CINTA ABADI DIHUJAN MALAM

CINTA ABADI DIHUJAN MALAM
Episode 8 ada yang curiga


__ADS_3

"Eh... lama banget aku tidurnya, sudah jam 18:03 jadi haus deh, malas banget rasanya mau turun kebawah tapi dahagaku tidak bisa menunggu" gumam Caca dikamarnya.


"Jadi kamu suka juga sama jino, tapi hanya ingin waktu sedikit lagi untuk lebih saling kenal saja ya?" tanya Lian yang lagi duduk bersama Mirza diruang TV, "Haha... iya,  enggak apa-apa kan kalau kayak begitu" ujar Mirza malu dengan muka yang kemerahan.


"Ya tidak apa-apa lah, tidak akan ada juga orang yang akan merebut Jinomu itu" sela Dion menggoda Mirza yang datang tiba-tiba, "Ya, benar... tidak akan ada yang merebutnya jadi, tenanglah... kamu segalanya bagi dia" Sambung Caca yang turun dari tangga dan rupanya telah mendengar pembicaraan mereka. "Haa... Caca, dari kapan dia disitu?" Pikir Dion terkejut.


**********


 


“Baru kok, aku tadi mau minum tapi enggak sengaja saja dengar hehe…” ujar Caca turun dari tangga, “Bagaimana keadaan kamu?” tanya Lian sambil bergeser dari tempat duduknya dan menepuk-nepuk sofa untuk Caca duduk, “Aku baik-baik saja, terus Mirza kamu enggak pengen cerita ke aku juga ya?” ucap Caca seraya tersenyum jahil ke arah Mirza, “Haa… kamu apa sih, kan jadi malu” Mirza yang menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya, “Cewek tomboy kita sudah bisa malu juga ternyata” kelakar Dion.


Mendengar perkataan dari Dion sekarang rumah terasa sangat ramai dan begitu hangat dengan canda tawa, tetapi siapa yang tahu bahwa juga ada rasa sakit dibalik tawa yang begitu hangat.


 


“Tapi apa yang aku lakuin ini enggak salah kan?” tanya Mirza khawatir, “Kenapa… memang apa yang salah, kamu Cuma butuh waktu saja dan itu bukan suatu kesalahan” ujar Lian menyemangati Mirza.


“Iya Lian benar, dan kita hidup cuma sekali maka bahagialah, aku yakin jino sangat sangat mencintaimu dan orang yang mencintaimu akan menunggumu… menantimu… dan akan mementingkan kebahagianmu” ucap Caca tersenyum.


“Apa benar begitu?” balas Mirza ragu, “Percayalah, kapan aku pernah bohong… dan lagi jino itu hebat karena ia mau sama cewek tomboy seperti kamu, kalau aku ogah sih” canda Caca yang sengaja membuat Mirza marah dan akhirnya semangat lagi.


 


Kini Mirza mengejar Caca hingga keluar rumah sampai kedapur, Caca senang kini karena perkataanya tadi Mirza menjadi semangat lagi, sedangkan Lian tertawa melihat tingkah kedua sahabatnya, "Dasar bocah" ujar nya ketawa.


“Kita hidup Cuma sekali maka bahagialah, hmm… seharusnya kata itu untuk dirimu sendiri Caca, sampai kapan kamu bisa menahan rasa itu” Dalam hati Dion.


 


 


Keesokan harinya.


Seperti biasa yang namanya anak sekolah akan belajar, dan kini saatnya jam pelajaran bahasa Indonesia dikelas Liandari. Pelajaran berjalan dengan begitu lancar dan suara ketukan pintu membuat guru yang menerangkan pelajaran berhenti sesaat.


Tok tok tok… suara ketukan pintu, “Ya masuk” ujar Guru Jasmine, “Permisi bu” Menganggukkan sedikit kepalanya dengan sopan, “Ada apa?” tanya Guru Jasmine, “Ada pengumuman yang ingin saya sampaikan Bu, jadi saya minta waktunya sebentar“ jelas Saraya, “Ya sudah… yang cepat ya, ibu keluar sebentar” kata Ibu Guru Jasmine dan ia pun keluar.


 


“Oke, semuanya mohon dengerin sebentar, ini ada pengumuman” Mengeraskan suaranya sambil menepuk tangan beberapa kali untuk meminta diperhatikan sebentar, dan setelah para anak-anak dikelas itu sudah tenang dan mem perhatikan, Saraya pun menyampaikan pengumumannya.


“Perkenalkan saya Saraya wakil ketua OSIS, saya mau mengumumkan bahwa akan adanya perlombaan…” ujar Saraya terpotong.


