
hari itu peresmian rumah baca yang baru... Nara membeli baju kaos untuk anak anak dan beberapa pengawas, untuk dirinya dan juga Gavin. tempat itu menjadi jauh lebih baik anak anak pada senang. taman bermain menjadi lebih ramai. warga desa sangat berterimakasih pada Nara dan Gavin. hari itu acara makan makan dengan warga desa lainnya. Nara terlihat sangat ceria bermain dengan anak anak lainnya.
setelah selesai acara Nara dan Gavin berjalan di kebun buah milik warga, Nara sangat antusias begitu juga Gavin.
" Ra, apa kamu akan kembali ke suami kamu?" Gavin mengajukan pertanyaan yang membuat Nara terkejut
" ah, iya, harus... Nara akan penuhi janji Nara ke papa dan Nara akan minta maaf ke Edzard dan semuanya. semoga mereka masih mau terima Nara...
" jika mereka tidak terima?
" ah Nara takut mikirin itu,
" kamu berharap bisa diterima?
" Nara akan kembali menjadi anak yang patuh pada orang tua Nara... saat itu Nara tidak punya pilihan lain selain menikah saat kembali juga gitu, Nara akan ikutin , papa pasti udah cari cara untuk Nara...
" walau cara itu tidak membuat kamu bahagia?
" orang nggak akan percaya jika Nara bilang Nara nggak bahagia, Nara punya segalanya, Nara bisa beli apa yang Nara mau, tapi Nara kesepian dari kecil selalu melakukan hal yang Nara tidak suka, Nara lelah ...
" gimana kalau kamu pergi dengan aku aja? kita tidak usah kembali...
" waktu kebebasan Nara hanya 3 bulan
Gavin lalu mencium bibir Nara dengan lembut... Nara mendorong Gavin
" kamu..." ucapan Nara terhenti dan Nara pergi meninggalkan Gavin.
__ADS_1
Gavin mengikuti dan menarik tangan Nara dan mencium bibir Nara lagi
" aku udah cinta sama kamu Ra...
" aku nggak bisa aku udah nikah, dan sebaiknya kita jalan masing masing, kita udah nggak bisa sama sama lagi!!!
Nara lalu kembali ke vila dan mengunci pintu kamar nya. Nara memegang bibir nya...detak jantung nya sangat kuat dan cepat...
" kenapa nih... Nara merasa senang di cium Gavin, tapi Nara takut... aduhh....
sampai malam Nara tidak keluar dari kamarnya. Gavin sangat cemas dikamar nya dan tak henti menyalahkan diri nya karena tidak bisa menahan diri untuk mencium Nara.
pagi hari Nara bangun dan bersiap pergi dari desa itu. Nara berpamitan pada penjaga vila dan pengurus rumah baca. Nara lalu berjalan ke jalan besar. Gavin juga bersiap dan mengejar Nara. Nara masih duduk di halte bus dan Gavin turun dari motor dan mendekati Nara
" ayo kita pergi sama sama
" Nara nggak bisa,
Nara akhirnya naik ke motor Gavin. mereka berhenti di stasiun kereta api. Nara hanya mengikuti Gavin tanpa tau tujuan mereka. Nara hanya diam tak bicara.
" maaf ya
" nggak apa, kita mau kemana?
" pokoknya tempatnya bagus
" Gavin, nama panjang kamu apa kenapa Nara seperti kenal kamu... Gavin nama yang cukup familiar untuk Nara
__ADS_1
" oh ya kalau gitu ingat lah...
Nara melamun sepanjang perjalanan. cukup lama akhirnya mereka turun di stasiun kota xy mereka mencari makan dulu. setelah selesai makan Nara dan Gavin membeli pakaian Nara. setiap perjalanan Nara tidak membawa pakaian yang ia beli agar tidak repot membawanya. mereka lalu menginap di hotel sederhana. kamar Gavin dan Nara bersebelahan. mereka akan 1 Minggu di kota ini, lalu akan ke pedesaan .
Nara dan Gavin jalan jalan ketempat tempat yang bagus dikota itu. Nara mengabadikan semua momen tempat yang ia kunjungi. Gavin juga memotret Nara. dan kali ini ketahuan sama Nara...
" sini kamera kamu, kamu diam diam foto Nara kan? kamu kerja apa Gavin? kamera kamu mahal loh...
" ah ini hadiah!
" wah siapa yang beri hadiah barang semahal ini???" kata Nara dengan tatapan curiga
Gavin lalu mencium bibir Nara.
" Gavin...tolong jangan gini, saat ini kamu satu satu nya orang tempat Nara bersandar, Nara udah nikah jangan buat Nara lebih merasa bersalah lagi...
" kamu pilih aku yang udah kamu kenal atau dengan lelaki yang belum kamu temui...
" aku nggak bisa milih
Nara dan Gavin kembali ke kamar hotelnya. seminggu disini hari ini Gavin dan Nara bersiap ke daerah pedesaan. Nara membawa uang dan pakaian yang cukup. Gavin menyewa mobil, Nara dan Gavin pergi dengan mobil perjalanan sangat jauh Nara dan Gavin pergi dari pagi dan sore baru sampai ke tujuan mereka. memang pedesaan sangat nyaman dan asri. mereka tinggal dirumah warga yang disewakan untuk pengunjung. pemilik rumah sangat senang menyambut Nara dan Gavin.
semua penduduk taunya Nara dan Gavin adalah suami istri. Nara sangat menikmati tinggal di desa ini. Nara juga tidak ragu membantu para warga. Nara membelikan alat tulis dsn buku untuk anak-anak. Nara juga belajar membuat masakan khas desa itu. sedangkan Gavin membantu warga berkebun. Nara dan Gavin menikmati suasana di desa itu. tak terasa sudah 2 minggu mereka disana. sudah 2 bulan Nara pergi dan Nara sedikit curiga kenapa ke tenang ini,
" kenapa Ra? " tanya Gavin yang melihat Nara termenung
" apa kamu tidak merasa ini terlalu tenang, papa nggak mungkin nggak bisa temuin aku... ini terlalu lancar...
__ADS_1
" menurut kamu gitu???
" iya aneh aja, Nara pergi udah 2 bulan nggak mungkin papa nggak temuin Nara, atau papa biarin Nara pergi, atau ada yang mengawasi Nara???