Cewek Gengsi Dan Cowok Pendiam

Cewek Gengsi Dan Cowok Pendiam
satu bulan kemudian


__ADS_3

satu bulan masa liburan semester satu telah selesai sekarang sarah, eva dan lili sudah kembali kerumah kontrakanya, mereka jarang berkomunikasi dengan evan dkk.


"huff, liburan cepet banget habisnya"... ucap eva, menyandarkan pungungnya di sofa


"ya tu cepet banget, padahal gue masih kangen sama adek adek gue"...jawab lili


"udah jangan ngeluh aja ah kalian"...tegur sarah


"loe ni emang bisa ya ngancurin momen ini"...gerutu eva kesal


"ya elah gitu aja ngambek lu"....ucap lili


"gue jadi kangen rio dkk"...ucap eva, sontak membuat temanya kaget


"kenapa?, ada yang salah?"...tanya polos eva


"secara tak langsung loe ngakuin lagi kangen rio yahh"... jelas sarah, tersenyum


" cie eva kangen bang rio"...ucap ledek lili


" apa sih kesel gue"...ucap sinis eva, dan beranjak pergi ke kamar


"ya elah gitu aja marah"...ucap lili sedikit teriak


"udah sana loe masuk, istirahat besok kuliah"...ucap sarah, lili pun mengagukannya

__ADS_1


lili pun beranjak pergi kekamar, sedangkan sarah masih duduk di sofa memandangi ponselnya tak ada pesan masuk dari evan membuatnya merasa untuk menyerah apa lagi karena kejadian tak di sengaja waktu itu.


fleasback


sarah sedang lari pagi bersama dengan ayahnya karena setiap hari ayahnya mengajaknya untuk berjoging tetapi selalu gagal karena kesibukan ayahnya, untuk hari ini libur maka sarah pun mengajak ayahnya berlari di taman.


"yah ara capek ara mau duduk dulu ya"...ucap ara dengan ngos ngosan


"yasudah adek duduk disini aja ayah mau mutar 2 putaran lagi"...ucap ayah


"hati hati yah"...ucap sarah


ayah pun meninggalkan sarah di kursi itu beberapa menit kemudian sarah pun beranjak pergi untuk melanjutkan larinya hingga dia melihat seseorang duduk di taman wanita cantik tidak tinggi tapi imut sarah tau siapa dia dia adik kelas sarah yang cukup dia kenal hingga sarah pun berniat menghampirinya tetapi dia urungkan karena melihat laki laki berjalan ke arah wanita itu wanita itu pun melihat dan berlari memeluknya, laki laki itu membalas pelukanya dan mencium dahi wanita itu sontak membuat sarah kaget dan membalik badanya berjalan pergi karena hatinya sudah tak kuat, sarah pergi dari sana mencari ayahnya dengan perasaan kecewa.


"dari keliling yah, ayah ni baru juga olahraga dah makan aja"...ucap sarah jengkel


" hahah namanya ayah lapar"...ucap ayah dengan santay dan ketawa


"ayok ah pulang"...ajak sarah ke ayahnya


"ayokk, jangan marah marah terus"...ucap ayah, mengembalikan mangkok dan membarnya


sarah dan ayah pun akhirnya pulang, sarah pulang dengan rasa kecewa.


and

__ADS_1


sejak kejadian itu sarah tidak lagi membalas pesan evan atau jarang membalas pesan grubnya, lebih asik bersama ayah, mamanya dan sepupunya, terkadang poselnya tak pernah ia bawa kemana mana tidak seperti biasanya, sarah memutuskan untuk fokus kuliah dan menyerahkan semua ketakdir Allah.


setelah merenung sarah pun beranjak pergi untuk beristirahat di kamarnya. keesokan harinya sarah dkk sudah ada dikelas sedang berbicang bincang hingga datanglah evan dkk dan berjalan ke arah sarah dkk.


"hay cerewet"...sapa rio ke eva


"bacot pagi pagi"....jawab eva


"pagi pagi dah sensi aja lu"...ucap rio, duduk di depan eva


"pagi li"...sapa dimas dengan senyumnya


"pagi juga dim"...jawab lili santay, dimas pun beranjak duduk depan lili


sedangkan evan hanya melihat sarah, karena sarah tak memandangnya dengan asik mainkan ponselnya, awalnya evan ingin menyapa tapi sepertinya sarah tak melihatnya.


dosen pun masuk kelas menyampaikan kontrak belajar tidak banyak yang disampaikan karena baru masuk semester dosen pun keluar, disusul para mahasiswa mahasiswi untuk keluar kelas.


"yok ngumpul di rumah gue"...ajak eva ke evan dkk sontak membuat sarah kaget


"ayok aja sih"...jawab rio dianggukin kedua temanya


" ayokk balik"...ucap lili


mereka pun beranjak pergi dari kelas menuju parkiranya, banyak banget candaan dan perdebatan antara mereka tapi tidak dengan sarah dia diam cangung sebisa mungkin untuk biasa saja, melihat evan tersenyum membuatnya sadar bahwa dia tak ada di hati evan, padahal sedari tadi evan memerhatikanya kenapa gadisnya menjadi diam tanpa ucapan lembut dari bibirnya dia bertanya tanya tapi tak berani bertanya.

__ADS_1


__ADS_2