Cewek Gengsi Dan Cowok Pendiam

Cewek Gengsi Dan Cowok Pendiam
sepasang mata 2


__ADS_3

Setelah aksi perdebatan itu sarah pun pergi menuju ruang kelas yang akan dia masuk’I untuk mata kuliah selanjutnya, sarah sampai depan pintu ruang kelasnya dia melihat beberapa mahasiswa yang sudah duduk disana termasuk teman temannya.


“hay guys” sapa sarah dengan menaruh tasnya di meja kursi yang ia gunakan


“hay ra” jawab Lili dan yang lainnya kecuali eva yang hanya diam, sarah yang melihat itu pun tersenyum tipis


“dari mana aja loe ra?” Tanya dimas yang berada meja belakang sarah


“ dari mushola tadi” jawab sarah menoleh ke dimas


“kalian sudah sholat kan?” Tanya sarah ke teman temannya


“sudah koq” jawab dimas, diberikan senyum tipis oleh sarah


“kenapa loe va!, marah sama gue?” Tanya sarah sembari tersenyum


“pikir aja sendiri” jawab eva ketus sambil memainkan ponselnya


“ya elah gitu aja ngambek, gue pergi Cuma sebentar kali” ucap sarah santay, tak lama dia menatap evan sedang bermain ponselnya tanpa menoleh kearahnya, membuat dia teringat kata kata mitta.


Flashback


“gimana hubungan loe sama evan mit”


“sudah lumayan dekat, tinggal dikit lagi gue dapatin hatinya” ucap mitta


Off


Sarah termenung, dan mungkin membenaarkan bahwa evan emang dekat dengan mitta, melihat sifat evan yang pendiam tapi terbuka dengan orang baru membuat sarah menyimpulkan dan membenarkan hal itu, walau setelah kejadian antara sarah dan evan tak membuat mereka menjadi lebih dekat.


“ra- sarah” panggil Lili ke sarah yang bengong


“ahh iy-a ke-napa?” jawab sarah terbata bata


“loe kenapa?” Tanya Lili


“ ah enggak papa kok li” jawab sarah,


“ ow ya va gue punya kabar gembira loh!!” ucap sarah mengalihkan pembicaraannya


“ apa!!! Loe dah jadian” ucap asal eva tanpa dosa


Membuat evan berhenti mengetik pesan di ponselnya untuk mendengarkan pembicaraan itu.


“ beneran ra loe dah jadian! Sama siapa?” Tanya rio kelewat kepo


“ngaco aja loe, gue enggak jadian sama siapa siapa kali” jawab sarah sembari memukul kepala eva


“kepala gue ra” ucap ketus eva


“sorry sorry, loe sih ngomong ngawur aja trus” jawab santay sarah mengelus kepala eva


“ udah ah, loe mau bilang apa?” ucap eva sembari melepaskan tangan sarah dari kepalanya

__ADS_1


“oke oke bentar” ucap sarah mengambil sesuatu di tasnya


“ TARAAAA”


Sarah mengeluarkan ketas yang berbentuk formulir masuknya ke organisasi yang dia daftar tadi.


“wihhh gerak cepat juga loe “jawab Lili senang


“ beneran loe dah bisa masuk organisasi ini” ucap eva gembira


“sudah dong, hebat kan gue” ucap bangga sarah


“ owh jadi ini alasan loe enggak bisa ikut kita tadi!” ucap eva dan dibenarkan oleh sarah


“kalau urusan ini mah gue gak masalah kali ra, tapi coba bilang enggak usah pakai bilang ada janji sama orang” ucap eva


“maaf ya biar jadi kejutan aja hehehhe” sahut sarah senang


“ guys dosen udah datang” ucap salah satu mahasiswa di dalam kelas itu


Kelas pun di mulai dengan baik dan lancar beberapa jam kemudian, jam menujukan jam 4 sore kelas mu selesai semua keluar kelas untuk pulang ke rumah masing masing begitu juga dengan sarah dan yang lainnya.


“ baru beberapa minggu masuk kuliah, udah banyak aja tugasnya” keluh eva sang tukang mengeluh


“ namanya juga kuliah va, yaa pasti banyak lah tugasnya” jawab sarah, sambil berjalan keluar dan kearah parkiran


“ya itu beb, jangan banyak ngeluh ya beb” ucap rio lembut dengan merangkul eva


“ yaitu enggak ada lagi tu kucing sama tikusnya” ucap lili


“sekarang jadi pasangan bucin” ledek dimas


Hahahahahahahahahah


Mereka pun tertawa sambil bercanda menuju parkiran mobil yang ada di dekat fakultas mereka., evan hanya diam dan tersenyum melihat teman temannya tertawa dia juga mengikuti mereka yang mengarah parkiran.