“Perlombaan apa saja tu, cepatlah kasih tahunya” kata beberapa murid laki-laki yang memotong pembicaraan Saraya tadi.


“Ya makanya kalian diamlah dulu, jangan seperti kicauan burung saja, dengarkan orang bicara baru komentar” seru Saraya yang mulai kesal, dan yang lain pun pada diam, Saraya melanjutkan bicaranya.


 


“Oke… nantinya akan ada tiga perlombaan, yang pertama perlombaan bola basket, yang kedua perlombaan


karangan puisi, yang ketiga adalah perlombaan bebas" ujar Saraya, dan ia melanjutkan lagi bicaranya.


"Disini perlombaannya sama seperti saat Agustus-an, dimana adanya makan kerupuk, balap karung, bakiak, tarik tambang, dan masih banyak yang lain, tetapi yang paling terpenting adalah disetiap satu kelas harus ada perwakilan satu orang untuk mengikuti perlombaan puisi dan basket, ada yang mahu bertanya?” ujar Saraya yang panjang lebar menjelaskan secara detail.


 


Liandari mengangkat tangannya, “Perlombaannya kapan dan dimana akan diadakan?” tanya Lian.


“Pertanyaan yang bagus, dimana… itu akan diadakan disekolah kita karena kali ini tuan rumahnya adalah sekolah kita, kapan… itu diadakan pada tanggal 30 November dan karena sekarang tanggal 1 November maka kalian harus mengantar daftar nama siapa yang bersedia ikut lomba paling lambat tanggal 3 November, mengerti!” ujar Saraya menjawab pertanyaan Lian.

__ADS_1


“Saraya, misalkan disatu kelas tidak ada yang mau ikut lomba bagaimana?” tanya Deni dengan tampang yang malas.


“Untuk perlombaan puisi dan basket itu sangat diharuskan ada perwakilan dari masing-masing kelas, jika tidak maka akan dikenakan sanksi, lagian nantinya juga akan diseleksi lagi, ada lagi yang mau nanya?” jawab Saraya.


“Aku mau nanya” kata Mirza, “Ya silahkan” jawab Saraya mempersilahkan, “Saraya, jika lombanya tanggal 30 kenapa tenggat waktunya harus tanggal 5, cepat amat sih sekarang saja baru tanggal 3” ucap Mirza.


“Oh itu… karena kita harus ada seleksi siapa saja yang pantas ikut dan latihan dulu, kan enggak mungkin langsung lomba, seleksinya butuh waktu sekitar 7 hari dan latihannya 15 hari persiapan lombanya butuh waktu 3 hari, jadi semuanya itu sudah dihitung dengan tepat dan matang oleh pihak OSIS, jadi kalian cukup dengarkan dan lakukan,


mengerti!” tegas Saraya.


“Mengerti” seru murid dalam kelas tersebut.


 


Dan dikarenakan sudah mengerti dan Saraya juga sudah selesai menyampaikan maka dari itu Saraya pun undur diri dan berganti dengan Ibu Guru Jasmine yang masuk kedalam kelas.


Ketika Bu Guru Jasmine masuk, kelas sangat ribut karena mereka semua sibuk membicarakan siapa yang bakal ikut lomba. Hingga akhirnya Bu Jasmine yang kesal dengan keributan yang tidak berhenti akhirnya memukul papan tulus beberapa kali dengan spidol yang membuat seluruh murid terdiam dan memperhatikan Bu Jasmine.


 


“Sudah ributnya?” tanya Bu Jasmine kesal, para murid hanya terdiam dan Bu Jasmine pun melanjutkan bicaranya, “Karena sebentar lagi bel istirahat maka Ibu akan bicara singkat saja, kalian semua sudah tahu pengumumannya, bukan?” tanya Bu Guru, para murid pun serentak menjawab, “Iya” kata para murid dikelas.


“Baik, karena kalian sudah tahu maka bagi yang mau ikut lomba puisi itu langsung saja kasih namanya ke Ibu


langsung, tidak perlu ke pihak OSIS, karena Ibu yang akan menyeleksi dan membimbing kalian yang ikut lomba puisi nantinya, dan juga Ibu berharap Caca… kamu ikut lombanya” ujar Bu Guru Jasmine.


“Eh… saya mana bisa Bu” balas Caca, “Apanya yang tidak bisa, Ibu tahu kamu ada bakat dalam mengarang puisi, dulu kamu pernah membuat puisi dan kamu letakkan dimading sekolah kitakan, dan juga pernah mendapat nilai tertinggi saat membuat puisi” ucap Bu Guru Jasmine. Teng teng teng... suara bel sekolah, menandakan jam istirahat.


