Cewek Gengsi Dan Cowok Pendiam

Cewek Gengsi Dan Cowok Pendiam
Happy Birthday kak lula


__ADS_3

mobil melaju melesat menuju cafe yang telah di boking oleh ifan untuk merayakan ultah sang kekasih yang telah ia pacari selama 2 tahun, setelah mobil sampai sarah dan ifan pun beranjak turun menuju cafe untuk bergabung dengan teman - temanya.


"gimana sudah siap semua kah?"...tanya ifan ke teman temanya


"aman sudah beres kok"...jawab dino, dengan gayanya sok cool


"gak percaya gue sama mahluk kayak kalian berdua"...ucap ifan menatap kedua sahabatnya


"ara ...kak ifan bisa minta tolong cek kembali kerjaan mereka"...ucap ifan ke sarah


"siap kak, ini kan tugas ara buat beresin kerjaan mereka"...jawab sarah


"mana pernah beres kalau mereka yang ngerjain"...lanjut ledek sarah, sarah pun meninggalkan mereka menuju kedalam untuk mengecek semua persiapan ultahnya


"sialan adek loe makin pedes omonganya"...saut rio menyenggol lengan indra dan di jawab senyum aja oleh indra


"loe jemput sudah si lula biar gak lama"...ucap indra, ifan pun melihat jam tangan yang melinkar di pergelanganya


"oke kalian siapin semuanya ya jangan sampai kurang, kalau ada kurang sedikit aja gue golok leher kalian"...ucap ifan sambil berjalan menuju mobil untuk menjemput sang kekasih


"aman ada ara kok"...teriak dino ke ifan, mobil ifan pun berjalan jauh


"sahabat loe makain gak waras ndra"...ucap dino, menatap kepergian ifan


"sahabat loe juga"...ucap santay Indra menuju ke dalam cafe, dino pun di buat kesel oleh sahabatnya itu tak lama ikut menuju ke dalam cafe


didalam cafe sarah bersama beberapa pelayan sedang berbincang -bincang, indra yang melihat langsung menghampirinya para kariyawan yang melihat indra menuju arah mereka membuat mereka pamit ke sarah untuk kebelakang karena tak berani jika ada indra disana karena mereka tau Indra adalah anak dari pemilik cafe tersebut yang dingin dan cuek berbeda dengan sarah yang sangat ramah itu yang membuat kariyawan lebih nyaman dengan sarah dari lada Indra.


"nanti pulang sama abang ya"..ucap indra, sembari mengecup dahi sarah, karena dia sangat rindu adeknya itu


"iya kalau enggak sama abang sama siapa lagi"...jawab sarah dengan mengerucutkan bibirnya


"uluh uluh dek nunu kalau cemberut makin imut aja"...goda Dino


"udah deh kak ino gak usah ganggu sarah"..ucap ketus sarah sembari menatap Dino


"tapi kak ino kangen loh sama nunu"...ucap goda Dino


"ABANG"...ucap manja sarah ke Indra, sontak membuat Indra menoleh ke Dino dengan tajam


"loe ganggu adek gue, gue bikin hancur hubungan loe sama cewek cewek loe"...acam indra


"ya elah galak bener pak"...jawab Dino cengengesan


"ya sudah kita duduk disana aja ya dek, gak usah ladeni orang gak waras ini"...ajak Indra, indra merangkul adeknya dan menuju meja untuk duduk menunggu kedatangan ifan dan lula, dino yang di tinggal sontak mengikutinya karena yak mau di tinggal sendiri


sarah, indra dan dino pun menunggu kedatangan ifan dan sang pacar dengan bercanda, dino yang suka menjahili Sarah sontak membuat indra kewalahan dengan manusia play boy itu, mereka bergembira menunggu kehadiran pacar sahabatnya itu, lain dengan seseorang di lain tempat yang sedang memandangi trus pintu keluar rumah sedari tadi ya itu si Evan yang menunggu kepulangan sarah.


