Cinta 'Kan Temukan Jalannya.

Cinta 'Kan Temukan Jalannya.
Bab. 11 Tafakur Alam.


__ADS_3

Hari ini sekolah Aarash mengadakan acara tafakur alam yang di ikuti dari kelas 10 sampai kelas 12.


"Ummy, Arsy ikut ya" rengeknya kepada Atika.


"No, Arsy. Jika Arsy ikut tanpa berhijab Ummy tak ingin Arsy ikut" sanggah Atika.


"Tapi baju Arsy semuanya pendek-pendek Ummy, kan ummy tau jika Arsy hanya di sekolah saja yang memakai hijab." lirih Arsyla sambil membujuk Ummy Atika.


"Arsy, waktu Ummy sekolah di SMP sudah memantapkan hari untuk berhijab sayang,cobalah pakai hijab Ummy dulu"


"Aku nggak mau Ummy, pokoknya aku ikut tafakur alam tapi nggak mau pakai hijab" tekan Arsyla kepada Ummynya.


Mau tak mau ummynya mengikuti kemauan anaknya.


"Makasih Ummy cantik, ummuachh"


Arsyla segera membereskan pakaiannya, sedangkan Aarash sedang menunggunya dengan gelisah.


Aarash pun menghubungi Nadia agar bisa ikut di acara tafakur alam di sekolahnya.


Tut... tut... tut...


Suara sambungan telepon berdering, namun Nadia tak kunjung mengangkatnya.


"Asry, cepat nih, nanti kita terlambat." teriak Aarash.


"Iya kak, sebentar" balas Arsyla.


Ibunya pun ikut membantu Arsyla, memang baju arsyla kebanyakan tak berlengan panjang sehingga jika pakai hijab akan kelihatan aneh.


Tak lama Arsyla menenteng koper yang akan di bawanya.


"Baiklah, ayo kita berangkat" ajak Aarash ketika melihat Arsyla mendekatinya sambil menenteng koper.


Aarash terkejut Arsyla tak memakai hijabnya.


"Ars, hijab kamu kemana?" tanya Aarash penasaran.


"Udah deh kak, ummy sudah mengijinkanku, jangan di bahas lagi. Ayo kita berangkat sekarang." Arsyla bersikap acuh dan menaiki mobil yang akan membawa mereka.


Sebenarnya di sekolah telah menyiapkan bis rombongan untuk yang tak memakai kendaraan, namun Aarash tak ingin naik bis, dia lebih memilih untuk membawa mobil sendiri.


Dua jam kemudian Aarash dan Arsyla sampai juga di tempat tafakur alam bersama rombongannya, kegiatan ini akan di lakukan di alam terbuka selama 3 hari.


Setiap kelas di bagi antara putra dan putri, mereka mendirikan tenda putra dan tenda putri.


***


"Ingat, apa yang kita rencanakan?" ucap seseorang di balik tenda putra.


"Aku sebenarnya takut Edward" ucap Raka.


"Kalian mau komisi, nggak?" tanya Edward to the point.

__ADS_1


"Ya maulah" ucap Jimmy.


"Makanya jalankan rencananya"


"Baiklah, kita Deal!!"


Mereka pun sambil bertos ria.


Ketika Edward keluar dari tenda, sekilas dia melihat Arsyla.


'Wah, bener-bener kayak bidadari" batinnya di dalam hati.


Arsyla hanya melemparkan senyuman termanisnya.


Dia tau jika Edward adalah musuh bebuyutan Kakaknya Aarash.


Aarash pun memperhatikannya dari jauh.


'Awas kalian sampai tertarik satu sama lain, akan aku pisahkan kalian berdua.' janji Aarash di dalam hatinya.


Setelah selesai membereskan segalanya, mereka segera berbaris dan mengabsen diri masing-masing.


Aarash pun menghubungi Nadia, siapa tau Nadia bisa datang ke tempat tafakur alam yang di adakan oleh sekolah Aarash.


Suara berdering dari seberang, namun seperti tadi. Nadia tak kunjung mengangkatnya.


'Mungkin dia lagi sibuk bantu kedua Orang Tuanya'


"Assalamu'alaikum warah matullahi wabarakatuh" Ibu Tejo Kepala Sekolah SMA Harapan Bangsa, memberi salam tanda acara tafakur alam telah di mulai.


"Baiklah, yang saya hormati guru-guru pendamping, dan anak-anakku sekalian yang saya cintai dan banggakan.


