
Mata kuliah pertama telah usai pada pukul 10.45 para mahasiswa berbondong-bondong untuk keluar kelas, tidak termasuk Sarah, eva, Lili serta Evan, rio dan dimas yang masih bertahan di dalam kelas.
“ mau kenama lu?” pertanyaan eva saat melihat sarah mengenakan tasnya dan hendak pergi
“ gue ada urusan di luar, gak papa yaa gue enggak ikut kalian dulu” ucap Sarah kepada teman – temannya
“urusan apa sih, sampai batalin janji kita” ketus eva serta raut yang kecewa
“diam dulu va… ada urusan apa ra?” ucap Lili, eva yang mendengar langsung cemberut
“gue ada janji sama orang, yah lumayan penting bagi gue sih” jelas Sarah yang membuat eva melirik sinis
“ yee elah main rahasia lu ra” ucap kesal eva, sarah melihat raut wajah eva pun menjadi gemas dan mengacak – acak rambut nya
“ yaaa elah va gitu aja ngambek, loe kalau mau pergi duluan gak papa ra enggak usah hiraukan eva, dia udah ada pawangnya tenang aja” ucap dimas yang membuat eva cemberut tetapi tidak teman – teman yang lainnya menyahutinya dengan tertawa lepas
“ sorry ya semuanya, gue gak bisa ikut kalian jalan, nanti kita ketemu lagi waktu mata kuliah siang yaa” ucap penyesalan sarah
“ enggak papa kali ra kayak siapa aja udah pergi ajar tar telat loh” ucap rio di anggukin sarah
__ADS_1
“sekali lagi sorry ya,, gue pamit duluan” ucap pamit sarah dan di anggukin yang lain
Sebelum pergi sarah menyempatkan untuk melirik evan sebentar, setelah itu ia langsung pergi berlalu saja, sedangkan evan sedari tadi hanya memerhatikan sarah tanpa mengeluarkan suara.
“ udah jangan sedih kali va, ditinggal ara sekali aja udah ngambek kayak gini banget” ucap dimas kepada eva
“loe gak tau dim, gue itu selalu bareng – bareng sama sarah sama Lilia pa lagi di hari bahagia gini” ucap sedih eva
“ udah gak papa lain kali kita jalan bareng lagi sama ara” ucap rio sambil merangkul eva membuat dimas memutar bola mata malasnya
“ini jadi jalan atau enggak” ucap tiba – tiba evan yang membuat yang lainnya terdiam
“ ya ayok” ucap evan dan berjalan mendahului teman – temannya
“ dasar main tinggal aja tu orang” ucap kesal rio yang menggandeng eva di susul Lili dan dimas berjalan beriringan
Mereka pun meninggalkan kelas menuju parkiran evan berjalan menuju montornya sedangkan yang lain menggunkan mobil, mereka menuju salah satu café yang lumayan dekat dari kampus, beberapa waktu kemudian evan dengan yang lainnya tiba lah di café tersebut dan memesan makanan yang hendak mereka makan.
“ sepi banget gak ada ara ni” ucap cemberut eva yang membuat rio gemas dan membuatnya mencubit pipi eva
__ADS_1
“ KYAK Sakit tau” ucap kesal eva
KLOTAK…
PRANG….
Lemparan sendok dan garbu dari Lili dan dimas melihat kebucinan sepasang kekasih itu yang membuat eva dan rio kaget tidak dengan evan dia hanya diam.
“ udahlah gue pulang aja kalau gini” ucap kesal Lili dengan menyadarkan punggungnya ke kursi
“ dasar ALAY” ucap ketus dimas
Evan yang melihat hanya tersenyum geli, eva dan rio yang mendengar ejekan temannya pun mulai saling memandang dan mengatakan.
“ IRI BILANG BOSS” ucap eva dan rio bersamaan serta tertawa, membuat seisi café memandang mereka dengan tatapan aneh, sedangkan evan hanya menggelengkan kepalanya
“ada – ada aja “ dalam hati evan dengan menyeruput kopi panasnya
----------------
__ADS_1
mohon maaf untuk keterlambatannya update nya dan mohon maaf jika alurnya tidak singkron mohon dukungannya agar saya bisa menulis lebih baik lagi dan mohon doa dan dukungan agar saya bisa menyelesaikan cerita pertama saya ini dan terimakasih untuk yang sudah menunggu cerita ini