----------rumah sarah------------


evan dkk dan eva serta Lili sedang ada di Ruang tamu mereka sedang bersantay, dimas dan Rio sedang bermain PS sedangkan Eva dan Lili berada di belakang Rio dan Dimas dan sedang memakan cemilanya itu, sontak mereka seperti sepasang kekasih walau mereka memiliki perasaan yang sama satu sama lain tapi mereka belum ada yang berstatus pacaran, berbeda dengan Evan yang sedari tadi hanya memandang pintu keluar rumah dia harapkan sarah sudah pulang.


"tenang aja kali van, pintunya gak akan hilang koq"..ledek Rio tak di hiraukan oleh evan, dia hanya diam


"udah diam aja napa sih"...ucap eva kesel sembari menyumpali mulut rio dengan camilanya agar diam

__ADS_1


"udah tenag aja van, ara enggak akan pulang malam"...saut Lili, dia tau kalau Evan sangat menghawatirkan sahabatnya itu


"emang loe tau sarah kemana Li?"...tanya Dimas, dianggukin oleh Lili


"dia tu lagi ngerayain ultah pacar kak Ifan"...ucap Lanjut Lili membuat evan menoleh dan menatap mata Lili mencari ke bohongan di mata itu


"gue kira mereka pacaran loh"...ucap Rio, mendapatkan lemparan bantal dari evan


Bugh.... pas mengenai kepala Rio


"loh apa salah gue ya Allah, gue kan cuma ngira aja"...ucap Rio memelas


"kan tadi sudah gue bilang diam aja, masih aja comen"...jawab ketus eva


"jadi yang jalan sama ara tadi punya pacar?" ...tanya dimas


"iya, kak ifan tu dah pun pacar, udah di pacarin selama 2 tahun lagi"...jawab Lili


"wah g*la lama juga kayak nyicil montor"...saut Rio


"loe ngomong lagi gue tendang loe dari sini"...ucap Eva, sambil memainkan rambut Rio yang duduk di lantai depan Eva sedangkan Eva di belakang Rio duduk di atas sofa


"udah deh gak usah mesra-mesra di sini"...sindir Lili


"bilang aja sirik, dasar jomblo"...jawab Eva


"loe kan jomblo juga peak"...ucap kesel Lili


"atau jagan jagan loe dah jadian ya? hayo sama siapa? tega loe gak ngasih tau kita? gue kasih tau loe sama ara biar di omelin"...pertanyaan beruntun dari Lili


"enggak"...protes Eva dengan kesal


"hayo ngaku aja deh"...goda Lili


"tau, ah kesel gue"...ucap ketus Eva, menyilangkan tanganya ke perut


"udah udah, kasihan tu evan lagi gelisah"...relai rio, evan hanya diam tampa nyahut, membuat Lili menoleh ke Evan


"udah tenang aja van, dia di sana cuma bantu buat ngerayain ultah pacar kak ifan toh disana tu ada abang indra sama kak dino juga"...ucap Lili menenangkan evan tapi evan hanya diam


"emang aman sih kalau ada kak ifan sama bang indra tapi gak aman kalau ada kak dino"....saut Eva, sontak membuat membuat semuanya menoleh ke Eva, membuat dia sadar akan keceplosanya


"eh bukan gitu maks-"...ucap eva di potong dimas


"emang kenapa kalau ada kak dino itu?"...tanya dimas


"pakek keceplosan segala"...batin eva, sambil menyalahkan sendiri


"b*go di pelihara"...batin Lili


"ayo jelasin cerewet"...ucap Rio


eva menatap Lili meminta bantuan ke Lili dijawab anggukan oleh Lili.