"Segala puji kita panjatkan kepada ke hadirat dari Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan sehingga kita semua dapat berkumpul dengan sehat di acara ini. Tak lupa Shalawat dan salam semoga tercurah pada Nabi kita, Nabi Muhammad SAW kepada keluarganya, sahabatnya dan para pengikutnya sampai akhir jaman"


"Kita hadir di tempat ini untuk pengenalan alam, pengenalan untuk sang kholik dan agar kita semua kompak bersatu. Untuk itu, Acara yang pertama yakni pembukaan, marilah acara pada pagi hari ini kita buka dengan bacaan Suratul Fatihah agar acara demi acara tiada halangan suatu apapun"


“Ala hadiyi niyah, wa’ala kulli niayti sholihah Al-Fatihah"


Mereka pun membaca surah Al- Fatihah.


"Terima kasih" lanjut Ibu Tejo.


"Kegiatan yang kita semua hadiri di tempat yang indah dan cerah ini merupakan kegiatan tahunan yang diadakan sekolah kita tercinta ini untuk bisa saling berkumpul dan menyambung tali silaturahmi dengan lebih baik lagi"


"Saya dan guru-guru pembimbing lainnya berharap agar acara yang kita adakan dan datangi pada hari ini dapat membantu untuk mendekatkan kembali siswa dan siswi agar mempererat tali persaudaraan yang ada"


"Sebelum sambutan ini saya tutup, besar kiranya bagi para hadirin sekalian untuk membukakan pintu maaf jika ada kekurangan dalam acara kami hari ini. Itu yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini, jika ada tutur kata yang kurang berkenan, saya mohon di maafkan"


"Wassalamu'alaikum warah matullahi wabarakatuh" Tutup Bu Tejo.


"Waalaikum salam warah matullahi wabarakatuh" jawab anak-anak sekolah lagi.


"Baiklah, kita beberes dahulu setelah itu guru pembimbing akan memberikan tugas sesuai catatan yang sudah di berikan untuk kita laksanakan"

__ADS_1


"Baik buuu" jawab anak-anak serempak lagi.


Mereka segera membersihkan tempat yang akan mereka tinggali selama tiga hari.


Sore menjelang, setelah sholat Ashar berjamaah. Anak-anak kegiatannya bebas. setelah mengaji terlebih dahulu.


"Edward, kapan rencana kita akan kita laksanakan" tanya Jimmy penasaran.


"Akan aku kasih kode, kalau sekarang jangan dulu deh"


"Baiklah, tapi ingat Edward! jangan sampai kita ketahuan nanti"


"Iya, tenang saja.Aku sudah memberikan topeng kepada kalian kan"


"Iya, kami sudah siap-siap nih" jawab Raka.


"Oke, sebentar saya kasih tanda, kalian bersiap-siap ke tempat itu saja"


Tiba-tiba saja Nadia datang ke tempat tafakur alam kakaknya.


'Astagfirullah, aku lupa membawa handphoneku, gara-gara ayah menyuruh mengantarkan makanan untuk kakak' batinnya ketika memeriksa bawaannya.


Ketika melihat sekeliling, tampak wajah tak asing olehnya.


'Loh Aa, ada di sini juga' Nadia bertanya-tanya di dalam hati.


"Aariz" sapa Nadia.


Aarash yanh tersadar di panggil oleh seseorang, langsung menoleh.


"Nadia, kok kamu ada di sini, aku sebenarnya dari tadi menghubungimu" heran Aarash.


"Aku ke sini mau mengantarkan makanan untuk kakakku" terang Nadia.


"Kalau Aa sendiri, ngapain di sini"


'Aku tak mungkin jujur padanya' batin Aarash.


"Sama, aku ke sini untuk melihat Adikku Arsyla"


"Oh, Arsyla sekolah di Sini?" tanya Nadia lagi.


"Iya, kakakmu kelas berapa? Kok aku tak pernah mengenalnya" tanya Aarash.


"Kakakku itu jarang di rumah, aku ke sana dulu ya, nanti aku akan ke sini lagi"


"Oke, aku tunggu ya"


Nadia pun hanya mengangguk dan melangkah meninggalkan Aarash.


'Apa aku harus jujur padanya saja, aku takut jika dia mengetahui aku bukan Aariz malah Nadia akan menjauhiku' dilema Aarash di dalam hati.


Apakah Aarash akan jujur kepada Nadia???

__ADS_1


TBC.....


Jangan lupa Dukung karya dengan cara meninggalkan jejak komentar, bunga, Vote dan like ya agar author semangat UP🙏


__ADS_2