
Nah ... ini dia Liandari, ya bisa dipanggil Lian, yang berasal dari keluarga terhormat dan kaya raya. Umurnya 17 tahun, ia bersekolah di SMA MAJU BANGSA. Hobinya adalah menulis, ia juga termasuk penulis yang berbakat, tulisannya pun sangatlah bagus dan ia bermimpi ingin membuat novel yang sangat menarik hingga menjadi novel yang best seller, ya.. itu hanya sebuah impian Lian saja. Dan Lian adalah tipe cewek yang ramah sama siapa saja, Lian juga adalah anak yang mandiri tapi sedikit cerewet, penampilannya sangat feminim. Bahkan Lian juga mempunyai wajah yang blasteran, ayahnya orang Indonesia sedangkan ibunya orang Australia. Banyak cerita yang akan diceritakan dan bermula dari sini :
“Anak-anak hari ini akan ada murid pindahan dari Surabaya, silahkan masuk “Kata Ibu Guru Jasmine. Razzi pun memperkenal,kan diri … hingga akhirnya Razzi dipersilahkan duduk dan mengikuti pelajaran yang berlangsung. Teng teng teng bel berbunyi menandakan istirahat, pada saat itu semua siswi turut berkenalan dengan Razzi. Pertanyaan demi pertanyaan terus saja terlontar dimulut mungilnya para siswi yang seakan tidak sabaran untuk lebih mengenal sang lelaki yang sungguh tampan ini. Razzi yang menjawab pertanyaan tersebut pun telah lelah dengan tumpukan pertanyaan, tetapi walau begitu ia tetap menjawab dengan santai dan lembut namun terlihat sedikit cuek.
Razzi berasal dari kalangan bawah, hobinya bermain basket, bukan hanya sekedar main tapi Razzi juga pemain andal dan sering mendapatkan juara disetiap pertandingan. Banyak orang bilang kalau Razzi ini orangnya sombong padahal jika sudah kenal pasti lumayan seru diajak ngombrol, yang buat dia dibilang sombong adalah karena Razzi terlihat sedikit cuek. Tetapi walau cuek setiap cewek akan tergila-gila melihat postur badannya yang sixpack, dan memiliki warna kulit yang sawo matang, bahkan tinggi pula, ditambah lagi dengan wajahnya yang tampan disertai rambut yang sedikit ikal dengan gaya undercut wavy hair.
Bagaikan sekali sapuan mata rumor tentang murid pindahan tersebar disekolah. Desas-desus tentang anak pindahan yang super ganteng sangat hangat untuk diperbincang,kan bahkan membuat beberapa anak cowok disekolah pada cemburu. Tetapi beda halnya dengan anak cewek yang kayak ketiban rezeki. Bagaimana tidak, sekarang setidaknya ada pencuci mata yang sangat indah disekolah. Tubuh yang sixpack sungguh menggiurkan, hidung mancung, rahang yang sangat tegas, matanya yang tajam, bibirnya yang seksi, sungguh itu wajah yang sangat mempesona yang membuat mata terbelalak dan terpaku seketika, bukan hanya itu warna kulit yang sawo matang yang membuatnya terlihat sangat berkarisma dan laki.
Dan bukan hanya itu ternyata rumor tersebut juga terdengar oleh Liandari. Rasa penassaran membuatnya ingin sekali berkenalan pada murid pindahan itu. “Heh … setampan apa sih murid pindahan itu ? hingga bisa menggemparkan sekolah, apa aku samperin saja ya?” guman Lian, “Ya sudah deh, ayo Lian” Sorakan hati Lian. Saat ia berjalan dikoridor sekolah Lian pun bertanya yang mana anak pindahan itu kepada salah satu
temannya yang sekelas dengan anak pindahan tersebut.
Liandari : “Nah itu dia”, Dalam hati Lian. “Hai… boleh kenalan? kamu anak IPA 1 kan? kamu pindahan dari mana?”
Razzi Irawan : “Surabaya, X IPA 1.” Dengan cueknya.
Liandari : “Oh, kenalin nama aku Liandari, panggil saja Lian, anak X IPS 2.”