"emmm gimana ya jelasinya, sebenernya kak Dino tu dah suka lama sama ara, cuma ara tolak gara gara ara tau kalau kak dino tu play boy dan juga ara gak punya perasaan apa apa ke kak dino nah-"....ucap eva di potong Rio

__ADS_1


"tapi dia punya pacar kemarin waktu kita kemah gue denger"...ucap Rio


"diam dulu napa gue belum selesai ngomong"...ucap kesel Eva, rio pun diam dan ternyum dan juga takut dapat tatapan tajam Evan


"nah setelah kak Dino tu di tolak, gak lama kak dino tu jadi diam gak kayak biasanya, terus gak punya pacar jadi ara kasihan masa perubahan kak dino setelah dapat penolakan dari ara, akhirnya ara membuat keputusan ke kak dino kalau dia akan selalu ada di samping kak dino walau bukan sebagai pacar kak dino, itu awalnya membuat kak dino tak menerima tapi karena nasehat ara yang dia berikan tiap hari membuat kak dino sadar bahwa cinta tak dapat di paska nah dari situ kak dino menjadi semula lagi terus punya pacar, tapi gak mengurangi rasa cintanya ke ara, pokoknya kalau ada apa apa sama ara dia paling gak terima dulu pernah ara jalan bareng kak dino eh ketemu pacar kak dino eh ara langsung di tampar kak dino yang melihat itu langsung narik pacarnya sampai jatuh dan nampar berkali kali pacarnya itu nah karena kejadian itu ara gak mau terlalu dekat sama kak dino tapi tetep ngangep kak dino itu abangnya juga"...ucap eva


"wah segitu cintanya ya dia sama ara"...ucap dimas


"tapi dia emang play boy banget sih gimana ara mau"..ucap Rio


evan yang mendengar cerita itu hanya bernafas beras, tak menyangka ternyata yang harus di khawatirkan itu kak dino bukan kak ifan yang dia tau ara pernah berpelukan dengan ifan, yang dia pikir itu yang lebih dekat ternyata itu salah.


"tapi tenang aja van loe jangan khawatir ara gak akan suka sama ka dino tu percaya sama gue"...ucap Eva ke evan tapi tak di jawab oleh evan hanya diam


mereka kembali berbincang bincang tapi evan hanya kembali menatap pintu dengan beberapa pemikiranya itu.


-------cafe------


"eh itu kak ifan udah datang ayo siap siap"...ucap sarah ke abangnya dan yang lain


ifan pun turun dari mobil membukakan pintu mobil keluarlah wanita cantik yang sedang ditutup matanya, ifan pun menutup pintu dan berjalan menutun pacarnya kedalam cafe.


"jangan di buka dulu ya sayang"...ucap lembut ifan


"iya, tapi ini ada apa sih fan"...tanya lula


"sabar sayang, kalau ku hitung sampai tiga kamu buka ya"...perintah ifan, diiyakan lula


1


2


3


lula pun membuka perlahan penutup matanya.


Duarr....


"Happy Birthday sayang"...ucap ifan, sontak membuat lula terkaget karena ia lupa hari ulang tahunya, lula langsung berhambur kepelukan ifan yang membawa kue itu


"makasih ya fan kamu ingat ultah aku"...ucap lula, memeluk ifan, ifan memberikan kuenya ke dino dan membalas pelukanya pacarnya


"sama sama sayang"....ucap lembut ifan, lula pun melepas pelukanya menatap semua orang


"Happy Birthday ya la"...ucap indra


"makasih ya ndra"...ucap lula, dibalas senyum oleh indra


"Happy Birthday la, tambah cantik tar kalau bosen sama ifan bisa sama gue"...ucap dino, membuat lula tersenyum dan membuat ifan menatap tajam dino


"jangan harap"....ucap ifan ketus, membuat mereka tertawa


"Happy Birthday ya kak lula"...ucap sarah, lula menoleh terus berjalan ke arah sarah dan memeluknya


"makasih ya dek, udah ngerayain ultah kaka,"...ucap lula memeluk sarah karena dia sangat sayang dengan sarah sudah dia angap seperti adeknya sendiri

__ADS_1


setelah ucapan selamat ulang tahun mereka pun kemeja makan untuk memakan makanan yang telah tersedia disana, acaranya sangat elegan tapi juga sangat mewah.


__ADS_2