
Sarah membawa barang-barangnya untuk di masukan kedalam mobil dibantu abang dan ayahnya.
"ini sudah semua kah dek?" tanya ayah (sembari memasukan koper kedalam bagasi mobil)
"sudah yah .... sisanya adek beli aja disana" jawab Sarah ( sembari melihat barangnya )
"anak cewek ribet banget sih ... banyak lagi barangnya kayak mau pindah rumah selamanya aja" ejek abang( sambil mengelap wa jah tampannya yang berkeringat)
"mulai abang ni ngejek aku.... abang mau kena bogemanku" kesal Sarah ( sembari mengepalkan tanganya ke depan muka abangnya)
glek... Indra menelan salivanya karena ia tau adeknya ini bisa memukulinya hingga tak bisa apa-apa, telakhir terkena tinjunya mukanya menjadi lebab semua karena Sarah pernah bela jar bela diri sejak sekolah dasar maka dari itu tidak ada yang berani macam – macam denganya.
"Sudah – sudah kalian ni bekelahi seperti ada kecil aja" relai mamanya ( sembari menurunkan tangan Sarah)
"Abang tu maa.. suka betul ejek aku" kesal Sarah ( mengerucutkan bibirnya)
"Utu utu adek abang ngambek" saut abang (memeluk tubuh mungil Sarah)
"Sudah selesai .... tinggal berangkatnya" ucap Ayah ( menutup bagasi mobil)
"Ya sudah adek berangkat ya yah maa" ucap Sarah ( mencium tangan ayah dan mamanya)
"Sarah disana jaga kesehatan yaaa, jaga diri, telfon mama jangan lupa, kalo ada apa-apa minta tolong abang." ucap mama( memeluk Sarah) dan diangguin oleh Sarah
"Maa,yah ... abang dan adek berangkat ya.... Assalamualaikum "ucap abang ( sembari mencium tangan ayah dan mamanya)
"Waalaikumusalam.... hati- hati yaa di jalan" jawab ayah dan ibunya( sembari melihat kedua anaknya yang memasuki mobil )
"Beyy ma, yah" ucap Sarah ( sembari melambaikan tanganya dari dalam mobil)
Di angguin oleh kedua orang tuanya, mobil mulai keluar dari halaman rumah Sarah dan melaju menuju Jakarta, di perjalanan tidak ada percakapan antara dua saudara tersebut. Sarah yang sedari tadi hanya memaikan ponselnya dan Indra yang fokus mengemudi. Hingga di sela – sela perjalanan abang memecahkan keheningan dan bertanya.
"Dek telfon teman –temanmu tu sudah berangkat belum" ucap abang ( sembari fokus mengemudi, sekali –kali melirik adeknya itu)
"Tadi eva sudah chat aku kok.... katanya sudah jalan dari tadi "jawab Sarah (sembari melihat ponselnya)
"Owh... oh ya dek disana nanti di kampus jangan genit- genit sama cowok ya... tar kalo genit abang karungi terus bawa pulang kerumah."goda abang( sembari cengar cengir)
Plakkk .... menampar lengan abangnya .
"Ngacoo... aja abang ni mau memang kena tinju yaa." kesal Sarah ( memasang muka cemberut )
"Santai dong dekkk ... emosian mulu dah kerjaannya, baik kamu tidur aja dek ... pusing abang lihat muka mu tu" ejek abang
Sarah tidak menjawabnya dia memilih memejamkan matanya, 2 jam berlalu mobil sang abang sudah memasuki halaman rumah yang lumayan besar dengan dua tingkat dan terlihat dua mobil yang sedar terpakir di halaman rumah tersebut yakni mobil Eva dan Lili sahabat dari Sarah, Indra pun menghentikan mobilnya di belakang mobil berwarna hitam.
"Dek bangun sudah sampai ni ".ucap abang ( sembari menepuk – nepuk pipi Sarah ) tetapi tidak ada jawaban dari sang adek, abang mulai senyum jahil, dan memulai aksinya memecet hidung adeknya hingga sedikit tidak bernapas hingga sang adik terbangung.
"Hups... g*la abang ni mau bunuh aku yaa." kesal Sarah ( sembari memukuli kepala abangnya)
"Udah –udah dek sakit ni" ucap abang ( sembari menutupi kepala dengan tangannya)
"Bodo amat siapa suruh banguninya kayak gitu kayak enggak ada cara lain aja " jawab Sarah (masih tetap memukuli abangnya)
__ADS_1
"Udah dek ini sudah sampai tau... lihat depan sana" ucap abang. Sarah pun berhenti dan melihat kedepan setelah itu dia membuka pintu dan berlari ke dalam rumah dan meningalkan abangnya.