Razzi Irawan : …
Krik…krik…krik..krikk…
Awalnya hanya untuk sekedar berkenalan. Saat itu sepertinya bukanlah perkenalan yang baik bagi Razzi dan Liandari. Saat Lian memperkenalkan diri, seketika Razzi pergi tanpa sepatah kata. Melihat Razzi pergi Lian menjadi jengkel. Dalam hati Lian berkata “Apaan sih itu cowok main pergi aja, pamit atau bilang dulu kek kalau mau pergi, kayak ikan asin saja aku dianggurin habis digaramin, ah kesel.” Dan seketika “Oii… cowok sombong, enggak sopan banget sih main pergi aja,” teriak Lian, Razzi pun langsung memandang kebelakang melihat Lian tanpa kata-kata serta sedikit mengaitkan ujung bibirnya dan berjalan lagi. Sikap Razzi sangatlah bertolak belakang dengan dirinya. Wajah Liandari memerah seperti kepiting rebus karena menahan amarahnya dengan kejengkelan akhirnya Lian
menceritakan yang dialaminya tadi dengan niatnya agar tidak ada yang tertipu lagi dengan tampang ganteng dan sok lugunya cowok enggak tahu sopan santun itu, tapi hasilnya Lian yang malah mendapatkan ketawaan dari teman-temannya.
Rasa jengkel Lian memuncak hingga terbesit dipikirannya untuk mengerjai cowok tidak sopan itu. Liandari terus memutar otaknya, selama ini dia tidak pernah mengerjai orang, jika pun di mengerjai orang paling dengan
sahabatnya itupun hanya usil-usilan kecil saja. Hingga akhirnya Lian menemukan ide untuk ngerjain anak baru itu, Teng teng teng teng… bel pulang. “Saatnya ngerjain anak baru” Dalam benaknya Lian.
Liandari akhirnya datang kekelas X IPA 1 untuk melihat Razzi, dan rupanya Razzi keluar paling akhir dikelasnya, “Wah, bagus” gumam Lian. Setelah semuanya keluar kelas Lian pun memasang jebakan dengan hati-hati dan diam-diam agar tidak ketahuan. Saat yang ditunggu-tunggu pun tiba, dengan santai Razzi keluar kelas dan Bruukk… Razzi akhirnya terjatuh dan mukanya terkena tanah liat, melihat Razzi terjatuh Lian tertawa terbahak-bahak dengan keras “Haahahahaaa… akhirnya berhasil juga” kata Lian. Razzi yang terjatuh tadi akhirnya bangun dan berdiri sambil melihat Lian tertawa tanpa berkata-kata, Lian yang sudah puas tersenyum dan tertawa terdiam
__ADS_1
melihat Razzi yang terus memandanginya, kata Lian “APA?” Dengan rasa sedikit heran karna Razzi yang hanya memandangnya saja, “Bukannya kamu ketua kebersihan disekolah, seharusnya jika melihat tanah lihat didepan kelas kamu bisa tegur yang piket hari ini atau kamu bersihkan!” tegas Razzi, “Tapi... senyum kamu itu indah.” Langsung pergi, “Hei, tunggu ! apa-apaan ini?” ungkap Lian dengan wajah yang keheranan dan tersipu.
**********
“Ini semua seperti teka-teki” Dalam benak Lian. Liandari menjadi bingung dengan Razzi, karena kenapa Razzi tidak marah padanya yang jelas-jelas ia tahu kalau itu adalah perbuatan Lian. Keesokan harinya berlalu begitu saja dan dihari berikutnya, sesampai disekolah Lian mengajak sahabatnya caca untuk menemaninya kekelas X IPA 1 untuk ngerjain Razzi karena dia masih heran dengan respon Razzi sebelumnya
Awalnya Caca tidak mahu karena ia berpendapat bahwa Razzi anak yang baik buktinya ia tidak marah saat dikerjain sama Lian. Tetapi setelah dibujuk-bujuk dengan menamakan persahabatan akhirnya Caca pun mahu menemani Lian. Rencana sudah dipersiapkan, Lian akan letakkan ember berisi air diatas pintu wc cowok / laki-laki.
“Lian, kamu kok ngerjainnya diwc ? emang apa Razzi akan kesini ? nanti kalau orang lain yang kena gimana?” tanya Caca, “Udah tenang semoga aja dia yang kena hahaha, lagian semalam aku lihat si anak baru itu sebelum kekelas kewc dulu, pasti hari ini dia akan kesini, tapi tunggu ! nama anak baru itu Razzi ya?” ujar Lian, “Iya masak lu gak tahu sih” balas Caca, “Cuma nanya kok... yasudah yuk dah siap nih!” ajak Lian.
