Cewek Gengsi Dan Cowok Pendiam

Cewek Gengsi Dan Cowok Pendiam
menjadi rumit


__ADS_3

Mobil masuk ke dalam halaman rumah sarah, Indra pun turun bersamaan dengan Sarah yang turun dari Mobilnya.


"kamu langsung istirahat ya dek"...ucap Indra mengelus kepala Sarah


"iya bang, abang hati hati ya pulangnya"...jawab Sarah


"ahhh kangen banget abang sama kamu dek"...ucap indra menarik sarah dalam pelukanya


"ara juga kangen bang hiks hiks hiks"...ucap Sarah sambil menangis


"kok menangis, sini sini ngobrol sama abang"...ucap Indra menarik tangan Sarah untuk duduk di kursi depan teras


"ceritain sama abang adek kenapa?"...tanya Indra, menghapus air mata sarah


"bang aku gak kuat hiks hiks "...ucap sarah menangis lagi


"kamu tenang dulu jangan nangis begini abang jadi gak faham"...ucap Indra menarik sarah ke dalam pelukannya dan mengelus punggung wanita itu


"bang aku gak mau punya perasaan ini"...ucap sarah, yang mulai tenang dalam pelukan indra


"apa itu perasaan yang sama seperi tiga tahun lalu?"... tanya Indra dan dianggukin sarah


" dan apa itu laki laki yang sama?"...tanya lagi Indra dan di jawab lagi dengan mengaggukan kepalanya


"sayang abang tau pasti sulit bagi mu untuk mencintai seseorang secara diam diam, abang sarani kamu banyak berdoa dan jangan lupa sholatnya agar kamu tenang"...ucap Indra sambil melepas pelukan mereka


"ingat jodoh ada di tangan Allah, percaya Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita"...lanjut Indra dan menghapus air mata Sarah


"bang nginap sini ya ya ya"...ucap manja Sarah


"mana bisa dek abang harus balik ke rumah ada tugas yang belum abang selesaikan"...ucap indra, sarah mengerucutkan bibirnya


"tapi di dalam ada evan dkk bang yang nginap jadi bang sini aja ya ya ya" ..rengek Sarah


"gak bisa sayang, gini aja nanti kalau abang libur abang nginep sini deh"...ucap Indra, akhirnya sarah pun mengiyakan pasrah


interaksi mereka bereka berdua terlihat oleh seseorang, tapi seseorang tidak tau apa yang di bicarakan hanya melihat gerak geriknya saja seseorang tu memiliki banyak pertanyaan dengan hal yang ia lihat, kenapa sarah menangis? siapa yang membuat dia sampai begitu?, orang tu adalah evan yang melihat dari jendela.


"ya sudah abang pulang ya"...ucap indra dan berdiri dan beranjak ke mobil


"ya bang hati hati"...teriak sarah, melambaikan tangannya mobil indra pun mulai hilang dari pandangan sarah


Sarah menghebiskan nafasnya berusaha untuk tenang, setelah tenang dia pun membuka pintu rumahnya untung saja belum di kunci, setelah masuk ternyata ruang tamunya sudah gelap lampunya sudah dimatikan bertanda semua orang sudah dalam kamarnya untuk istirahat sarah melihat jamnya ternyata sudah jam 11 jelas mereka sudah istirahat tak lama dia menyalakan lampunya betapa kagetnya ada seseorang yang memandanginya sedaritadi.

__ADS_1


"Ya Allah loe ngageti gue aja"...ucap sarah mengelus dadanya karena kaget, tak ada jawaban dari Evan


"kenapa belum tidur?"...tanya sarah duduk depan evan


"gue nungguin loe"...jawab evan


"tenang gue gak kenapa -kenapa gue pulang sama abang gue jadi tenang lah"...ucap sarah, sambil memerika ponselnya melihat apa abangya itu mengabarinya,


"sudah tidur sana gue dah pulang"...ucap sarah, berdiri berbalik hendak berjalan tiba tiba evan memeluknya dari belakang


Deg


jantung Sarah berdetak sangat nyaring seperti jantung Evan rasakan juga saat ini.


