
esok harinya Nara bangun dan melihat Gavin disamping nya, Nara langsung memeluk Gavin.
jam 9 Nara dan Gavin sudah bersiap kerja.
" Gavin, malam ini Nara mau ke klub dengan Rani dan teman lainnya boleh ya,
" iya nanti aku nyusul, hati hati ya
" iya makasih ya
Nara lalu sampai di kantor nya dan melihat di kantor heboh, Rani lalu mendekati Nara,
" Ardan ditangkap polisi kasus penggelapan, dan percobaan pembunuhan
" aku nggak nyangka Ran,
" orang jahat ada didekat kita bikin aku meriding Ra..
" Nara juga takut,
" Jody nambah penjaga untuk kamu dan aku, o ya nanti malam jadi kan?
" iya, Nara udah minta izin sama Gavin
Nara kerja hari itu dan masih memikirkan pak Ardan,Nara curiga pada Gavin
" apa benar pak Ardan begitu? apa dia buat salah sama Gavin" kata Nara dalam hati
jam 5 Nara pulang kerumah Rani mandi dan mengganti pakaiannya. Nara memakai mini dress lalu memakai jaket denim sepatu kets dan tas samping kecil. jam 8 Nara dan Rani pergi disana ada Alex, Rais, Yudo, Lisa dan Mia. Nara dan Rani sangat senang, mereka diruang VVIP. mereka adalah Genk anak anak kelas atas para anak pengusaha yang mewarisi kekayaan orang tua mereka.
" suami kamu nggak ikut Ra? tanya Mia
" nggak...
Nara lalu minum koktail yang tidak ada alkohol lalu menari dengan Rani, Lisa dan Mia. Nara pergi ke toilet sendirian kepala Nara agak pusing karena mencoba minuman yang dikasih Mia. Nara merapikan riasannya lalu jalan lagi ke tempat teman temannya. Nara merasa pusing namun masih sadar lalu Yudo menarik tangan Nara mengajak nya bicara
" sini dulu Ra, Yudo mau bicara
" ntar aja ya kepala Nara pusing Nara mau pulang, Yudo menarik Nara ke lorong dekat tangga naik Yudo lalu mencium bibir Nara, Nara yang sedikit mabuk juga membalas ciuman Yudo Nara memanggil nama Gavin saat mencium Yudo, Gavin melihatnya dan marah
,"sayang kepala Nara pusing ayo pulang, " kata Nara tanpa rasa bersalah
Gavin merangkul pinggang Nara dan menatap tajam ke Yudo.
__ADS_1
di mobil Gavin terus memeluk Nara yang menunduk memegang kepalanya.
" kamu minum alkohol?
" nggak, ah iya cuma sikit
" kamu itu lagi minum obat, alkohol sedikit aja bisa buat kamu mabuk Ra,
" maaf
sampai dirumah Nara dan Gavin langsung ke kamarnya, Gavin sedikit kasar pada Nara karena kesal melihat Nara berciuman dengan lelaki lain.
Gavin meminta bi Ina menyiapkan air untuk Nara mandi. Gavin memberi Nara minum.
setelah bi Ina menyiapkan air hangat untuk Nara bi ina langsung pergi.
Gavin dengan kasar membuka baju Nara dan menggendong Nara ke kamar mandi. Nara berendam Gavin lalu memberi obat sakit kepala pada Nara, hampir 1 jam Nara berendam sakit kepala Nara juga sudah hilang. Gavin duduk disebelah Nara yang berendam di bathtub
" maaf... Nara cuma coba sedikit,
" terus?
" ya Nara pusing dan mau pulang
" terus?
Gavin hanya diam dan meninggalkan Nara, Nara lalu menyelesaikan mandinya dan keluar dengan jubah mandinya. Nara duduk di depan meja riasnya dan bercermin, Nara menyisir rambutnya lalu memegang bibirnya
Nara terkejut dan menutup mulutnya,
" tunggu, Nara cium Yudo ya, didepan Gavin? gila, Nara pasti udah gila,Nara nggak cukup mabuk utnuk mencium Yudo, gimana ni, " gumam Nara,
Nara lalu keluar mencari Gavin yang kesal duduk di balkon kamarnya.
