Cewek Gengsi Dan Cowok Pendiam

Cewek Gengsi Dan Cowok Pendiam
malam yang indah


__ADS_3

"sory buat loe kaget ra"...ucap seseorang, beranjak duduk di samping sarah


"gak papa loe belum tidur?"...ucap tanya sarah


"udah tapi gue ngelihat bayangan loe langsung bangun"...ucap orang itu, sarah hanya mengagukan kepalanya


hening tanpa pembicaraan di antara keduanya hingga orang tersebut memecahkan keheningan dengan pertanyaan.


"gue boleh tanya gak ra?"...tanya orang itu sambil masih fokus ke api unggun


"boleh dim!, mau tanya apa?"...ucap sarah, ya laki laki itu adalah dimas


"lili deket ya sama orang yang di telfon tadi?"...tanya dimas


"emm enggak koq, kak ino emang begitu orangnya, dia tu pacarnya banyak gak mungkin lili suka sama dia"...tutur sarah yang masih enggan untuk menoleh


"gue kira mereka dekat"...ucap dimas


"enggak tenang aja, loe tanya gini kayak suka sama dia"...ucap sarah menebak tingkah dimas


"emang salah kalo gue suka"...ucap dimas


"ya gak papa gue doain berhasil"... ucap sarah sambil penepuk bahu dimas


"iya thanks, owh ya gue masuk ya dingin banget ni"....ucap dimas yang mulai berdiri


"loe cepet masuk gak baik ni sendirian di luar"...tegus dimas dan diangukin oleh sarah, dimas pun beranjak pergi ketenda


sarah pun masih duduk di depan api unggun dengan setia, sedangkan dimas sudah masuk dalam tenda dan hendak membaringkan tubuhnya.


"loe ngomong sama siapa dim tadi ?"...tanya evan tiba tiba tanpa membuka matanya, dan tadi mendengar bahwa dimas sedang berbicara dengan seseorang


"owh ngomong sama ara"...jawab dimas, berbaring samping evan dan rio dan hendak memejamkan mata evan pun terduduk langsung karena kaget


"loe ngomong sama siapa?"...tanya evan sambil memastikan apa yang dia dengar


"ara van, sarah gue ngomong sama dia, noh dia di luar"...ucap dimas, yang masih memejamkan matanya


tak lama evan pun keluar dari tenda sebelum keluar dia memakai jaket dan selimut untuk dia gunakan di luar nanti dan sekarang dia pun beranjak keluar.


"dasar bucin "...gerutu dimas, menuju alam mimpi


evan pun keluar dan melihat sarah sendiri dan sedang memandangi langit hembusan angin malam membuat rambut sarah berliuk liuk dan menutupi wajah sarah tapi itu membuat evan terpesona.


"cantiknya"...batin evan yang masih memandangi sarah

__ADS_1


evan pun berganbung dengan sarah, dia pun menaruh selimut untuk menutupi badan sarah agar tidak kedinginan tindakannya sontak membuat sarah kaget.


"astaga gue kira siapa, loe sama dimas hobi banget buat gue kaget"...ucap sarah sambil membenarkan selimut yang di berikan evan


"sory"...ucap evan yang masih memandangi wajah sarah


"iya iya, loe belum tidur?"...tanya sarah menoleh ke samping


"udah tapi denger dimas ngomong sama orang gue kebangun"...ucap evan masih memandangi wajah sarah


"hem gitu"...ucap sarah


"loe gak ngantuk ra?"...ucap tanya evan


"belum ni masih menikmati indahnya malam "...ucap sarah memandangi langit


"banyak bintang hari ini ya ra"...ucap evan yang memandangi langit


"hem iya, untung gak hujan" ..ucap sarah


"ya jangn kasihan kita"..jawab evan


"hehe iya juga"...ucap sarah


"loe habis ini pulang ke bandung?"...tanya evan


"loe sendiri?"...lanjut sarah


"rencana gitu cuma orang tua gue lagi keluar kota jadi gue pulang ke rumah rio kalo enggak dimas"...ucap jawab evan


