Cewek Gengsi Dan Cowok Pendiam

Cewek Gengsi Dan Cowok Pendiam
Organisasi


__ADS_3

Setelah meninggalkan teman – temannya sarah pergi ke salah satu gedung yang lumayan ramai di penuhi oleh mahasiswa/mahasiswi yang ingin masuk untuk mendaftar termasuk dengan sarah yang berjalan kearah gedung itu dan mengantri untuk masuk.


“rame banget semoga sempat masuk” batin sarah dengan melihat jam di tangannya


Sudah setengah jam sarah berdiri, dan sekarang giliran dia untuk masuk keruangan untuk mendaftarkan dirinya, sungguh dalam hatinnya dia sanggat gugup karena dia belum terbiasa sendiri biasanya akan di temani oleh kedua temannya itu, tetapi bukan sarah kalau tidak dapat menutupi rasa gugupnya dengan segala gengsinya.


Di dalam ruangan sudah terdapat tiga orang, dua laki – laki serta satu perempuan yang sarah yakini dari tiga orang tersebut ada ketua organisasinya walau dia belum tau yang mana ketua organisasinya, sarah pun berdiri di depan dari tiga orang tersebut, sarah melihat salah satu orang yang tak melihat kearahnya.


“pasti sombong” batin sarah sambil memandang orang tersebut


“ hay boleh perkenalkan nama mu? Ucap perempuan yang ada di sebelah kanan sarah


“ hallo perkenalkan nama saya Sarah nur wijaya, semester awal” jawab sarah dengan nada sangat lembut


DEG


Salah satu orang tersebut langsung melihat kearah sarah dengan penuh tanda Tanya di kepalanya.


“kayak enggak asing sama nama ini” bisik laki- laki di sebelah perempuan tersebut


“alasan mu apa masuk aggota pencinta alam ini?” Tanya perempuan itu tanpa menjawab temannya di sampingnya


“emmmm saya suka alam” jawab singkat sarah


“soryy ni gue nyela, loe ada hubungan sama indra ketua BEM kampus ini? Tanya laki – laki di sebelah perempuan tersebut yang sudah sangat penasaran, membuat perempuan sebelahnya sebal


“saya adiknya” jawab singkat sarah kepada laki laki tersebut


“WOW enggak nyangka gue ketemu adeknya si indra di sini” ucap laki – laki tersebut

__ADS_1


“serius loe adiknya indra? Tanya kaget perempuan tersebut


“heleh kepo juga loe net” cibir laki- laki tersebut


“iya ,, indra wijaya kakak saya” jawab bingung sarah


“wah adik ipar ni mah” jawab senyum perempuan bernama neta


“jangan mau dek, jadi iparnya ni perempuan” ucap laki – laki sampil menujuk net


“sialan loe di” jawab kesel net kepada laki laki sebelahnya yang bernama radi


“SUDAH” ucap dingin laki – laki samping radi membuat kedua temannya diam seketika


“ apa itu saja alasan loe masuk organisasi ini, sudah banyak diketahui bahwa organisasi ini butuh fisik yang kuat dan orang yang tidak takut lama di bawah sinar matahari” Tanya laki laki itu dengan nada datar, sarah yang melihatnya langsung berkata


“kondisi saya baik dan saya tidak takut akan lama – lama di bawah matahari” jawab lembut sarah


“loe yakin sama apa yang loe katakan” Tanya dingin laki-laki itu


“yakin” jawab tegas sarah


“oke loe di terima” jawab laki- laki enteng membuat kedua temannya menatapnya heran


“dasar luca menentukan tanpa diskusi dulu, serah ketua lah” gerutu radi di samping sang ketua


“YESSSSSSS” batin sarah, rasanya dia mau meloncat di rungan ini juga tapi dia gengsi


“ loe boleh keluar” perintah luca dengan datar, membuat kaget sarah

__ADS_1


Dengan perintah itu dia pun pergi dari ruangan tersebut, sebelum meninggalkan ruangan tersebut dia menudukan kepalanya menandakan pamit kepada ketiga orang dalam ruangan tersebut, dia pun langsung keluar dalam ruangan itu dengan hati yang senang, dia melewati sebelah ruangan tersebut.


“ YESS YESS YESS” ucap gembira sarah di sertai loncat-loncat di samping ruangan tersebut tanpa melihat samping gedung itu ada yang memerhatikan dia dengan melihatkan senyum kecil diwajahnya


“ tapi gue kesel tu sama orang tu kayak es batu eh tepatnya tembok sih sama datarnya “ ucap kesel sarah sambil meninggalkan tempatnya itu


Sarah meninggalkan tempat tersebut dengan keadaan senang, walau didalam hati ada kekesalan kepada ketua organisasinya itu tetapi dia yakini pasti dia tidak akan banyak intraksi dengan ketua tersebut agar tidak akan menimbulkan kekesalan di hatinya lagi.


“ adeknya indra cantik juga ya di” ucap neta kepada radi


“yaaaa,, enggak nyangka gue ketemu adeknya indra di sini” jawab radi sambil bermain ponselnya


“dia cantik ya lucaa” ucap neta ke luca


“emmmm” jawab luca membenarkan ucapan neta, membuat kedua temannya kaget


“loe suka ya sama dia?” Tanya radi dengan kagetnya


“bilang siapa, cewek kan cantik masa gue bilang ganteng” ucap luca dengan melihat kearah jendela samping ruangan tersebut


“loe enggak usah ngelak lagi deh” ucap desak neta


“loe kan enggak pernah bilang cantik kepada siapa pun, ke Bianca pun loe gak pernah bilang begitu” lanjut neta


“sejak kapan mantan cantik net, kalau cantik enggak jadi mantan” ucap celetuk radi yang membuat luca menoleh sehingga neta dan radi pun tegang takut membuat luca tersinggung


“setuju” jawab singkat luca sambil mepuk punggung radi, neta dan radi langsung menghempuskan nafas lega


Kegiatan pun berlangsung dengan lancar dan ramai karena organisasi pencinta alam ini sangat banyak di minati di kampus ini.

__ADS_1


__ADS_2