-----dalam rumah----
"Assalamualaikum Gaiesssss" ucap Sarah( membentangkan tangannya) eva dan lili pun menengok belakang dan mereka berlari dan memeluk Sarah seperti tidak bertemu lama padahal kemarin mereka baru bertemu.
"Ara lama baget sih sempet gue lumutan disini ... udah tadi lili lama baget sekarang lu juga.. sempet gue di ambil oppa oppa korea tau lah" kesal Eva ( sembari mengerucutkan bibirnya ) eva sudah datang duluan dan dia menunggu 30 menit hingga mobil lili sampai dan sekitar 1 jam kemudian mobil sarah sampai. Lili hanya memutar bola mata malasnya karena ia tau teman satunya itu sangat lah cerewet.
pletak ...Sarah menyentik dahi Eva.
Elahhh enggak setahun juga lu nungguinnya...: jawab malas sarah ( melihat kekanan dan kekiri)
"B**o sakit taulah .... g**a setahun bisa jadi nenek – nenek gue beberapa jam aja gue dah setres gimana setahun "jawab Eva( mengusap – usap dahinya) lili meninggalkan eva karena malas mendengerkan ocehannya sedangkan sarah juga beranjak meninggalkan eva, eva pun kesal di buatnya.
------di depan rumah---
Indra yang ditinggal begitu saja oleh adeknya mulai kesal karena hanya dianggap sebagai supir saja.
"G**a adek gue jahat bener kira gue ni supir kali yee ditinggal gitu aja." gerutu Indra ( sembari melihat adeknya memasuki rumah, indra pun keluar dari mobil) indra pun membuka pintu bagasi mobil dan mulai menurunkan barang – barang adek sayangnya.
"Adek sialan ..... kalo bukan adek gue udah gue tendang ni barangnya." kesal indra( sembari menurunkan barang- barangnya )
"Sini mas kami bantu memasukan barang mba sarah ke dalam rumah." tawaran supir eva
"Boleh pak ... makasih ya pak sudah membantu saya." jawab indra( membawa salah satu barang sarah ).
"Sama – sama mas indra." jawab dua supir eva dan lili( yang mulai membawa barang – barang sarah)
Indra dan kedua supir tersebut memasuki rumah sarah dan teman – temannya.
Sarah mondar mandir melihat –lihat rumah dan isinya, lili dan eva duduk di sofa karena mereka sudah membereskan barang – barangnya untuk di simpan kekamar masing – masing.
"Lumayan yaaa ni rumah."ucap sarah ( sembari melihat kamar depan) dan di angguin kedua sahabatnya,di dalam rumah kontrakan itu memiliki 5 kamar tiga kamar di lantai bawah dua kamar dilantai atas.
"Eh lu berdua kamarnya yang mana ni." lanjut sarah ( sembari menutup pintu kamar depan dan menuju teman- temannya duduk).
"Gue di lantai bawah nohh kamar no dua dari kamar depan" jawab lili ( sembari menujuk arah pintu kamar tersebut) diangguin sarah, sarah pun menatap eva
"Kalo gue di depan kamarnya lili... males gue di lantai atas capek naik turun tangganya... lu tau kan kalo gue rada malesan" jawab lili ( sembari cengegesan ) diangguin ke dua sahabatnya
"Jadi gue sendiri yang dilantai atas dong" saut malas sarah, diangguin kedua sahabatnya.
Indra pun masuk kedalam rumah dengan dua supir yang membawa barang- barang sarah, indra kesal melihat adeknya dan teman – temanya yang hanya dudukan saja di sofa.
"G**a ya dek kamu pikir abang kamu ni supir kamu tinggalin terus bawang barang – barang mu yang sebanyak ini .... main tinggalin aja" kesal indra kepada adeknya ( masuk kedalam masuk kedalam rumah ) sarah pun hanya memutar bola mata malasnya dan kedua sahabatnya ketawa terbahak bahak.
"Pak saya minta tolong masukan barang – barang saya ke kamar atas ya pak ..... kamar pojok kanan yang pintunya warna abu – abu ya pak" ucap sarah kepada kedua supir sahabatnya
"Baik mba "jawab kedua supir dan mereka menuju kamar tersebut.
"Bang kan udah sampai baik abang balik kerumah abang .... pasti teman – teman abang tu kangen sama abang kan dua hari abang di bandung ." ucap sarah ke abangnya, abangnya yang mulai duduk sudah mulai kesal dengan tingkah adeknya itu.
