan mereka masing masing termasuk dengan Sarah, yang memasuki kamarnya, dia melihat tas yang biasa dia bawa sewaktu kemah dulu, dan menyiapkan baju baju dan perlengkapan dan dia masukan ke dalam tas tersebut.
sedangkan seorang laki laki sedang duduk termenung di dalam mobil yang belum pergi dari rumah Sarah, dia memang sengaja menunggu suasana sepi dan masuk dalam rumah tersebut.
__ADS_1
tok tok tok
pintu kamar Sarah pun terketuk membuat Sarah terkejut, perasaannya enggak enak tapi dia memberanikan diri untuk membuka pintu tersebut.
dan berdirilah Evan di depan kamar tersebut membuat Sarah terkejut.
" ada apa Van?" tanya Sarah tenang, bisa dibilang dia gugup
" kita perlu bicara" ucap Evan, masuk ke dalam kamar Sarah
" bisa bicara di luar aja Van" ucap Sarah enggak enak
" kenapa kamu jadi takut begitu" ucap Evan
Evan pun berdiri dan berdapan dengan Sarah membuat Sarah gugup bukan main.
cup
Deg
Evan mencium kening Sarah membuat Sarah deg degan sekali, Sarah pun di buat terkejut oleh Evan perbuat.
"gue cinta sama loe Ra" ucap lirih Evan
Deg Deg Deg
__ADS_1
membuat Sarah mematung di tempat, bingung berbuat apa dan menjawab apa,
" jangan pernah memberikan gue tatapan kecewa seperti waktu gue bersama mitta, gue gak suka Ra" ucap Evan, menarik Sarah ke dalam pelukannya
" ayok kita menikah" ucap Evan lagi
"tunggu" ucap cegah Sarah ini terlalu membuatnya pusing
" ayok menikah" tanya ulang Evan
" loe serius Van" jawab Sarah, sungguh Sarah bingung dengan ucapa Evan
" seriusss, kita nikah sederhana aja ya sesusai uang tabungan gue" ucap Evan
" mau kan" ucap Evan lagi
Sarah pun mengangguk kan kepalanya menyiakan permintaan Evan sungguh dia merasa bahagia akan apa yang Evan lakukan, dalam hal ini dia akan menjadi lebih bijak lagi.
"gue pulang, jangan lupa kabarin orang tua mu" ucap Evan, dan meninggalkan kamar Sarah
" ada ada aja Evan" ucap Sarah menggelengkan kepalanya
ini hal yang besar apakah dia akan memberitahukan kedua temannya terlebih dahulu atau ke abangnya dulu, dia bingung sungguh ini di luar dari rencananya, dan dia tidak habis pikir apa yang Evan pikiran karena tatapnnya ke Evan saat itu membuat Evan mengambil keputusan yang amat berat, apa tatapan itu menggagunya heningga dia terpikiran terus menerus.
Sarah pun, beranjak pergi untuk kerumah abangnya dia akan mendiskusikan dengan Abangnya itu
__ADS_1