
menjelang pagi tak ada yang bangun dari tidurnya malah mengeratkan selimut karena sangat dingin tetapi berbeda dengan evan yang sebenarnya tidak benar benar tidur karena dia sibuk menghamgatkan tubuh sarah.
"duh sampai gak bisa tidur"....batin evan, menatap wajah sarah
"dia koq damai banget sih kalo tidur di luar gini, apa sudah biasa ya! owh ya lupa dia kan anak pramuka pasti sering begini"...batin evan
"eummm"...ucap sarah, menggeliat dan menjauhkan wajahnya dari dada evan
"loh koq malah menjauh sih"...ucap evan, melihat sarah menjauh dari nya
"tapi gak papa deh badan gue pegel semua, dah jam berapa ya"...ucap evan, merogoh ponselnya di dalam jaketnya
"wow udah jam 6 lewat aja ni"...ucap evan, yang mulai duduk
"gue masak aja lah"...ucap evan, berdiri dan mengambil bahan masakan yang ingin dia masak
"uhmmm"...ucap sarah, mulai membuka matanya
"tadi malam kayaknya gue tidur bareng evan kemana ya evan, ah bodo ah"...batin sarah, yang mulai duduk
"loe dah bangun ra?"...tanya evan tiba tiba datang
"emmm"..ucap sarah
"mau ngapain loe?"...tanya sarah, melihat evan
"gue mau buat teh terus buat sarapan"...ucap evan
"owh sini gue bantu"...ucap sarah, menghampiri evan
"boleh, tolong olesin rotinya ya"...ucap evan memberikan roti dengan margarin
"oke, anak anak belum pada belum bangun ya"...ucap sarah
"belum raa paling bentar lagi bangun"...ucap evan menyalakan api
"bisa gak nyalainnya?"...tanya sarah melihat evan kesusahan
"bisa dong"..ucap evan, yang mulai menyalakan apinya
"duhh mesranya"...ucap seseorang tiba tiba
"duh kaget gue, ternyata kalian bertiga hobby banget kagetin gue"...ucap sarah mengelus dadanya
" haha sory ra"....ucap rio, ya seseorang itu rio yang terbangun karena percakapan evan dan sarah
"eva mana ra?"...ucap rio melihat sekeliling
" belum bangun"....jawab sarah dan dijawab oh aja dengan rio
"gue pengen nyebur ni"... ucap rio
"jangan jam segini, bisa mati kutu kau nanti"...ucap sarah
"wah enak ni ada roti bakar"...ucap eva tiba tiba datang
"wah enak ya bangun bangun langsung minta makan"... sindir rio ke eva
"sirik aja loe"...ucap eva, mengambil roti yang sudah di bakar
__ADS_1
"tukan gak tau diri"....ucap rio ke eva
"udah, kalo loe mau ambil ri"...ucap sarah
"nah gitu kan baik, gak kayak nenek cerewet gak ada pekanya"...sindir rio ke eva
"makan makan sudah gak usah banyak cerewet"...ucap eva melirik dengan sinis
"ada apa sih ribut banget"...ucap lili baru keluar tenda
"siapa lagi yang buat ribut kalo gak dua curut itu"...ucap dimas tiba tiba datang
"sini li, dim sarapan dulu"....ucap sarah, dianggukin keduanya
mereka pun sarapan dengan roti bakar dan teh hangat cukup menghangatkan tubuh mereka hingga jam menujukan jam 9 mereka pun berniat berenang di air terjun tersebut tapi ketika mau beranjak ponsel dimas berbunyi hingga semua menoleh dimas.
"angkat aja dim"..ucap sarah
"gue gak kenal nomernya"...ucap dimas
"gak papa siapa tau penting"....ucap sarah,lili haanya menoleh ke dimas saja
"betul tu"...ucap rio
"oke gue angkat"....ucap dimas siap siap mengagkat telfon tersebut
"hallo"....ucap dimas
"(.....)"