"Adek sialan kamu enggak lihat abang ni capek bawa mobil sama bawa barang- barang kamu ni.... malah di suruh pulang .... kasih ke minum dulu atau enggak kasih istirahat dulu." ucap sinis indra ke adeknya dan di ketawain oleh kedua sahabat adeknya hingga membuat indra menatap tajam keduanya
__ADS_1
"Santay bang hilang tar gantengnya.... sini gue ambilin minum buat lu" seru eva yang mendinginkan suasana yang mulai panas karena perdepatan kedua saudara tersebut
"Nah gitu dong... lu ambilin minum dingin sekalian makananya ya "ucap indra ke pada eva dan di angguin eva, eva pun pergi kedapur
"Dikasih hati minta jantung.." sinis sarah ke abangnya, lili pun senyum ke pada kedua saudara tersebut merutunya keduanya mirip sekali dengan dia dan adek laki – lakinya, lili dua bersaudara hanya saja ia anak tertua dan memiliki adek laki laki sedangkan eva hanya anak tunggal tidak memiliki adek atau pun kakak
"Serah yang penting abang bahagia .... wlee.." jawab indra ( sembari menjulurkan lidahnya ke adeknya) sarah hanya memutar bola mata malasnya hingga eva pun ke keluar dari dapur dan membawa minuman dan cemilan yang ia bawa dari rumah
Indra pun meminum dan memakan cemilanya hingga hening tidak ada percakapan dari empat orang tersebut hingga supir keduanya turun dari kamar sarah.
"Mba eva saya pamit pulang ke bandung sekarang ya mba.."ucap supir eva kepada eva
"Iya pak terimakasih ya sudah bantu – bantu saya dan teman – teman saya "jawab eva kepada supirnya ( sembari tersenyum manis) dan diangguin oleh supir eva
"Pak bapak sekalian pulang sama supir eva ya mobilnya taruh di sini aja buat saya kuliah dan teman – teman saya"saut lili kesupirnya dan diangguin oleh supirnya
"Owh ya pak hati hati di jalan ya pak jangan lupa nanti mampir ke tempat makan ya pak bapak kan pasti capek dan lapar" ucap eva kepada kedua supir ( sembari memberi uang kepada mereka)
"Makasih mba kami pamit ya mba mas...assalamualaikum" ucap supir eva
"Waalaikumussalam" jawab empat orang tersebut, para supir pun meninggalkan rumah mereka
"Ya sudah dek abang pulang ya kalo ada apa – apa telfon abang rumah kita enggak terlalu jauh Cuma beda komplek aja .... abang di kompek depan" ucap indra ke adeknya
"Iya deh bang hati – hati ya bang ... makasih dah anterin aku"jawab sarah ( sembari mencium tangan abangnya)
"Assalamu'alaikum...."ucap indra ( berdiri dan mulai jalan keluar )
"Waalaikumsalam.."jawab tiga orang tersebut, sarah pun berdiri dan mengikuti abangnya yang keluar
Indra mulai masuk kedalam mobil dan menyalakan mobilnya dan menjalankan mobilnnya ..tin tin indra mengelakson ke arah adeknya dan sarah pun melambaikan tanganya hingga mobil abangnya mulai keluar dari halaman rumahnya kemudian sarah pun masuk kedalam rumah.
"Eh mana lili va "tanya sarah ke eva ( sembari jalan menuju empat eva)
Noh di kamar capek katanya..... lu masuk kamar gih beres – beres ... sekalian istirahat ... gue mau masak buat tar malam....: jawab eva ( berdiri dan mulai jalan ) dijawab angguan oleh sarah yang mulai jalan kekamarnya dan eva menuju dapur
-------kamar sarah----
Sarah membanting badanya ke kasur, dan melihat langit atap kamarnya dengan ekspresi yang sukit di artika.
‘‘Buka lembaran baru , semangat Sarah nur wijaya kamu pasti bisa’.’...: ucap sarah dalam hati menyemangati hatinya
Sarah bangkit dari baringnya dan mulai membersihkan kamar dan membereskan barang – barangnya.
------di tempat lain -----
Tiga laki – laki tampan yang memasuki rumah kontrakan yang lumayan besar ya itu evan, rio dan dimas.
Gue ambil kamar yang tengah ye....: ucap rio ( menuju kamarnya dan membawa barangnya )
Gue yang depan ini aja deh lebih dekat pintu keluar....: saut dimas ( berjalan menuju kamarnya )
Evan hanya diam dan menganggukan dari ucapan sahabatnya dan evan menuju kamar dekat ruang sholat , evan membuka kamarnya yang bewarna abu – abu itu.
__ADS_1
Hufs...hela nafas yang di keluarkan oleh evan dia pun memulai memberaskan barang – barangnya dan merapokannya.