
Jam menujukan tengah hari banyak mahasiswa, maupun dosen yang beristirahat, termasuk juga dengan sarah dia juga sedang beristirahat di salah satu kantin kampus tidak dengan teman temannya, kantin cukup ramai orang yang berlalu lalang di dekat tempat duduk sarah.
Sarah duduk sendiri dan meminum juz yang dia pesan tadi, dia melihat satu satu orang yang melewatinya, dengan pikiran entah kemana.
“ tau enggak sih gue Tanya sama dimas, rio jadian sama eva” ucapan wanita yang duduk di meja sebelah sarah, sarah hanya mendengarkan tidak pun menoleh ke mereka
“beneran loe!?” jawab salah satu wanita di depan wanita yang berbicara tadi
“ngarang ya loe shin!”
“emang muka gue ni tukang bohong apa” ketus wanita yang di panggil shin
“ini enggak bisa dibiarin gitu aja, enak aja gue kalah dari dia” jawab kesal wanita itu
“kita harus bertindak ni, makin lama mereka makin dekat sama sarah dan teman temanya”
DEG
Ucapan wanita itu membuat sarah yang mendengarkannya menjadi khawatir, dia tau kalau tiga wanita ini menyukai evan, rio dan dimas tetapi tidak akan berbuat jauh, sarah mulai gugup sungguh dia khawatir dengan tiga wanita ini akan melukai dua sahabatnya.
“mit loe gimana sama evan?” Tanya wanita sebelahnya
“mit”
“mitta” panggilnya yang mengagetkan wanita yang bernama metta yang sedang melamun
“ya elah malah bengong gue Tanya hubungan loe sama evan gimana?” Tanya wanita yang bernama Lisa
“emmm, sedikit sedikit mulai dekat, tinggal nunggu waktunya aja buat rebut hatinya” jelas mitta membuat sarah tersedak
UHUK
UHUK
Mitta dan kedua temannya pun menoleh ke wanita yang duduk sendiri di sebelah meja mereka membuat sarah pun menoleh memastikan apakah mereka melihatnya, sayang beribu sayang mereka sudah melihatnya.
__ADS_1
“wah siapa ni!” ucap wanita yang bernama shinta, mulai berdiri di ikuti kedua temannya
“ternyata ada yang tukang nguping ni” ucap sinis lisa yang berdiri sebelah shinta
“siapa?” Tanya sarah yang menoleh kekiri dan kanan
“Loe” ucap ketus shinta dan menujuk kea rah sarah
“gue!, gue Cuma duduk dan makan aja bukan menguping” bantah sarah sembari cuek
“halah enggak usah ngeles deh, loe dengerin kita bicara kan” tuduh Lisa
“ralat ya, gue enggak dengerin loe semua sedang berbincang tetapi suara kalian aja yang besar jadi kedengaran sampai sini!,” jawab santay sarah sambil memasukan ponselnya ketasnya
“halah ngeles aja loe!” kekeh shinta
Sarah pun berdiri yang menghadap ketiga orang tersebut dengan muka yang cuek tetapi banyak enggak tau kalau dia sudah gugup, situasi begini adalah situasi yang sangat dia hindari.
“kalau enggak percaya Tanya aja sama orang yang duduk di seberang sana. Dia dengar atau enggak” ucap santay sarah dan menujukan orang yang duduk tak jauh darinya membuat kedua teman mitta terdiam
“gue peringati jangan pernah dekati evan!” ucap ketus mitta, sarah yang mendengarkannya bersenyum sinis dan menghempaskan tangan yang memegang tangannya
“bukan gue yang harus loe perigati tapi, dia suruh jauh dari gue” jawab ketus sarah dan meninggalkan mereka
“BILANG JUGA KEDUA TEMAN LOE JANGAN GENIT” teriak shinta
Sarah yang mendengar hanya menghela nafasnya dan terus jalan tanpa menolehnya, orang lainnya melihat mereka hanya dapat melihat saja, tanpa di sadari dari ribuat mata yang memandang atau melihat mereka ada sepasang mata yang dari tadi melihat dengan mereka sedari tadi sebelum kejadian itu terjadi dia sudah melihat, awalnya dia hanya memandangi sarah dari jauh tetapi saat kegiatanya itu dia melihat sarah berdebat dengan wanita yang berada di sebelah meja sarah, dia hendak menolong tetapi saat ingin beranjak dia melihat sarah bisa membela diri dia pun mengurungkan niatnya.