"kalian selalu bertiga ya"...ucap sarah


"enggak juga, kadang sama rasyid juga, tapi ngomong ngomong gue gak tau kalo loe sepupu rasyid"...ucap evan menoleh ke sarah melihat ekspresi sarah


"karena gak ada yang tanya jadi banyak yang gak tau"...ucal santai sarah


"habis loe kayak orang pacaran"...ucap evan


" hehe dia abang kesayang gue selain bang indra"...ucap sarah sambil cengegesan


"nah terutama bang indra baru tau gue kalo loe punya abang"..ucap evan


"iya jarang sama dia kalau di sekolah, sering sama rasyid sih"...ucap sarah, evan pun mengagukkan kepalanya


hening tanpa pembicaran evan sesekali melirik sarah sedangkan sarah beberapa kali menguap menandakan dia sedang mengantuk hingga tarikan tangan evan membuat sarah terjatuh dalam pelukan evan.

__ADS_1


Deg


"tidur aja ra"...ucap evan yang memberikan pelukan ke sarah yang membuat sarah nyaman di sana


"loe gak papa van"...tanya sarah karena mendengar detak jantung evan berdetak cepat


"gak papa"...ucap santai evan menetralkan debaran jantungnya


"sudah tidur aja ra"...ucap evan membelai kepala sarah


"enggak usah"..ucap sarah menjauhkan badannya walau emang dia sudah nyaman tapi rasa gengsinya sangat tinggi


"udah gak papa"...ucap evan menarik sarah lagi dalam pelukannya


"gak ada penolakan"...ucap evan mengelus kepala sarah dan memainkan rambut sarah


"Ck...ternyata seorang evan yang terkenal karena pendiamnya dan cueknya ternyata seorang pemaksa"...ucap sarah yang masih di pelukan evan, evan pun tersenyum sempurna yang tak pernah dia tunjukan selain di depan ibunya dan papanya


" sudah tidur lah ra"...ucap evan sambil tersenyum dan terus memaikan rambut sarah dan mengelus kepala sarah


"pasti loe sering kayak gini ya sama cewek"....ucap sarah pelan karena sudah mengatuk berat


"emang gue cowok apaan, kayak gini sama semua cewek"...ucap evan ketus


"kalau ay bagi-tu"...ucap sarah sangat pelan tapi masih didenger evan, evan pun tersenyum tan terus mengusap kepala sarah


" loe cewek pertama yang gue lakuin kayak gini ra, entah sudah berapa tahun rasa ini sudah ada disini"...ucap evan


"-----"


"loe tau selama kita SMA gue cuma bisa moelihat mu dari jauh, susah sekali dekat dengan mu"...ucap evan


"----"


"tapi gue seneng loe ada di sini bisa satu kampus dan satu kelas, sepertinya kita Allah masih mau kita berdekatan"...ucap evan masih mengelus kepala sarah sambil memandang kelangit


"ra ara ra"...panggil evan


evan pun melihat kebawah dan ternyata sarah sudah tertidur pulas


"ya ternyata udah tidur, sia sia gue ngomong tadi"....ucap evan lemah


"selamat tidur ara"...ucap evan


Cup....evan mengecup kening sarah, membuat sarah bergerak dan memeluk evan dengan erat mencari kehangatan di badan evan evan pun tersenyum, tak lama evan memembenarkan badanya dan berbaring dekat api unggun mereka pun berbaring di atas tikar yang mereka gunakan untuk duduk tadi, sarah pun masih enggan melepas pelukan evan evan hanya terenyum dan terus membelai kepala sarah, hingga evan pun menuju kealam mimpi sebelum terlelap ia mengucapkan

__ADS_1


"malam yang indah"...gerutu evan dan mulai kealam mimpi


__ADS_2