"iya gue dimas ini siapa ya?"...tanya dimas
"shinta shinta siapa?"..ucap dimas bingung
"kerasin njir"....ucap rio mulai kepo, dimas pun mengeraskan
"shinta temen mitta"...ucap shinta
"owh iya kenapa ya"?..ucap tanya dimas mengigat siapa mitta yang tak bukan wanita yang mendekati sahabatnya itu
"enggak ada apa apa, cuma mau ngucapin selamat hari libur ya"....ucap shinta malu malu
"oke"...ucap dimas melirik ke lili, lili hanya cuek
"jangan lupa jaga kesehatanya ya, simpen nomer gue"....ucap shinta perhatian
"oke"....ucal dimas yang tak mau dibilang sombong karena tidak mau menyimpan nomer temenya
"oke sampai ketmu kembali mas"....ucap shinta langsung mematikan ponselnya
"uhuy mas mas uy"....ucap rio menggoda dimas
"apa sih ri"....ucap dimas mengeles
"tau dari mana nomer gue tu anak"....ucap dimas bertanya tanya
" paling dari akademik"....ucap eva
"cie yang mau punya gebetan"....ucap rio menggoda dimas
__ADS_1
"bukan ya "...ucap elak dimas
"bukan tapi di simpen nomernya"....ucap rio yang masih menggoda dimas
"jangan mau sama dia li playboy dia tu"... ucap eva ikut menggoda dimas
" bener tu li, loe tau li dulu di SMA siapa sih yang gak punya nomer dimas"...ucap rio
"ehh enggak semua keles"....ucap bantah dimas
"tapi bener kan"...ucap rio membuat dimas terdiam
"jangan mau li sama dimas"....ucap eva membuat dimas melirik tajam ke eva
"siapa juga mau sama dia"....ucap lili kesel terus meninggalkan semuanya
"sialan mereka berdua ni"...batin dimas, melihat lili pergi dari mereka
"dasar pasangan serasi"....kesel dimas terus meninggalkan mereka menyusul lili
eva dan rio, sarah dan evan hanya tertawa lepas karena candaan mereka tapi membuat lili kembali cuek mereka pun berjalan mengikuti mereka menuju ke air terjun.
"li gue gak begitu koq serius"..ucap dimas menahan tangan lili
"emmmm"...ucap lili, melepaskan tangan dari tangan dimas
"tapi serius li gue gak gitu"...ucap dimas memohon
"emmm"...ucap lili yang masih mengabaikannya, lili pun membuka jaketnya dan ingin turun ke danau air terjun tersebut
"gue bantu turun ya li"...ucap dimas, membuka jaketnya dan turun duluan ke danau
"gak perlu"...ucap lili, meloncat ke danau
"percaya sama gue li"..ucap dimas menarik tangan lili mereka pun saling memandaang dengan tatapan dalam mencari titik kebohongan laki laki tersebut
"emmmm"....ucap lili yang melepas gengman dimas
"jangan mau percaya li"...ucap rio tiba tiba datang ke lili dan dimas
" iya li jangn percaya mulut laki laki"....ucap eva yang ikut memprovokasi mereka
"diam kalian tu"....ucap dimas kesel mereka pun hanya terseyum ke menangan
lili pun berenang menjauh dari dimas membuat dimas melepaskan nafas beratnya.
"sialan kalian"...ucap dimas kesel menuju ke arah lili
"udah udah jangan godain mereka nanti mereka gak jadian jadian loh"....ucap sarah, mereka haanya tertawa lepas karena kejailan mereka
"gue ikut lili ah"...ucap eva, selesai tertawa rio pun beranjak ikut di belakang eva meninggalkan evan dan sarah
"mau gue bantu"....ucap evan menawarkan diri
"gak perlu"....ucap sarah, evan pun pergi meninggalkan sarah sendiri
"aneh giliran berdua banyak ngomong kalau ada mereka diem seribu bahasa"....batin sarah melihat evan pergi
mereka pun bersenang senang bermain air dan brenang meninggalkaan pikiran berat mereka semasa ujian ini adalah liburan yang sangat menyemangkan untuk mereka.
__ADS_1