Saat dia melihat sarah pergi pun dia mengikuti dari jarak yang lumanyan tidak dekat dan tidak jauh agar sarah tak melihatnya, dia melihat sarah jalan dengan wajah ketusnya tidak seceria tadi saat dia baru masuk ke kantin, dia melihat sarah berhenti dan dia pun berhenti, sarah berhenti untuk melihat tanganya mulai tremor atau gemetar sarah pun mengibas ngibaskan tanganya dengan mengerutu membuat dia yang melihat itu tersenyum geli.
“sialan trio racun ni, buat tangan gue tremor aja” gerutu kesal sarah meliaht tanganya
“enggak lagi gue berurusan dengan tiga orang tu”
“ ihhh kesel baget sihhh” ucap greget sarah dia pun menuju mushola kampus untuk menunaikan kewajibannya
__ADS_1
Dia yang memerhatikan sarah sedari tadi mengikuti arah kemana sarah pergi, saat melihat kemana tujuan sarah dia berhenti dan memerhatikan sarah masuk mushola kampus tanpa mengikuti sarah.
“ayo masuk luc” ucap orang tiba tiba di samping laki laki itu
“owh iya” ucap luca, bangun dari lamunannya
Ya dari tadi yang memerhatikan sarah adalah luca yang dikenal sebagai ketua organisasi sarah masuki, saat hendak meninggalkan tempat istirahat di kantin dia melihat sarah yang memasuki kantin hingga dia mengurungkan naitnya untuk pergi dan menyuruh temannya untuk pergi lebih dulu.
Melakukan kewajiban seorang muslim bagi luca sudah sangat lama tidak melakukannya, dari kedua orang tuannya tidak melakukan itu dan lingkungan pertemanan yang tak mementingkan itu membuat dia lupa akan kewajibannya, sekarang karena penasaran kepada wanita membuatnya masuk dan menunaikan kewajiban itu untuk pertama kali dari sekian lama, membuat luca permenung akan apa yang dia lakukan.
Beberapa saat kemudia pun terlewati sarah pun selesai sholat dan keluar dari mushola, hendak mengunakan sepatu dia melihat laki laki yang berdiri tak jauh darinya yang menggunakan sepatu juga, dia pun berbicara.
“baru tau kakak sholat juga ya” ucap santay sarah yang duduk di sebelah laki laki itu, laki laki itu menoleh
“saya juga”
“hah!.. kakak juga baru tau sholat kak??”
“ bukan urusan mu” elak luca dan berjalan menjauh
“dasar batu” gerutu pelan yang didengar oleh luca
“apa kamu bilang!” tanya marah luca membuat sarah merinding
“sa-ya enggakk bilang apa apa tu” jawab gugup sarah
“silahkan kakak duluan” lanjut sarah kepada luca
“kamu ngusir saya”
“bukan begitu, tadi kan kakak mau pergi ya silahkan kak” suara sarah dengan lembut membuat luca tersenyum sedikit, sarah yang melihat pun kaget
“kakak senyum??” Tanya sarah yang kaget akan seyum laki laki itu
“bukan urusan kamu” jawab luca dengan berbalik meninggalkan sarah dan tersenyum lebih lebar, sarah yang mendengar itu pun di buat kesall
__ADS_1
“dasar es batu” batin sarah dan meninggalkan tempat ibadah itu