
Gavin mengenakan celana pendek, kaos dan kemeja pendek yang terbuka memperlihatkan otot dada dan tangannya. kamera yang tidak pernah lepas dari tangannya. Nara tidak bisa dengan leluasa berbicara dengan Gavin dan Gavin juga sangat pendiam.
Nara lalu terdiam dan duduk di kursi santai dekat pantai Nara menangis mengingat mama dan papa nya.
Gavin hanya berdiri memperhatikan Nara dan sesekali memotret Nara diam diam.
" maafin Nara ma, pa. biarin Nara nikmati waktu untuk diri Nara sendiri 3 bulan aja..." kata Nara pelan
" Nara ayo berdiri disana aku foto" kata Gavin tiba tiba
" oh aku objek yang menarik buat kamu?
" nggak, mau di foto nggak??
" iya yang bagus ya
Nara lalu bergaya menghadap laut memegang topi bulat nya rambutnya yang tertiup angin membuat Nara tampak cantik saat di foto. Gavin melihat hasilnya dan tersenyum tipis
" gimana cantik kan?" tanya Nara
" jelek" kata Gavin ketus menyembunyikan kekagumannya melihat foto Nara.
__ADS_1
Gavin lalu berjalan meninggalkan Nara yang masih kesal. lalu seseorang mendekati Nara dan mengajak Nara pergi dengan sedikit memaksa. Nara mulai risih dengan kehadiran orang itu. Gavin yang melihat langsung mendekati Nara
" ada perlu apa dengan istri saya???! tanya Gavin dengan nada sedikit di tekan membuat lelaki itu takut
" ah ini istri anda maaf" kata lelaki tersebut
" pergi!!! bentak Gavin lagi.
Gavin lalu menarik tangan Nara . Nara hanya terdiam mengikuti Gavin.
" makanya jangan jauh-jauh dari aku" bentak Gavin
" kamu yang ninggalin aku sendirian di sana" jawab Nara dengan suara bergetar menahan tangisnya
" maaf, aku akan lebih hati-hati"
" harus ayo kita makan disana aja" kata Gavin sambil menunjuk kafe yang di tepi pantai dengan lampu lampu hias yang banyak
Nara hanya mengikuti Gavin. Gavin hanya diam dengan wajah yang masih terlihat kesal. Nara memilih diam dan memeriksa handphone nya.
" kamu udah nikah kan?" tanya Gavin tiba tiba membuat Nara terkejut
__ADS_1
" ah iya,
" gini sikap wanita yang sudah menikah? jalan dengan lelaki yang belum lama di kenal?
" kenapa sih kata kata kamu seolah-olah menghakimi aku? aku bahkan lebih mengenal kamu dari pada suami aku Gavin, kamu pikir mudah menikah dengan lelaki yang nggak dikenal sama sekali? dan kamu nggak mikir segitu lelahnya aku sampai memilih untuk kabur ...
" harusnya wanita kan seperti itu, siap menikah...
" oh ya, umur aku baru 20 tahun 3 hari lalu Gavin...selama itu aku hidup diatur terus pelajari berbagai hal yang tidak aku suka... sudah lah nggak perlu aku jelasin ke kamu! dasar jahat
Nara lalu lari meninggalkan Gavin. Nara menuju hotel dan kembali ke kamar nya. Gavin mengikuti Nara. Nara menangis di tempat tidurnya cukup lama. wajah Nara sembab karena menangis. Nara duduk di meja rias menghapus makeup Nya. Nara masih kesal dengan Gavin. Nara lalu duduk di balkon kamar nya. sudah malam lalu seseorang mengetuk pintu kamar Nara. ternyata Gavin. Nara membuka pintu dan Gavin langsung masuk ke kamar Nara. Gavin membawa makanan untuk Nara karena Nara tidak sempat makan malam tadi
" ini aku bawain makan, kamu makan dulu ya
" aku nggak lapar...
" harus makan nanti kamu sakit, gimana mau liburan bebas kalo sakit. aku minta maaf ya. ya udah aku kekamar dulu.
Gavin keluar dari kamar Nara dan Nara tidak melihat Gavin sedikit pun. setelah Gavin keluar, Nara langsung melihat dan memakan makanan yang Gavin bawa.
setelah makan Nara tertidur dan bangun jam 10. Nara masih bermalas-malasan ditempat tidurnya. Nara lalu mengambil handphone nya tak lama meletakkan nya kembali dan Nara langsung mandi dan bersiap dengan dress selutut berwana cerah. Nara keluar dan turun untuk sarapan di restoran hotel sendirian.
__ADS_1
setelah selesai Nara kembali ke kamarnya. tidak ada rencana yang Nara buat hari ini. Nara hanya akan bermalas-malasan di kamarnya.