**********


 


"Li... caca kemana tu, kok buru-buru pergi" Berjalan dikoridor menuju kantin, "Oh... dia mau keruang OSIS" ujar Lian santai, "Eh... ngapain kesana" tanya Mirza penasaran, "Katanya sih mau tanya siapa saja yang ikut lomba puisi" jawab Lian, "Ngapain dia nanya, mending langsung daftar saja kan" ucap Mirza, "Mir, kamu kenapa sih nanya mulu dari tadi, aku lapar lo, mending lebih cepat deh jalannya" pinta Lian agar lebih cepat jalannya.


 


 


Caca yang sudah selesai bertanya dan ia pun ingin kekelas, dengan santainya seperti jalan-jalan disore hari Caca berjalan dipinggir lapangan bola basket.


Disitu murid laki-laki yang ikut lomba tengah latihan dilapangan, ada juga beberapa murid yang tidak ikut lomba tetapi ikut serta main juga.


Entah ini nasib sial dari mana yang menimpa Caca, ketika ia lagi santai nya berjalan tanpa melihat kiri kanan. Bola basket yang besar dan agak keras itu malah melayang kearahnya. Membuat para cowok yang lagi main langsung berteriak "Awaass!!!" seru para cowok yang main bola basket.


Teriakan tersebut membuat Caca langsung memalingkan badannya kesamping dan Brukk... tepat pada sasaran. Kini bola tersebut tepat sekali kena depan muka Caca yang membuat Caca langsung terduduk sangkin sakitnya dan Caca juga merasakan pusing akibat terkena bola.


 


Para pemain pun berdatangan ke Caca, disitu ada Razzi dan juga Jeki. Yang terdengar dari mulut kecil nan manisnya Caca  pada saat itu hanya "Akh... aw sakit" lirih Caca kesakitan.


"Ca, kamu enggak apa-apa?" tanya Razzi khawatir, "Enggak apa-apa bagaimana, ya pasti sakit banget lah itu" sela Jeki kesal dengan pertanyaan Razzi.


"Gua minta maaf ya Ca, benar enggak sengaja Ca" ujar Razzi panik dan tak menghiraukan kata dari Jeki. Caca yang masih merasakan sakit dan pusing pun tak bersuara, ia hanya terduduk diam dan menundukkan kepalanya sambil menutupi mukanya.


Jeki yang melihat Caca kayaknya kesakitan kali, ia tanpa aba-aba dan permisi langsung mengambil tangan Caca dan diletakkan dilehernya. Jeki membantu Caca berdiri serta memapahkannya dan berjalan membawa Caca ke UKS.


Caca hanya diam dan mengikuti gerak Jeki tanpa bersuara dan bertanya.


Jeki pergi begitu saja sambil membawa Caca, Razzi sangat menyesal karena tidak sengaja bolanya meleset dan malah kena Caca, Razzi sedikit mengacak-acakan rambutnya.


Dia menyesal sekali karena sepertinya caca sangat kesakitan dan mungkin saja caca marah kepadanya. Razzi yang telah hilang mood untuk latihan lagipun, akhirnya ia pergi dan menyusul caca ke UKS, untuk minta maaf.

__ADS_1


**********


Setelah sampai di UKS, Jeki langsung membantu Caca duduk ditempat tidur. Karena di UKS pada saat itu tidak ada dokternya maka jeki sendirilah yang sibuk mencari obat dan es batu yang dibungkuskan dengan kain untuk diletakkan dikepala Caca agar bengkaknya mereda.


Jeki memberikan obat pereda nyeri kepada Caca, Caca pun langsung meminumnya. Setelah itu Jekipun bertanya kepada Caca, "Bagaimana masih sakit? atau pusing ya?" tanya Jeki khawatir.


Mendengar Suara yang agak serak dan bergetar itu Caca pun yang tadinya masih menunduk, kini ia melihat kebawah. Dia baru sadar bahwa dari tadi ia terus mengikuti langkah cowok didepannya yang lagi berjongkok dengan sebelah tangannya memegang gelas.


"Kenapa diam!" ujar Jeki heran, "masih sakit banget ya?" tanya Jeki khawatir.


"Eh... eng... enggak kok, cuma agak pusing sama nyut nyutan sedikit ni kepala" jawab Caca terbata. "Posisinya kenapa seperti ini? ngapa dia enggak duduk saja ya disebelah aku, ngapain juga harus jongkok kayak begitu" Pikir Caca.