Razzi akhirnya datang ke wc dulu, tebakan Liandari rupanya benar. Tapi, jebakan itu sia-sia saja karena ternyata sewaktu Liandari dan Caca buat jebakan Razzi telah melihatnya, dan akhirnya waktu Razzi ingin masuk Razzi hanya menendang Pintu wc tersebut dengan kakinya, jadi jebakan itu tidak berhasil. “Dari mana dia tahu?” kata Lian, sedangkan Caca hanya mengerutkan kening dan gelengkan kepala karena keheranan kenapa ia bisa tahu,
“Apa Razzi melihat yang Lian dan aku lakukan tadi?” Dalam fikiran Caca. Liandari pun akhirnya pergi dengan kesal, begitu juga Caca yang kebingungan dan hanya mengikuti Lian berjalan, ketika Lian dan Caca pergi Razzi hanya tersenyum melihatnya. “Kenapa bisa begini sih.”gumam Lian kesal, “Sudahlah, yuk kita kekelas saja, bentar lagi bel bunyi nih.” ajak Caca. Setelah sampai dikelas Liandari menemukan sepucuk surat diatas mejanya, isi surat .…
Setelah membaca surat itu Lian malah menjadi bingung, siapa yang mengirimnya. “Apa itu Li?”Seketika Caca pun langsung mengira surat itu adalah surat cinta, karena siapa yang tidak suka dengan Liandari ? yang berwajah blasteran dan apalagi memiliki sifat yang baik dan ramah. Tetapi Lian langsung menampik perkataan Caca dan menyimpan surat itu kedalam tasnya. Tiba-tiba Deni teman sekelas Lian datang dan memberi surat yang
berisikan “I LOVE YOU” Ketika ditanya suratnya dari siapa Deni hanya bilang "Itu surat ya dari orang yang suka sama lu lah, tapi kayaknya itu penggemar cinta rahasia lu dah, soalnya enggak ada namakan hahaha ..." ujar Deni.
"Dari siapa ya surat ini, kok kayak De Javu deh dengan kalimatnya?" Dalam benak Lian. Tidak lama setelah itu Lian terbangun dari benaknya saat mendengar perkataan dari Deni dan teman-teman sekelas yang pada menyorak,kan Lian. Dan Lian hanya terdiam memikirkan teka-teki apalagi ini ? Teng teng teng teng ... waktunya pulang, Razzi pun menghampiri Lian yang masih berada didalam kelas bersama sahabatnya Caca. Dan ternyata Razzi ingin mengajak Lian pulang sama naik motornya, "Hah ... apa lagi ini" Liandari kebingungan dengan tingkah Razzi saat ini, “kamu sakit?” kata Lian, “Eh, emang kenapa, ini Cuma tawaran kecil kok, mahu atau enggak pulang bareng?" ungkap Razzi.
Dengan ajakan Razzi akhirnya Lian terfikir “Apa mungkin benar perkataan Caca bahwa Razzi adalah anak yang baik atau dia bodoh ya, udah dikerjain enggak marah dan sekarang malah ngajak pulang bareng?” Liandari akhirnya menerima tawaran Razzi dengan berfikir mungkin saja Razzi memang baik dan ia ingin mencoba
melupakan masalahnya dengan Razzi.
Sedangkan Caca yang sedari tadi mencubit-cubit pelan Lian agar Lian tidak menerima tawaran Razzi, karena Caca
tahu bahwa dari dulu Lian tidak pernah naik motor dan Caca khawatir jika nanti Lian kenapa-kenapa. Lagi pula jika ayah Lian tahu kalau Lian naik motor pasti ayah Lian akan marah. Tetapi, Lian sama sekali tidak mempeduli,kan karena ia ingin tahu apa benar dia salah menilah seseorang selama ini, dan akhirnya Lian diantar oleh Razzi.
__ADS_1
Sewaktu diperjalanan tiba-tiba hujan deras sekali, terpaksa harus berhenti untuk berteduh. Selesai hujan berhenti Lian dan Razzi melanjutkan perjalanan mereka. Liandari mengira jika ayahnya masih diAustralia menemani ibunya yang sedang sakit, tapi ternyata ayahnya telah pulang dari Australia sekitar jam 09:30 pagi tadi. Dan tanpa Liandari sadari ayahnya melihat Lian diantar oleh Razzi naik motor.