" sayang, Nara minta maaf,
" udah ingat?
" Nara minta maaf, Nara kita itu kamu,dan jangan apa apain Yudo dia teman Nara dari kecil ini hanya salah faham,
" salah faham? dan kamu masih melindungi dia?
"Nara minta maaf,
__ADS_1
" kamu mencium dia bahkan kamu memeluk dia Ra,
" Nara nggak sadar Vin
" kamu nggak cukup mabuk sampai tidak bisa membedakan itu aku Ra
" sayang Nara minta maaf, dan Nara minta kamu nggak lakukan apapun pada Yudo Nara tau kamu yang buat pak Ardan sampai masuk penjara, kamu buat Nara takut Vin
" aku nggak pernah sembarangan menyakiti orang Ra, Ardan diam diam meracuni kamu,kamu itu bodoh dalam menilai orang"
" kamu bilang Nara bodoh? kamu tu jahat Nara nggak suka!
" kamu mau aku jadi jahat? ini jahat...
Gavin menarik Nara ke kamar, dan membuka jubah mandi Nara dengan kasar mencium dan menggigit dada Nara, Gavin mendorong Nara ke tempat tidur Nara posisi terlungkup Gavin lalu dengan paksa memasukkan miliknya ke Nara, Gavin bahkan memegang tangan Nara kebelakang. Gavin melaksanakannya dengan kasar. tangan Gavin menutup mulut Nara, Nara memberontak dan Gavin semakin kasar semakin kuat mendorong milik ya pada Nara, menggigit bahu Nara dan menarik rambut Nara. cukup lama, lalu Gavin melepas tangan nya dari mulut Nara
" lepasin, kamu jahat Vin, Nara sakit...
" kamu kan mau aku kayak gini, kamu mau aku jahat kan? " bentak Gavin sambil memegang dengan kasar dada Nara, Gavin masih dengan kuat mendorong Nara. Nara menangis
" lepasin sakit... Nara sakit...
Gavin lalu merubah posisi Nara terlentang di bawah Gavin, Nara mencoba bangun menghindari Gavin, tapi Gavin dengan kasar membuka kaki Nara dan dengan keras memasukkan lagi miliknya ke Nara. Nara mendorong Gavin tapi Gavin semakin kasar dan kuat Nara menangis
" lepasin Nara bilang Nara sakit...
Gavin menutup lagi mulut Nara dengan tangannya.
entah kenapa Gavin melakukan itu lama sekali dengan kasar dan tatapan marah. Nara sudah kehabisan tenaga karena berontak.
Gavin hampir mencapai puncaknya, Gavin mengangkat kaki Nara dan lebih kasar dan lebih kuat, Nara bahkan sampai teriak kesakitan. setelah selesai Gavin menjatuhkan tubuhnya diatas Nara dengan nafas yang sangat tidak beraturan. badan Gavin basah karena keringat. Nara lalu mendorong Gavin dan Gavin berbaring disamping Nara. Nara kesakitan dan hanya menangis. Nara bahkan tidak bisa bangun.
Gavin mulai bisa mengatur nafasnya dan memeluk Nara, Gavin menyelimuti tubuh Nara dan menarik Nara dalam pelukannya. Nara hanya menangis
" kamu jahat, kamu nyakitin Nara, Nara benci sama kamu Vin,
Nara merasakan sakit diseluruh tubuhnya. pangkal pahanya juga sakit sekali. Nara tidak ada tenaga untuk bangun. Gavin memeluk dan meminta maaf pada Nara
" maafin aku Ra
" nggak, Nara benci kamu Vin" teriak Nara
Nara menangis lama sekali dan susah mau bangun Gavin membantu Nara ke kamar mandi, Nara teriak saat buang air kecil
__ADS_1
" aahhh sakit... perih, sakit kali...
" maafin aku Ra,