1


"Oh masih pusing, kalau begitu tiduran saja gih" Suruh Jeki agar Caca baringan saja supaya pusingnya berkurang, "Enggak perlu kok" ujar Caca sambil menggerakkan tangannya untuk mengatakan tidak.


Jeki yang tidak sabaran karena masih khawatrir sekarang tanpa persetujuan dari Caca ia langsung berdiri dan memegang bahu Caca dan membantunya untuk tiduran di kasur. Caca yang sudah dipegangi bahunya hanya terdiam dan mengikuti arahan Jeki.


Setelah Caca baringan, Jeki langsung menyelimuti Caca dan mengambil es batu yang telah dibungkus kain tersebut dan ia kini meletakkannya dikening dan sekitar kepala Caca yang terkena bola tadi.


karena kasurnya agak pendek jadi posisi Jeki menjadi setengah membungkuk. Caca yang jadi kasihan dengan posisinya Jeki akhirnya ia menyuruh jeki untuk duduk saja disamping kasur. Setelah mendapatkan izin dari Caca, sekarang Jeki barulah berani duduk disamping kasur sambil membantu mengompreskan Caca.


 


"Oh ya, Jeki mungkin ini sedikit terlambat, tapi terima kasih telah bantu aku tadi dan sekarang juga kamu malah rawat aku, padahal aku enggak apa-apa kok, aku juga bisa ngompresin sendiri" ujar Caca seraya tersenyum.


Jeki membalas senyum Caca dan berkata, "Iya sama-sama, dan juga ini kan termasuk salah aku juga, karena aku yang main basket sama anak-anak enggak hati-hati, jadi anggap sajalah ini sebagai tanggung jawab aku yang sudah bersalah, hehe...".


"Haha... kamu ini, padahal kan yang ngelempar bola itu si Razzi" balas Caca sambil tertawa, "Iya sih, tapi sudah lah sama saja" jawab Jeki yang tidak lupa tetap mengompreskan Caca.


 


Krik... krik... krik... ... ...


Suasana kecanggungan yang menghampiri mereka berdua, entah mengapa tidak ada bahan untuk dibicarakan lagi. Sehingga Jeki membuka suara, "Ca" panggil Jeki, "Hmm" Singkat Caca, "Kamu tahu enggak, tadi itu muka kamu nyeremin banget lo" ujar jeki yang ingin membuat suasana mencair dan ternyata Caca terpancing dan berkata, "Ah, apa sih, mana ada dan lagian tadi itu aku nutupin muka tahu" ucap Caca malu.


"Haha... aku serius tahu, tadi aku lihat dari samping dekat celah dari tangan kamu" canda Jeki yang membuat Caca jadi malu dan mukanya kini memerah.


"Kamu bohong... mana ada, enggak ada yang kayak begitu, mukaku selalu terjaga dan tidak pernah nyeremin tahu" balas Caca menahan tawa karena sudah benar-benar malu karena dibilang nyeremin.


 


Jeki yang melihat wajah merahnya Caca kini malah tertawa terbahak-bahak, ia senang sekali telah berhasil mengusili Caca hingga membuatnya memerah. Dan akhirnya tawa yang sudah ditahan-tahan sedari tadi kini pecah.


Ruangan yang tidak begitu besar sekarang dipenuhi gemaan suara tawa mereka berdua, rasa sakit yang tidak tertahankan tadi kini hilang telah hanyut dan digantikan dengan tawaan yang sudah tidak bisa ditahan.


 


Razzi yang sudah ngos ngosan berjalan dengan begitu cepat ke UKS untuk melihat caca dan meminta maaf, kini ia malah terberhenti didepan pintu UKS. Seharusnya ia melihat seorang gadis yang lagi kesakitan, tetapi sekarang ia malah melihat mereka tertawa terpingkal pingkal serunya.


"Ada apa dengan mereka, Jeki yang jarang-jarang tertawa sebebas itu, kini terlihat bahagia sekali, kok curiga ya" Pikir Razzi yang masih berdiri didepan pintu UKS dan masih ngos ngosan dan meletakkan sebelah tangannya dipinggang serta membungkukkan sedikit badannya.


Bersambung...


 


#adaapaini?


 


GAES JANGAN LUPA LIKE AND KOMEN YAH...DI LIKE DAN KOMEN BIAR CERITANYA LANJUT TERUS, BIAR SEMANGAT NIH YANG NULIS KALAU ADA DUKUNGANNYA... DAN TERIMA KASIH YANG SUDAH BACA LIKE N KOMEN.

__ADS_1


uppppsss....dan jangan lupa tip nya juga ya guys, hehe... :)


__ADS_2