Ketika Lian masuk kerumah, Lian pun terkejut melihat Ayahnya lagi duduk disofa dengan muka yang serius serta pandangan yang sinis terhadap Lian. Belum sempat Lian berkata apapun, Ayahnya sudah bicara duluan dan bilang jika keluarga ini adalah keluarga terhormat dan Lian pun ditegur keras oleh Ayahnya karena pulang naik motor sama seorang pria. Bahkan Ayahnya berkata jika pria yang pantas dengan Lian hanyalah seorang pria yang dari
keluarga terhormat dan kaya raya atau paling tidak sebanding dengan Ayahnya. Betapa terkejutnya Lian saat mendengar perkataan Ayahnya.
“Ayah dia itu Cuma teman saja kok, enggak lebih” jelas Lian pada Ayahnya, “heh … mau teman ataupun pacar Ayah pokoknya tidak suka kamu bergaul dengan orang susah kayak gitu!” hina Ayahnya, “Modal motor doang sudah berani sok nganterin anak Ayah pulang, kita beda kasta dengan dia, mending kamu jangan dekat-dekat lagi dan, awas saja kalau sampai Ayah lihat kamu dianterin lagi!” tegas Ayahnya. Lian hanya tertunduk diam mendengar
hinaan dan Ayahnya terhadap Razzi, Lian bahkan tidak berani menatap Ayahnya. Hari berjalan dengan cepat hingga mendatangkan malam, Lian terhanyut dengan pikirannya “Aku tidak peduli dengan kata ayah tentang perbedaan kasta, aku akan tetap berteman jika dia memang orang baik, selagi ayah tidak tahu sudah cukup,kan.
**********
Semakin lama tanpa mereka sadari, Liandari semakin dekat dengan Razzi. Liandari pun semakin mengenal karakter Razzi begitu pula dengan Razzi yang sudah mulai mengenal karakter Liandari. Razzi pun sering
mengantar Lian naik sepeda motornya, walau Lian yang menghormati keputusan ayahnya untuk tidak dekat
dengan Razzi, tetapi Razzi ternyata adalah anak yang baik,dan Lian tidak mau menjauhi Razzi hanya karena perbedaan kasta. Setiap harinya Razzi akan mengantar Lian hanya sampai digang rumahnya saja. Hari demi hari mereka lewati dengan penuh kegembiraan. Kini setahun sudah berjalan, Razzi dan Lian sudah naik kelas XI.
Dalam setahun sudah banyak kejadian yang terjadi. Razzi yang terkenal dengan kecuekannya pada akhirnya memiliki teman yang akrab dengannya atau bisa dibilang sahabatnya. Bahkan Razzi memiliki 3 sahabat, yang pertama bernama Jeki Fadilah, Jeki merupakan tipe orang yang berpikiran lebih dewasa dibanding temannya, ia sering dijadikan tempat curhatan para sahabatnya. Yang kedua namanya Edik sardidik, kalau Edik ia memiliki sifat yang religius dan penengah dari pada teman-temannya. Sedangkan yang ketiga yaitu Jino Irsyalah, Jino memiliki karakter yang santai dan berpikir secara cepat dengan realita.
Bukan hanya Razzi yang memiliki sahabat, Liandari juga mempunyai sahabat yang bernama Caca dan Mirza Niufuza. Caca merupakan sahabat dari kecil ia memiliki sifat yang penyayang selain itu Caca juga merupakan orang yang pertama kali mendukung hubungan Lian dan Razzi bisa dibilang ia adalah mak comblangnya. Sedangkan Mirza merupakan sahabat Lian dari kecil juga sama dengan caca, tapi sayang Lian baru bisa ketemu sama Mirza sejak kelas XI ini, sewaktu Mirza berumur 12 tahun Mirza terpisah dengan Lian dan Caca karena kakek Mirza membawa Mirza ke Australia untuk bersekolah disana Hingga akhirnya kakek Mirza meningggal dan saat ini Mirza kembali lagi ke Indonesia melanjutkan sekolahnya. Mirza berfikir jika dia bersekolah diIndonesia dia akan lebih merasa nyaman karena ada Lian dan caca sahabatnya, Mirza memiliki karakter yang sedikit tomboy.
bersambung...
#Razzi yang mendapatkan sahabat baru dan Liandari yang akhirnya bertemu sahabat lamanya, dan apakah yang akan terjadi selanjutnya ... ?
__ADS_1