"jangan membuat gue gelisah"...ucap evan lembut, sambil menyembunyikan mukanya di pundak sarah menghirup aroma rubuh sarah


"loe kenapa van?"...tanya sarah, yang sudah menetralkan kegugupanya, dia berbalik untuk melihat wajah evan


"gue khawatir ra"...ucap evan memelas, sontak membuat kaget sarah tak biasanya evan begini bahkan dia tak pernah melihat evan begini


"gue gak papa jadi pergilah untuk tidur"...ucap sarah, menjauhkan badanya dari evan


"STOP jangan hindarin gue ra"...ucap evan sedikit keras


"van jangan bigini ya"...ucap lembut sarah, menarik tanganya yang di genggam evan


"kita tak punya hubungan, van jadi jangan seperti tadi"...ucap sarah, menunduk tak berani menatap evan


"dan hargai pasangan mu"...ucap sarah, sarah pun berbalik dan berjalan naik tangga dan masuk dalam kamarnya


evan berdiri mematung tanpa mengerti apa ucarapan sarah pasangan apa? pasangan siapa? apa sarah mengira dia memilik pasangan? itu semua membuat bertanya tanya apa jangan jangan sarah salah faham pada dirinya, dapat dari mana info itu semua hingga sarah menyimpulkan seperti itu.


Sarah masuk dalam kamarnya, air matanya mulai tak terbendung lagi dia menangis, sarah baru merasakan cinta pertama dalam hidupnya tapi kenapa harus sesakit ini, sarah memasuk kamar mandi dan cepat cepat memberasihkan diri dan cepat cepat tidur karena jiga sedang sedih dia kan lebih memilih tidur dan besok akan menjadi tenang.


evan pun menuju kamar sarah, mencoba mengetuk tapi tak ada jawaban membuat dia menggeluarkan nafas beratnya mau tak mau dia harus beristirahat dulu untuk memberikan ruang untuk sarah istirahat.


pagi menujukan jam 5 lewat merek semua telah selesai sholat subuhnya, eva dan Lili sedang memasak sarah sedang tidak inggin memasak maka dari itu ia memberikan tugas untuk eva dan Lili.


"tadi malam loe pulang jam berapa ra?"...tanya Eva, melirik sarah yang sedang minum


"jam 11 an kayaknya"...jawab Sarah cuek


"masak nasi goreng aja ya kita"...ucap Lili

__ADS_1


"iyaa gak papa, jangan lupa ya tolong buatkan gue yang penassssss banget"...ucap Sarah, sontak membuat mereka kaget


"ra loe gak papa kan?"...ucap eva khawatir


"gue gak papa, jangan lupa buatin ya bebeb ku"...ucap sarah, sambil pergi


"loe mau kemana ra?"..teriak Lili


"MAU JOGING"...teriak sarah, keluar rumah


"gimana ni Li, pasti ara lagi ada sesuatu"...ucap eva khawatir, sambil mengigiti kukunya


"pasti suasana hatinya lagi gak bagus banget"..jawab Lili


"kita buatin aja nasi gorengnya sambil kita buatkan juss, jangan lupa siapin cemilan yang manis manis"...ucap Lili memerintah Eva membuat mereka kalang kabut


"kalian kenapa sih panik gini?"..tanya dimas yang baru datang, di susul evan dan Rio


"ini si sarah minta nasi goreng super pedas"...jawab Lili


"alah cuma gitu kenapa harus panik"...saut Rio duduk di meja makan


"loe tu gak tau apa apa jadi diam"...ucap ketus eva menoyor kepala Rio, meletakan camilan di atas meja


"emang kenapa kalau ara minta begitu"...tanya Lagi dimas, evan hanya diam dan mendengar dan juga mencari kemana sarah


" Sarah kalau minta makanan yang penas otomatis hatinya lagi gak bagus, makanya makin banyak terus olahraga terus makan lagi gitu terus sampai seharian, kalau enggak di turuti dia bisa olahraga tampa berhenti dari pagi sampai sore, dulu bernah begini sampai dia di bawa kerumah sakit karena tidak punya tenaga"...ucap Lili, menjelaskan keadaan sarah


sontak membuat kaget evan, karena dia tau itu pasti karena pertengkaranya semalam membuat suasananya buruk.


"dimana ara?"...tanya evan


"lagi joging van"....jawab eva, sontak membuat dia berdiri hendak pergi namun di tahan oleh Lili


"jagan di susul itu makin parah nanti kita biarin aja dulu biar dia tenangi dirinya dulu"...ucap Lili


evan pun pasrah hanya menunggu sarah pulang, dia kaan menyelesaikan semua yang telah terjadi tadi malam dan dia harus mencari tau kenapa dia dibilang memiliki pasangan.


--------------------------------------------------


aku mau promo ni aku punya cerita baru tentang gadis mafia berhati malaikat


jangan lupa baca ya teman teman

__ADS_1



__ADS_2