
Setelah kejadian beberapa hari lalu sarah dan evan di landa ke canggungan di antara mereka, seperti saat ini, mereka berkumpul di halaman rumah sarah dan teman temannya tidak ada pembicaraan antara sarah da evan.
“pelan pelan kali va! Enggak ada juga yang mau ngambil makanan lu” ucap lili melihat kelahapan eva makan
“habis enak banget, bakso mang idan ni” jawab eva sambil makan
“iyaa tapi hati hati kesedak” ucap sarah
Uhuk
Uhuk
“pelan pelan, ini minum” ucap rio memberikan minun, dan menepuk pelan punggung eva
“ nah kan, baru jug ague bilang” ucap sarah sambil tersenyum
“loe sih uhuk, yang nyumpahi gue” ucap eva sambil terbatuk
“ udah enggak usah ngomong, makan dulu” sela rio sebelum sarah menjawab membuat eva cemberut dan yang lainya tertawa
“ enggak ada habisnya, dramanya eva ni” ucap dimas sambil memakan baksonya
“udah dim jangan making keributan lagi” ucap lili, membuat sarah ketawa
Semua terdiam mendengarkan suara sarah ketawa tidak terlalu keras tidak juga terlalu pelan, renyah itu ada yang mereka dengar.
“kenapa kalian ngelihatin gue gitu” Tanya sarah, dengan heran
“kangen” ucap eva sambil memeluk sarah sari samping
“ ya elah, tiap hari ketemu kali va” jawab sarah
“ ya itu” saut dimas
“ beberapa hari ini kan, ni anak suka ngilang ngurusin kegiatan UKMnya” jelas eva yang di benarkan oleh lili
“emang ukm loe mau ngadain kegiatan apa sih ra?” Tanya rio
“emmm, rencananya ukm gue buat kegiatan penerimaan anggota baru” jawab sarah, meletakan mangkoknya di atas mangkok evan yang kosong membuat evan menoleh
__ADS_1
“ di kampus atau di luar kampus kegiatannya?” Tanya eva
“ di luar kampus kayaknya sih, gue belum terlalu tau banyak” jawab sarah
“ yaah di tinggal lagi” gerutu eva
“ kan ada bangang beb” saut rio, merangkul eva membuat semuanya meluarkan mata malasnya
“emang kapan itu ra?” Tanya lili
“ mungkin 3 hari lagi” jawab sarah
“ loh bukanya ukm evan juga ada kegiatan 3 hari lagi!” ucap dimas, semuanya menoleh ke arah evan
“ emmm iya” ucap evan santay, setelah meletakkan minumnya
“ yaaahhh sepi dong” ucap eva
“ loe enggak ikut apa apa kah va?” Tanya sarah
“ gue mau ikut tim sorak sih rencananya” ucap eva
“rio juga” saut dimas
“ loh beb kamu koq ikut ikut sih” ucap kesel eva
“ dimana pun kamu ada ya aku harus ada beb” ucap kekeh rio
“dasar bucin bucin” saut sarah
“ tapi aku serius, kamu sama dimas ikut basket” Tanya eva kesel
“ iyaa sayang koq enggak percaya sih” ucap rio gemas
“ ihhh kan rencananya biar bisa cuci mata ini koq kalian pada ikut jadi mana bisa cuci mata” ucap eva,
“ ingat pacar va hahahha” ucap sarah
“ parah ni eva udah mau gatel aja cari gantinya” ucap dimas
__ADS_1
“ biarin, gue juga bisa cari yang lain anak tim sorak kan banyak” ucap rio santay walau cemburu
“ berani kamu!!!” ucap eva dengan penuh penekanan
“ yaaa enggak berani lah” ucap pelan rio
Hahahahahhahahahah
“ udah ah gue geli ngelihat pasangan ini, gue mau baliki mangkok mang idan aja” ucap sarah, membawa nampan berisi mangkok bakso dirinya dan temannya
“ gue bantu” ucap evan, berdiri mengambil nampan di tangan sarah dan berjalan duluan
“ dasar evan ni” gerutu sarah, mereka yang melihat pun tersenyum
Evan dan sarah berjalan kearah luar halaman di mana mang idan mangkal jualan bakso, dalam perjalanan evan dan saran terdiam, mereka bingung harus membicarakan apa, atau bertanya tentang apa.
Hingga setelah sarah mengembalikan mangkok dan membayar tak ada percakapan ataran evan dan sarah, setelah masuk ke halaman rumah baru lah ada pembicaraan.
“ra/van?” ucap keduanya
“ loe duluan” ucap evan, di samping sarah
“ loe aja” ucap sarah
“ wanita selalu duluan” ucap evan santay
“ emmm lupa, loe duluan ja” ucap saraah gugup
“apaan sih gue ni” batin sarah, kesel dengan dirinya
“ hati hati waktu kegiatan” ucap evan pelan, dan menoleh ke sarah membuat sarah berhenti
“ ahhh iya pasti, looe juga” jawab gugup sarah melihat mata evann
Rindu, itu tatapan yang evan beritan dan sarah baca dari tatapan evan. Sedangkan evan tidak bisa membaca isi tatapan sarah, karena bagaimana pun sarah sangat mahir menyembunyikan apa pun.
“ iyaa” jawab evan dan berjalan masuk rumah sarah
“ dasar enggak ada bedanya sama kak luca, suka ninggalin gue” batin sarah kesel
__ADS_1
“ apa apaan sih gue koq banding evan sama kak luca” gerutu sarah, ikut masuk kerumahnya