
setelah Evan bertanya dimana kamar dari Sarah, evan pun beranjak pergi ke kamar Sarah tanpa membalas ucapan Lili dia hanya ingin semua menjadi jelas dan lurus, di diamkan Sarah itu sangat mengagu pikirannya.
tok tok tok
ketukan pintu dari Sarah tak ada jawaban dari Sarah, evan pun menunggu karena dia tau Sarah pasti sedang mandi, evan menunggu tanpa pergi dari hadapan pintu kamar sarah tiga puluh menit kemudian Evan pun kembali mengetuk pintu Sarah.
tok tok tok
"SEBENTAR"...teriak Sarah dari dalam kamar
Ceklek
"eh ada apa van"...ucap Sarah kaget, evan pun tanpa menjawab langsung masuk kamar sarah
"eh mau ngapain loe"... tanya Sarah, masuk kembali ke kamar tanpa menutup pintunya ia biarkan terbuka
"emmm"...jawab Evan, melihat sekeliling kamar sarah
"hem aja ya elah keluar sana loe"...usir Sarah, berada di depan evan yang duduk di atas ranjangnya
"gue mau ngomong"...ucap Evan menatap sarah
"ya mau ngomong apa lagi sih van heran gue"....ucap Sarah, tanpa menatap Evan
"muka gue gak di lantai, ngapain loe lihatin lantai"...ucap Evan
"terserah"...jawab Sarah mulai menatap Evan
"gue mau ngomong"...tegas Evan, dengan tatapan yang tegas
"oke, jangan duduk di sini, noh di sofa"...ucap Sarah, berjalan ke sofa diikusi evan
sarah pun duduk di sofa, evan enggan duduk di sofa dia memilih duduk di lantai depan Sarah memandangi wajah sarah.
"eh loe duduk disana ngapain lu duduk disini"..ucap Sarah, menujuk sofa
"sudah diam, gue mau tanya kenapa loe semalam ngomong seolah gue punya pacar"...tanya Evan, menatap Sarah
"emm, emang loe punya pacar kan"...jawab santai Sarah, menyendekan badanya kesofa dan tanganya dilipat ke perut
"dari mana loe tau"...tanya Evan
"dari mana aja boleh"...jawab asal Sarah
"gue serius"...ucap Evan, Sarah pun hanya diam tanpa menjawab
"ra gue gak mau loe jadi salah faham sama gue"...ucap Evan pelan menundukan kepalanya, tapi tak ada jawaban sari Sarah
"ra jawab gue gue bener bener gak tau"...ucap Evan
HENING....
"apa ini karena di taman itu"...ucap Evan tiba tiba
__ADS_1
Deg
"loe tau dari mana"...tanya Sarah
"jadi ini karena Sania ra ya Allah"...ucap Evan menatap Sarah
"ra Sania itu anak adik mama gue, soo pasti dia adek sepupu gue"...ucap Evan, tapi Sarah menatapnya seperti belum percaya
"loe tau dari mana, soal itu"...tanya balik Sarah
"setelah gue ketemu sama Sania gue pulang, pas dijalan gue gak sengaja ketemu loe sama ayah loe, mau gue samperin tapi gue masih malu ra"...jawab Evan
"owh jadi loe lihat gue"..ucap pelan Sarah menggalihakan pandanganya
"jadi loe ngira Sania itu pacar gue"..ucap Evan di anggukin Sarah
"habis mesra baget, ya gue gak mau ganggu loe kita cukup berteman aja Sania itu baik banget jadi adek kelas kita jadi gue gak tega lah"..ucap Sarah tanpa menatap Evan
"ya ampun loe buat gue gemes tau lah ra"...batin Evan
"jadi loe dah tau kan kalau dia sepupu gue"..ucap Evan, dianggukin malau Sarah
"makanya tanya dulu apa apa tu Ra, jangan keras kepala"...ucap Evan
sarah pun tak menjawab karena dia malu karena tindakanya, mau bagaimana pun ini adalah cinta pertamanya sudah jelas hal yang membuatnya salah paham pasti akan menimbukan prasangka yang buruk untuknya.
"gue minta maaf"...ucap Sarah, menunduk
"kenapa jadi menunduk, sini tatap gue"...perintah Evan, memegang dagu Sarah dan di arahkan ke wwajahnya
"ya sudah yok kita kebawah"....ajak Evan
"loe mau pulang"...tanya Sarah
"loe ngusir gue"...tanya sinis Evan
"eh mungkin"...jawab santay Sarah, menuju meja belajarnya menggambil ponselnya
"kamar loe bagus juga ra"...ucap Evan mengamati kamar Sarah
"udah, ayok ke bawah"...ajak Sarah, agar evan tidak banyak melihat kamarnya
"sabar napa "...ucap Evan, mengikuti Sarah menuju keluar kamar
Evan dan Sarah akhirnya turun menuju ruang tengah.
"cie yang udah baikan"...Ledek Eva, Sarah hanya menatapnya cuek
"susah enggak pak bujuk istri yang lagi ngambek"...ledek Rio ke Evan, tanpa di jawab Evan
"dasar pasangan aneh"..gerutu Sarah yang di dengar teman temannya
" pasangan, maksud loe siapa ra"....tanya Eva
__ADS_1
"loe sama Rio tu"...jawab Sarah
"enak aja gak sudi gue sama dia"...elak Eva
"alah bilang gak sudi nyatanya nempel mulu ke gue"...sinis Rio
"ni ni gue dah jauh dari loe"...ucap ketus Eva, menjauh dari Rio
"udah gak usah, kalo gak sanggup"..ledek Rio, menarik lengan Eva agar bersandar padanya
"bilang aja kalo loe yang gak sanggup jauh dari eva"...ledek dimas ke rio
"tau aja loe"...jujur Rio, semua menjadi ketawa karena tingkah mereka
"makanya tembak ri, jangan di gantung terus"...ucap Lili
"loe mau gue tembak Va"...goda Rio
"gak, sana loe sama Lisa teman Mitta tu"...tolak Eva tegas
"loe lihat Li gue di tolak sebelum menembak"...ucap lemas Rio
"cemburu loe"...ucap Sarah ke Eva
"gak"...elak Eva
"gue tegasin ya gue enggak suka Lisa va"...ucap tegas Rio
"gak perduli gue"...ucap Eva
"batu"...gerutu Rio, semua hanya senyum dan geleng-geleng kepala
"sudah sana kalian selesaikan urusan rumah tangga kalian"... ledek Dimas ke Rio dan Eva
"ngaco loe dim"...ucap Eva sebal
"sudah ayok gue mau ngomong"...ucap Rio menarik Eva menjauh dari teman temannya
"haha jadi juga dia"...ucap Dimas
"loe kompori terus sih"..ucap Lili ke dimas
"biar aja biar jelas mereka"...ucap Evan, sambil memainkan ponselnya
evan hanya melihat foto foto Sarah yang ada di instagram, membuatnya tersenyum tanpa mereka sadari.
"kita kapan pulang van"...tanya Dimas ke evan
"kalo urusan Rio dah selesai kita balik"...ucap Evan, kembali menatap Sarah, yang asik menonton Tv
"hais lama ini pasti"..kesal Dimas
"biar aja, sekali kali buat dia senang napa"...jawab santay Evan
__ADS_1
HENING....
Sarah fokus ke Tv, evan hanya menatap ponselnya sedangkan Dimas berbincang bincang dengan Lili.