Dari kejauhan ada sepasang mata yang memerhatikan kegitan mereka yang sedang bercanda, dan mengepalkan tangannya ya dia adalah musuh dari gengnya sarah yaitu mitta, mereka pun menghampiri mereka semua.


“ hay van?” sapa lembut mitta yang membuat mereka berhenti jalan maupun bercanda dan melihat kearah evan


“ iyaa” jawab evan dan menghadap ke mitta


“ seperti yang kita bicarakan sebelumnya, loe jadikan masuk jurnalistik?” ucap mitta menujukan kedekatanya membuat sarah melihatnya pun membenarkan akan opsinya tadi


“iya,, jadi” ucap evan santay


“hari ini ada pendaftaran terlakhir, ayok kita bareng bareng kesana” ajak mitta membuat evan menegang bingung di satu sisi tidak mau membuat sarah salah faham di sisi lain dia mau ikut ukm itu.


Sebelum evan menjawab, datang seseorang yang bergitu cool yang gantengnya tak jauh dari evan tetapi lebih cuek dari pada evan, dia sudah memerhatikan evan dan teman teman sedari tadi tepatnya memerhatikan sarah.


“sarah. Bisa ikut saya sebentar” ucap laki laki dengan dingin membuat semuanya terkaget, apa lagi mitta


“sa-ya” jawab sarah sambil menujuk ke dirinya

__ADS_1


“emang disini ada berapa orang yang bernama sarah?” Tanya laki laki, bukan menjawab malah memberikan pertanyaan


“ iyaa saja aja sih” ucap cengegesan sarah membuat semua menatap heran ke sarah


“ada apa ya kak? Tanya sarah membuat laki laki itu jengah


“ apa susahnya sih ikut tanpa berta-


“uhuk” batuk sengaja evan yang membuat laki laki itu dan sarah menoleh, sarah yang melihat temannya dengan raut Tanya pun faham


“akhh iya sorry, guys kenalin ini senior kita sekaligus ketua ukm organisasi gue namanya ka luca, kak ini teman teman gue, yang ini namanya Lili, yang itu eva sebelahnya pacarnya eva namanya rio, sebelahnya evan dan dimas, kalau yang itu mitta” ucap sarah memperkenalkan temannya


“ hay” sapa luca dingin, membuat mereka pun canggung


“ralat gue bukan teman mereka” ucap ketus mitta


“siapa juga yang mau jadi temen loe” saut sengit eva


“apa loe bilan-


“I don’t care” potong luc membuat eva, dan yang lain tertawa kecuali sarah dan evan hanya tersenyum, mitta pun mengendus kesal


“ayuk van kita pergi” ajak mitta kesal dengan menggandeng tangan evan, evan pun hanya menurut dan mengikuti langkah mitta, sela sela evan pergi dia menoleh ke sarah, Dammm evan melihat tatapan kecewa sarah


“dasar nenek sihir main pergi anak orang aja” ucap kesal eva yang melihat evan di gandeng pergi oleh musuhnya


“ biasa beb ulat bulu ya begitu” ucap rio


“gatelll hahahaha” ucap bersama rio dan eva membuat semua tertawa kecuali sarah dan luca


“ bisa kita pergi sekarang?” ucap luca cuek


“udah pergi aja ra” saut eva


“gue pulangnya gimana! Kan kita Cuma bawa mobil satu?” ucap bingung sarah


“gue anter” ucap luca


“nah ada yang nganter tu, dah sana pergi” ucap eva


“ koq loe ngusir sih va” ucap kesal sarah


“ udah ra pergi aja enggak enak kak luca sudah nunggu lama” saut lili yang tak enak dengan luca


“emang” ucap pelan luca yang di dengar semuanya, membuat sarah menoleh dengan tatapan tajam, luca yang melihat itu pun langsung perg


i


“ dasar batu” batin sarah, kesal melihat kelakuan seniornya itu


“ ya usah gue pergi ya bey” ucap pamit sarah keteman temannya


Mereka pun berpisah di dekat parkiran, evan yang pergi bersama mitta, sarah yang pergi dengan luca dan sisahnya mereka pun pulang ke rumah masing masing.

__ADS_1


__ADS_2